
terlihat raina terbaring lemah diatas tempat tidur
" hmm rain kenapa sih nasib begini" rey bergumam sendiri sambil menunggu raina bangun
"hmm unghh hhm, aku dimana?" tanya raina sambil memegang kepalanya karena masih merasakan pusing
" syukurlah kau bangun raina, bagaimana perasaanmu? apa perlu kupanggilkan dokter? hmm?" rey terus saja memberikan pertanyaan pada raina
"diamlah, kau menyakiti telingaku dengan suara jelekmu" jawab raina ketus
rey hanya tersenyum dan tak menanggapi ejekan raina karna ia tahu kalau raina sedang banyak pikiran ditambah ia sedang hamil muda
" hehehe sepertinya kau sudah tidak apa-apa cara bicaramu sudah kembali" rey cengengesan melihat kelakuan raina yang bahkan lebih ketus dari sebelumnya dan kembali lagi mungkin karena hormon kehamilannya
" dasar aneh, dihina malah senyum senyum sendiri" gumam raina dalam hati
" aku mau makan, pesananku sudah ada siapin sekarang" bentak raina
" Haa hehee belum? " tanya rey heran setahunya raina paling tidak suka buah kecut tapi ini malah meminta dan ujung ujungnya aku yang harus memenuhinya nasib
" ngapain bengong, sana" usir raina sambil mengibas ibaskan tangannya
" baiklah,tunggu disini kalau ada apa apa panggil bibi aja ya " ucap rey
raina tidak menjawab ia malah memejam kan matanya kembali sembari mengusap perutnya
" nak momy, bakal menjagamu ya walaupun momy tidak tahu siapa ayahmu itu dan anak momy harus kuat" gumam raina sendiri
__ADS_1
******
dilain sisi arga sedang mandi sambil berendam di air hangat yang telah dicampuri aroma maskulin laki-laki yang khas dan tentu saja sangat cocok dengannya
" hmm bagaimana ya kabar wanita hutan itu? kenapa aku tak membawanya pulang waktu itu" gumam arga, ia kesal pada dirinya sendiri karna tak membawa serta mangsa empuknya itu , bahkan pikirannya terus terganggu akan hal itu
setelah 20 menit berendam akhirnya ia keluar kamar dan segera memakai pakaian santainya dan turun kebawah untuk makan malam
" ngapain joy kesini?" tanya arga sambil melirik tajam joy sambil duduk dimeja makan
" ya makan bosku yang tampan sejagat" ucap joy sambil senyum cengengesan
" terserahlah" rey pun sudah tak berminat jika harus berdebat dengan joy
disela makan malam sedang berlangsung joy terus saja memandang arga dengan terus memancarkan senyumnya dan arga sebenarnya risih jika melihat tingkah laku joy seperti itu karna ia yakin bahwa joy sedang ingin membicarakan sesuatu dengannya dan itu menyangkut hal yang pribadi
" heehee, bos boleh saya bertanya" joy pun akhirnya meminta izin pada arga untuk mengutarakan sesuatu itu, arga mengangguk setuju.
" hemm waktu dihutan bos pakai pengamankan? " ucap joy sambil tersenyum tipis
" maksudnya?" arga tak mengerti arah pembicaraan joy
" itu , hmm waktu bos melakukan itu " joy kembali mengatakan sesuatu dan terlihat arga mulai terusik dan mengerti arah pembicaraan joy
" tidak, memeng kenapa?" arga mengatakan sejujurnya toh luar dalam arga joy sudah mengetahuinya jadi buat apa disrmbunyikan
" astaga, bagaimana kalau dia hamil bos" teriak joy karna terkejut akan omongan arga
__ADS_1
" tidak mungkin, baru sekali" ucap arga cuek
" bos tidak menutup kemungkinan, siapa tahu wanita dalam masa suburnya dan bos juga melakukannya hmm...." joy ragu untuk mengatakannya karna melihat tatapan tajam arga yang menakutkan
" katakan" ucap arga ketus
" hmm melakukannya berkali kali bos hehe" joy kembali cengengesan
" tidak hanya sekali" arga tetap pada pendiriannya karna merasa ia melakukannya sebentar saja
" bos melakukannya berkali kali bahkan bos melakukannya selama 5 jam " ucap joy kembali meyakinkan arga
" kau tak berbohong?" ancam arga
" buat saya bohong bos, kan saya menyaksikannya bos" ucap joy spontan
" kau... kau mengintipku?" geram arga dan terkejut dengan pengakuan joy yang melihatnya secara terang terangan melakukan itu, padahal waktu itu ia menyuruh joy untuk menjauh
" bukan begitu bos , heehe hanya bayangan saja bos " joy kembali meyakinkan arga
" sudahlah, kalau dia hamil dia pasti mengggurkanya" arga seakan cuek akan hal itu
" semoga bos, jangan sampai dikemudian hari ia datang dan membawa anaknya dihadapanmu bos kan gawat" joy kembali membuat khawatir arga dengan berbagai spekulasinya
" aku percaya dia nggak bakal senekat itu untuk mempertahankan anak yang dikandungnya, itupun kalau dia hamil" ucap sambil meninggalkan meja makan dan berjalan menuju kekamarnya
joy hanya bisa menggelengkan kepalanya , walaupun ia masih khawatir akan hal itu
__ADS_1