
"Mikir apa nduk, mikir mas mu tuh bandelnya minta ampun. Suka balapan liar."
"Ah... Nanti biar Isz jewer mas Benny ya budhe. Biar ga balapan lagi." canda Isz yang sukses membuat budhenya tertawa kecil. "budhe banyak istirahat ya. Biar cepet pulih tenaganya. Biar bisa jewer mas Benny tuh." imbuhnya.
"Kamu ini ada-ada saja. Doain budhe ya nduk." tatapan sayu itu membuat hati Isz tidak tega.
"Tentu budhe. Isz selalu doain budhe." kemudian Isz memeluk budhenya.
"Ya udah budhe cepet sembuh ya. Isz keluar dulu. Gantian sama yang lain hehe."
Kemudian Isz pun keluar dari kamar budhenya. Menyapa saudara-saudaranya yang menjenguk budhe surati.
"Bapak aku pulang duluan yah. Aku udah ngantuk nih." bisik Isz kepada bapaknya.
"Yudah, suruh anter Vian tuh. Vi, anterin tantemu pulang ya." kata bapak ke Vian.
"Aku balik kesininya takut mbah." kata Vian.
__ADS_1
"Lhah, gimana. Amir tadi kemana? Eh Tuh ada Alex. Minta anter aja tuh." bapak Isz kemudian memanggil Alex.
"Tolong anter Isz pulang bisa Lex?" tanya bapak Isz ke Alex.
"Ya om. Bisa kok." Sahut Alex semangat.
Bagai mendapat durian runtuh. Isz dan Alex pun pulang.
Sesampainya dirumah, Isz mengajak Alex mampir dulu. Alex pun menurut. Mereka ngobrol-ngobrol sambil nonton TV. Hanya Isz lebih tepatnya yang nonton. Karena Alex malah sibuk sendiri bermain gitar Amir yang memang sengaja ditinggalkan disana.
"O my god." tiba-tiba Isz berseru sambil menutup muka menggunakan kedua telapak tangannya.
"Ah kamu, gitu aja baperan." Kata Alex sok cuek.
"Bukan gitu, mata polosku ternoda tauk." Sahut Isz sok polos.
"Yaudah ganti channel." Suruh Alex yang tak dituruti oleh Isz.
__ADS_1
Rasa kantuk Isz kini kian menjadi. Untuk menghilangkan rasa kantuknya agar bisa berlama-lama ngobrol dengan Alex, Isz tiba-tiba berlari kekamar. Diambilnya permen dari tasnya. Kemudian kembali duduk didepan Tv. Seolah tidak ada orang lain disampingnya dia membuka bungkus permen itu.
Settttt Alex dengan gesit merebut permen itu.
"Ah permen kuuuu." Seru Isz sambil berusaha merebut kembali permennya di genggaman Alex.
"Eits gabisa... Gabisaaa." Alex mengenggam menyembunyikan tangannya dibalik punggung. Isz masih berusaha merebut kembali hingga mereka terjungkal dengan posisi Isz menindih badan Alex. Sejenak mata mereka bertemu pandang.
Alex dengan secepat kikat memasukkan permen ke mulutnya.
"Yah permen ku." rengek Isz sambil berusaha bangun namun Alex menariknya hingga Isz kembali terjatuh menindih badannya.
"Kita bisa berbagi." kata Alex masih memandang lekat mata Isz.
"Kan udah kamu makan permennya." jawab Isz masih dengan nada memelasnya.
Alex pun membalikkan posisinya. Kini direbahkannya Isz dibawah kungkungan badan Alex. Masih sambil menatap lekat mata Isz. Perlahan dia menurunkan wajahnya semakin mendekat kewajah Isz. Isz pun dengan otomatis membuka mulutnya. Kemudia mereka berbagi permen dimulut mereka. Saling mengulum.
__ADS_1
Alex memasukkan permen dari mulutnya kemulut Isz. Begitupun sebaliknya. Semakin lama ciuman itu punsemakin memanas. Tak lupa tangan Alex yang sudah mulai merayap kemana-mana.
___mohon bantu vote ya. semangatin aku ya, dengan cara tinggalkn jejak kalian___