Cinta Kelam

Cinta Kelam
Benarkah???


__ADS_3

"eh rey, jagain ya devan sama devin, ingat mereka berdua licik" bisik raina ditelinga rey karna sepertinya dia tengah bersiap siap untuk pergi terlihat dari pakaian yang sudah rapi dan kali ini raina memoles sedikit make up diwajahnya


" beres, tapi ngapain bermake up kayak gitu mau ketemu gebetan ya" tanya rey sambil mengedipkan mata nya pada raina, karena jujur saja penampilan raina saat ini sangat elegan dengan pakaian muslim yang kekinian


" jangan beres aja, ingat pesan ku ya, dan satu hal lagi nggk usah kepo " ucap raina sambil berjalan kedekat anak kembarnya dan langsung menyentuh kedua kepala anaknya


" ingat kata momy jangan buat macam macam disini dan kalau kalian melanggar hukuman menanti, mengerti" tegas raina sambil tersenyum tipis. jujur saja senyumnya pada saat itu seperti senyum seorang psikopat yang telah menemukan mangsa baru


" baik momy" ucap keduanya secara bersamaan seakan mengerti sifat mommy nya itu


" gila, anak aja diancam" gumam rey dalam hati sambil mengusap kasar wajahnya


raina pun mengangguk dan berjalan keluar rumah. hari ini dia akan menuju keperusahaannya . sesampainya disana raina langsung disapa oleh beberapa pegawai dan tentu saja raina membalasnya dengan senyuman manisnya itu. ya walaupun tidak ada yang tahu bahwa itu hanyalah sebuah pencintraan buat raina dan juga untuk menutupi kegiatannya diluar sebagai seorang mafia, seakan akan saat ini raina adalah wanita yang lemah lembut dan juga rendah hati yap itu gambaran orang luar bila melihat raina.


setelah memasuki lift dan akhirnya raina masuk keruangannya diikuti oleh asistennya tio

__ADS_1


" bagaimana keadaan perusahaan sekarang" ucap raina dengan wajah datar dan tatapan menajam


gluk. tio langsung menelan ludahnya seakan takut dengan tatapan bosnya itu


"perusahaan saat ini stabil nona, tapi saat ini ada yang ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan kita nona dan itu adalah perusahaan yang lebih besar dari kita nona" ucap tio sambil memandang raina


jujur saja, tio seakan terhipnotis dengan kecantikan raina, dan mungkin bukan dia saja yang begitu


" siapa perusahaan itu" ucap raina namun tetap memandang berkas yang sedari tadi dia baca


" saya akan segera mengambil berkasnya nona, untuk dipelajari" ucap tio lalu diangguki oleh raina dan segera tio keluar ruangan untuk mengambil berkas kerjasama itu


" nak kamu sudah pulang?" ucap ibu arga. ibu sinta


" iya ibu, ibu kangen dengan anak ibu yang tampan ini " ucap arga manja. arga bila bertemu dengan ibunya selalu mengeluarkan sifat manjanya dia bahkan akan menuruti apapun keinginan ibu tersayangnya itu

__ADS_1


" hemm, anak ibu pandai menggombal, ibu ragu kau sudah menebar pacar dimana mana" ucap ibu sinta sambil cengengesan dan mengedipkan matanya serta melirik arga


" ah ibu bisa saja, tidak ada. hemm tidak yang menarik bu " ucap arga langsung serius apabila menyangkut soal wanita terlebih lagi didepan ibunya


" kau sudah tua, lihat wajahmu hampir keriput ambillah salah satu pacarmu dan nikahi lalu buatlah cucu untuk ibu " ucap ibu sinta diikuti mimik wajah yang seakan merajuk


" ibu...buat cucu tidak mudah " kata arga cengengesan melihat tingkah ibunya


" bilang saja kau tak sanggup membuatnya" ucap ibu sinta meremehkan putranya padahal didalam hatinya ia sangat senang menjahili putranya itu


" ibu meragukan kemampuanku hemm, tenang saja ibu setelah aku menikah, aku akan langsung memberikan ibu dua belas cucu bagaimana? menarik bukan bu?" ucap arga sambil terbahak bahak karena ekspresi ibunya saat ini sangat lucu


" APA??? kau gila arga kau kira menantuku kucing" ucap ibu sinta dengan wajah merah padam dan langsung menjewer telinga arga


" ampun bu iyya iyya , 2 aja dulu bu diawal yang lainya nyusul" ucap arga pura pura kesakitan dan menunjukkan wajah memelas seakan tak berdaya akan situasinya sekarang

__ADS_1


" baiklah, ibu tunggu janjimu, sekarang pergilah mandi kau bau" ucap ibu sinta disertai senyum manis dan melepas jewerannya pada arga


" baik ibu terimah kasih pengertinnya pada anakmu yang tampan ini" ucap arga dengan hormat namun masih dengan tingkah jahilnya dan lagi lagi ibu sinta hanya bisa tersenyum tipis dan bersyukur karena telah memiliki anak sepertinya arga


__ADS_2