Cinta Estafet

Cinta Estafet
05


__ADS_3

"Ah. Malah kayak drama korea aku ini." Isz berguman pelan kemudian aqirnya mengetikkan pesan laku mengirimnya kepada Alex.


_hai_ Isz


Satu menit...


Dua menit...


Tiga menit...


.


.


.


10 menit...


_ya_ Alex


_lagi apa_ Isz


_Ini mau tidur, capek banget_ Akex


"sial... Nih anak kenapa sih." Isz yang merasa tidak ada bahan buat lanjutin obrolan pun menggerutu sebal.


_mas benny tadi lingsan loh, udah tau?_ isz


_udah_ Alex


_kamu ada masalah? Kok kayaknya jutek gitu_ Isz


Beberapa saat Alex malah offline.

__ADS_1


"Hih... Malah ngilang." Isz menggerutu sambil mengutuki HP nya sendiri.


"Perasaan aku yang cewek aja ga ssribet itu."


Ddrrrrttt drrrtttt HP Isz bergetar. Buru-buru dibukanya pesan yang masuk.


_aku didepan rumah, kamu keluar_ Alex.


Tanpa membalas pesan, Isz langsung berjinjit keluar. Membuka pintu lalu menutupnya kembali dengan pelan, takut membangunkan Gerry dan Vian.


Tampak Alex menunggu dipojokan rumah Isz. Dengan setelan Tshirt hitam celana jeans hitam juga jaket hitam. Persis pencuri. Aroma khas parfum napoleon putih melekat ditubuhnya.


Isz mendekat kemudian duduk disamping Alex.


"Masuk yuk, diluar dingin tau." Ajak Isz kepada Alex.


"Gausah disini aja." Tolak Alex.


"Kamu ada yang mau diomongin ke aku?" tanya Isz.


"Ada apa?" Tanya Isz lagi.


"Gapapa pengen ketemu kamu aja." Alex aqirnya lebih memilih untuk tidak serta merta menanyakan soal yang didengarnya dikantin.


"Katanya tadi mau tidur?"


"Aku batalin ngantuk ku, apa kamu ga suka aku kesini?"


"Bukan gitu, suka kok."


"Didalem ada siapa?"


"Mas Gerry sama Vian tapi mereka udah tidur."

__ADS_1


"Bapak?"


"Bapak ikut nunggu Budhe Surati di rumah sakit."


Hening sesaat. "Kamu sendiri kenapa belum tidur?" tanya Alex kemudian.


"Gatau. Gabisa tidur aja. Masi jam segini juga."


"Ga kerasa ya, udah 3 tahun aja aku disini. Bentar lagi lulus." kata alex.


"Apa setelah lulus, kamu langsung balik ke palembang?" Tanya isz


"Iya. Bapak suruh aku langsung balik ke palembang."


"Kamu ga mau kuliah disini aja?"


"Pengennya sih, tapi mau gimana lagi, bapak suruh aku langsung balik ke palembang."


Isz terdiam menunduk.


"Kenapa? Sedih ya mau aku tinggal?" Alex menyenggol lengan isz ya g masih saja terdiam.


Kemudian terdengar isakan isz.


"Hei, kenapa?" tanya Alex bingung. Mengangkat dagu Isz mensejajarkan wajah mereka. Saling menatap beberapa saat.


Alex semakin mendekatkan wajahnya kewajah isz. Entah kenapa naluri menyuruh isz menerima apa yang akan dilakukan alex kemudian dan dengan otomatis menutup mata.


Alex mencium isz. Hanya sekedar menempelkan bibir. Lama. Isz merasakan nafas Alex menerpa pipinya. Kemudian merasakan pergarakan bibir Alex perlahan mengulum bibirnya. Isz masih diam tidak menggerakkan bibirnya.


Alex menggigit pelan bibir bawah Isz, sehingga isz membuka mulutnya. Seketika Alex memasukkan lidahnya kedalam mulut isz. Mengabsen setiap inci mulut Isz. Beberapa saat isz pun terbawa suasana dan membalas ciuman Alex.


Cukup lama mereka saling memagut. Hingga kini tangan Alex pun tak tinggal diam. Mulai meraih pinggang Isz dan terus merayap menyapu seluruh bagian punggung isz.

__ADS_1


Isz merasakan hawa panas disekujur tubuhnya menerima perlakuan Alex. Isz pun membalas memeluk Alex. Hingga pagutan mereka harus terhenti sejenak untuk mengambil nafas.


_mohon bantu votenya. tinggalkan jejak klian buat semangatin aku_ 😘😘😘


__ADS_2