
" kau kenal dengannya rain?, sepertinya dia menyukaimu" tanya rey penasaran walaupun dia tahu kalau sudah banyak pemuda yang melamar raina dan jawabannya tentu saja tidak
" lelaki bodoh" ucap raina sambil tersenyum tipis seakan mengejek
" kan kamu lagi hamil, manfaatkan saja dia" rey kembali menjawabnya enteng
"Kau.. ( menatap rey dengan tatapan tajam), dia seperti laki laki peot, dan sangat bodoh " raina seakan tak tertarik dengan arga yang tadi mengejarnya
" hahhah kau tidak pandai menilai laki laki rai" rey tertawa begitu keras mendengar ucapan raina bahwa lelaki tadi adalah lelaki peot padahal sepenglihatannya dia laki laki yang macho dengan dibeberapa bagian tubuh berotot dan sangat terlihat cool belum lagi wajah tampannya yang mendominasi
" aku tak peduli, dan berhentilah membahasnya, atau kau ingin hukuman dariku" raina mengancam rey dan itu memeng selalu berhasil mengingat rey sangat menyayangi raina dan tentu saja takut jika benar benar dihukum
setelah pembicaraan itu rey tidak mengatakan apapun begitupun raina sampai mereka tiba di vila
*****
di kantor arga terus saja mengingat pertemuannya dengan raina, wajah cantik jelitanya terus saja melintasi fikiran arga dan itu sedikit menggaggu kegiatan arga dikantor dan tentu saja yang harus menanggung semua itu adalah joy
" aku tak habis pikir denganmu bos, kau yang galau tapi aku yang lebih tersiksa.nasib" gumam joy dalam hati
__ADS_1
" joy" teriak arga dan itu mengagetkan joy dan refleks segera berdiri dan memenuhi panggilan itu
" ada apa bos?" tanya joy sambil memperhatikan raut wajah bosnya itu dan benar saja pasti bosnya itu akan menyuruhnya melakukan sesuatu diluar dari urusan kantor. yach kalau bukan wanita pasti masalah genk mafianya
" cari tahu wanita yang kutemui direstoran tadi" ucap arga ketus namun pandangannya tetap mengarah pada leptop didepannya
" dena bos maksudnya?" heran joy, karna setahunya arga sudah mengetahui dena dan mungkin sudah mengetahui luar dalam mengingat dena sedang hamil dan tak menutup kemungkinan itu anak arga, ya mungkin saja
" kau bodoh" bentak arga
" lalu siapa bos" ucap joy terbata bata dan sedikit takut dengan tempramen arga saat ini
" dia benar benar menyiksaku, dia yang jatuh cinta tapi aku yang harus mencarinya " batin joy seakan mengiris
dan setelahnya dia keluar dari ruangan arga dan mulai mencari tahu siapa gadis yang dimaksud oleh bos kejamnya itu
" halo, tolong kau kirim rekaman cctv direstoran xxxx sekarang" ucap joy kepada seseorang yang merupakan orang kepercayaan dengan arga. bisa dibilang dia hacker yang handal
" baiklah, bos, 15 menit lagi akan kukirim lewat email" ucap seseorang dibalik telepon
__ADS_1
" baiklah" joy langsung mematikan teleponnya dan segera melanjutkan pekerjaan yang tertunda tadi. 15 menit kemudian hal yang ditunggu sejak tadi pun telah ada di emailnya dan dia segera memeriksanya dengan teliti dan benar saja bosnya itu terlihat sedang berbicara dengan wanita asing
"pantas saja bos ingin aku mencarinya, dia begitu cantik, ingin sekali aku menjadikannya istriku" ucap joy menyandarkan punggungnya dikursi itu dan mulai membayangkan jika itu memeng benar terjadi
" bahagianya" batin joy
"kau mau mati" bentak arga dan itu membuat joy ketakutan dan tentu saja langsung berdiri
" mati aku " ucap joy dalam hati. seketika keringat bercucuran didahinya apalagi wajah arga yang begitu menakutkan
" ti...tidak bos, saya hanya bercanda bos " pinta joy sambil memelas berharap joy diberikan pengampunan
" awas saja jika kau macam macam, maka masa depanmu tidak akan berfungsi " kata arga ketus dan tentu saja masih memandang tajam joy dan terus memprovokasi joy saat ini
" tidak berani bos" joy langsung menanggapi ucapan arga dan berusaha meyakinkannya
" bagus, aku berubah pikiran ingat tugasmu yang tadi kau bawakan semuanya nanti malam kerumahku, aku tak suka menunggu" setelah arga mengatakan itu dia langsung kembali keruangannya
" huft selamat " batin joy
__ADS_1