
" nona, apa yang harus kita lakukan sekarang? mereka benar- benar telah menjebak kita"
kata rey pengawal kepercayaan raina sang mafia cantik itu
" Diam. jangan banyak mengeluh" reina menggertak bawahannya itu.
ditengah kebingungan ini, tidak ada cara lain selain iyya melewati hutan yang berada didepannya dan harus segera berpencar agar mudah mengelabui musuhnya
" rey. bersiaplah untuk memasuki hutan itu. kau kearah kiri dan aku kanan kita bertemu diujung hutan sana" bisik raina pada rey
" nona, aku akan menemanimu" rey membujuknya namun siapa sangka balasan dari raina adalah tatapan mematikan lagi yang membuat buluk kuduk merinding walaupun sekarang raina memakai topeng agar identitas aslinya tidak diketahui tapi sorot matanya tetap saja menakutkan dan mau tak mau rey menuruti raina.karena raina juga orang yang sangat keras kepala dan juga sangat tidak suka dibantah oleh siapapun kecuali orang tuanya.
" baik nona jagalah dirimu" kata rey sambil menepuk pelan bahu raina.
mereka segera berpencar kearah yang telah diatur tadi. reina hanya membawa satu pisau kecil yang begitu tajam tapi sangat mematikan dan juga pistol istimewanya yang telah menemaninya selama ini dalam membunuh semua musuh yang dianggap mengancam dirinya
" aku harus sampai sebelum pagi" gumamnya reina dalam hati .
reina terus masuk kehutan tersebut walau kegelapan menyelimuti dimalam itu tapi reina bukanlah sosok wanita manja ataupun penakut. ya dia adalah seorang gadis berumur 20 tahun yang sangat cantik namun juga menakutkan apalagi jika ada yang melawannya.
" gawat sepertinya ada yang mengikuti aku" gumamnya reina kembali dalam hatinya . ia segera berlari cepat agar orang yang mengikutinya tak melihat jejak nya namun naas
" kau siapa? " tanya pemuda itu yang juga menggunakan topeng sambil menarik tangan reina dengan erat
" maaf tuan, aku hanyalah seorang gadis biasa" ucap reina karena setelah mengetahui ia diikuti ia melepas topengnya dan menggunakan kain tipis untuk menutupi kepalanya dan juga wajahnya agar dapat dikira bahwa ia adalah orang kampung sekitar sini.
" apa kau melihat seseorang disini . mungkin seorang lelaki? " ucap lelaki itu kembali namun tetap menggenggam tangan reina dengan kuat
" maaf tuan, bisa kah anda melepas tangan anda . ini sangat sakit " reina dengan tatapan memelas walaupun sedikit memberontak ingin dilepas.
tiba- tiba saja angin berhembus dan tanpa sengaja menerbangkan kain tipis yang menutupi kepala reina dan kebetulan reina tak memegang kain yang menutupi kepalanya
" ah sial, aku harus tetap bersikap biasa didepannya" gumam reina kembali dalam hati
" hein nona, angkat kepalamu jangan menunduk di hadapanku dan katakan apa kau melihatnya? " tanya pemuda itu dengan intonasi tinggi
" aku tak melihatnya. aku ingin pulang tolong lepaskan" teriak reina kembali seakan memberontak namun tetap menundukkan kepalanya dan tak melihat pemuda itu
pemuda itupun semakin geram dan mulai mendekatkan ke raina bahkan hembusan nafas pemuda itu bisa reina rasakan. sebenarnya pemuda itu hanya ingin melihat wajah itu tapi reina selalu saja menunduk ditambah rambut reina menutupi wajah reina.
"hei jawab aku " bentak pemuda itu
__ADS_1
" aku ingin pulang . lepaskan kau pemuda brengsek . menyentuhku jangan macam - macam padaku" teriak reina sambil menangis
" aku harus menangis dihadapannya agar ia percaya padaku. pemuda sialan " gumam reina dalam hati
pemuda itu mencengkram dagu reina dan menarik ya hingga mata reina dan pemuda itu saling bertatapan satu sama lain
" cantik sekali " gumam pemuda itu dalam hati
" pemuda sialan. awas saja kau akan penggal setelah ini beraninya menyentuh wajahku " gumam reina dalam hati
" ternyata kau sangat cantik, bagaimana kalau kau menemaniku malam ini ? " sambil tertawa pemuda itu mengatakannya seakan mendapatkan sebuah harta karun karena telah melihat wanita yang sangat cantik
" jangan macam- macam tuan, aku dari keluarga baik- baik lebih baik anda lepaskan saya sekarang " ucap reina walaupun sebenarnya dari tadi ia ingin memukul bahkan membunuh pemuda itu
"hahaha kau apa tak melihat siapa aku, kau tak takut ? " tanya pemuda itu dibarengi dengan tatapan mematikan
" apa yang harus aku takutkan. sepertinya aku tak mau mengulur waktu lagi , selamat menikmati hari terakhirmu hahahaha " ucap reina dengan senyum tipisnya namun sorot mata yang membunuh .
dengan gerakan cepat tangan yang digenggam pemuda itu lepas begitu saja. reina mulai meluncurkan aksinya melawan pemuda itu, perkelahian tak dapat dielakkan mereka sebenarnya cukup seimbang tapi entah reina kurang waspada atau apa dia langsung terkapar begitu saja setelah seseorang menembaknya dari belakang
" maaf nona sepertinya, ucapan tadi tak dapat terjadi . karena lihatlah ini adalah obat pelemahan tenaga " ucap pemuda itu sambil menunjukkan alat suntik yang telah ditarik dari punggung reina
" pemuda brengsek " ucap reina terbata bata karena efek obat yang masuk kedalam tubuh reina telah bereaksi
" sudahlah. tuan apa yang akan anda lakukan pada wanita ini " ucap joy penasaran
" kau tahulah. tinggalkan kami berdua " ucap pemuda itu sambil tersenyum jahil pada raina
joy berdiri dan meninggalkan raina dan tuannya itu. ia hanya perlu berjaga dan mengawasi tempat itu apalagi sebenarnya sekarang ia sedang mengejar black rose
" hahahaha kau benar - benar cantik, aku tak sabar untuk melakukan itu " sambil tertawa penuh kemenangan
" apa mau mu . berikan penawarnya sekarang " ucap raina dengan teriak
tanpa mengulur waktu lagi pemuda itu langsung memperkosa raina, raina hanya bisa berteriak namun tak mampu bergerak sama sekali. hanya air mata dan juga suara desahan yang terdengar malam itu apalagi pemuda itu mengulangnya hingga beberapa kali tanpa memperdulikan raina yang menahan sakit. hingga setelah 5 jam kegiatan itu baru selesai. pemuda itu memakai pakaian nya dan juga ia memakaikan pakaian raina kembali karena tak ingin joy melihat pemandangan yang telah dilihatnya maklum saja ia tak suka berbagi pada orang lain
" wah benar keberuntungan ku hari ini, kau masih perawan dan rasanya begitu nikmat " kata pemuda itu sambil tersenyum lebar
raina hanya bisa menangis dan berjanji akan melakukan balas dendam pada orang yang telah merenggut kesuciannya itu
" aku tak akan memaafkan mu. aku akan mencari mu sampai ke ujung dunia sekalipun. akan ku bunuh kau " ucap reina dengan tatapan mematikannya dibarengi intonasi suara yang tinggi
__ADS_1
" hahaha kau ternyata masih kuat, apa kau masih mau mengulangnya lagi? kelihatannya kau belum lelah ? " tanya pemuda itu sambil tertawa
"kau akan ku bunuh " teriak raina geram melihat tingkah pemuda itu
dari kejauhan joy sudah mulai mendekati mereka kembali karena mendengar ucapan raina dan kebetulan tuannya juga sudah selesai melakukan itu
" tuan ada apa?" tanya joy heran
" tidak. ayo kita pergi biarkan dia disini " ucap pemuda itu datar dan mulai melangkah pergi bersama joy
raina hanya bisa melihat kepergiannya dengan penuh amarah dan memendam penghinaan ini, serta akan melakukan pembalasan dendam pada orang itu . efek obat yang telah membiusnya tadi pun berangsur hilang walaupun ia harus bersusah payah berdiri. badannya remuk belum lagi di bagian selangkanya yang begitu sakit , pemuda itu benar - benar buas ketika memperkosanya bahkan berulang kali melakukannya . namun raina tetap melangkah menjauhi tempat tadi karena rey pasti telah menunggunya dari diujung hutan itu. sesampainya di sana raina melihat rey sedang duduk sambil menatap ke depan
"rey tolong aku " ucap raina pelan namun suaranya masih bisa didengar oleh rey
"raina . ada apa denganmu " tanya rey. ia mulai menggendong raina karena raina hampir saja terjatuh. dan benar saja raina pingsan dan rey segera membawa raina kedalam mobil dan melajukan mobilnya ke villa raina .
* Arga Wijaya*
adalah seorang pemuda yang sangat tampan . memiliki kekayaan yang takkan habis tujuh turunan dengan sifatnya yang angkuh. kejam dan suka mempermainkan wanita di tambah ia adalah ketua geng king snake . menurutnya wanita hanyalah sebuah pakaian yang bisa dipakai dan diganti dengan yang baru .
" tuan kenapa anda meninggalkan wanita itu? apa kau tak menyukainya kelihatannya dia sangat cantik menurutku " ucap joy sambil tersenyum
" joy . wanita itu hanya seperti pakaian, kau tak perlu cemaskan itu. lagi pula wanita cantik akan terus mengelilingiku hahaha " ucap arga sombong
" kalau begitu aku yang ambil saja wanita itu tadi tuan " ucap joy kembali seakan menyesal karena tak mengambil wanita itu tadi
" sepertinya kau sudah mulai berani yah " ucap arga sambil melirik joy
" maaf tuan , aku tak akan menyentuh punya anda tuan bahkan jika anda sudah tak menginginkannya" joy pasrah karena tahu sikap tuanya itu
" bagus . ingat itu " ucap arga
sebenarnya setelah meninggalkan raina mereka berdua langsung keluar dari hutan tersebut karena hari juga sudah hampir pagi dan tak memungkinkan untuk mencari ketua black rose itu sehingga arga memilih untuk pulang
" tuan apa anda ingin langsung pulang? " tanya joy yang sedang yang menjadi sopir arga
" iya . pulang " arga
diperjalanan pulang sebenarnya. arga masih penasaran dengan wanita yang bersamanya tadi, bagaimana mungkin ada seorang wanita yang berada ditengah hutan malam malam begini. ditambah ia sangat cantik sekali dan pandai bela diri
" siapa dia sebenarnya, dan kenapa setelah menidurinya wajahnya selalu terbayang . ah sial " gumam arga dalam hati
__ADS_1