
" hoamm kok aku masih ngantuk ya jam segini " raina melirik jam yang tergantung di dinding kamarnya , menunjukkan jam setengah 9 pagi
dan mau tak mau raina lebih memilih untuk tetap melanjutkan tidurnya, matanya seakan menolak berkompromi dan mungkin ini bawaan kehamilannya juga saat ini
******
" pergilah dari sini " bentak arga kepada seorang wanita cantik yang memakai pakaian minim yang menunjukkan belahan dadanya , wanita itu bernama dena. dena sudah menjadi penghangat ranjang untuk arga selama 6 bulan tapi karena arga sudah bosan maka meninggalkan dena dan mencari wanita lainnya untuk memuaskan hasratnya itu
" ayolah, ga aku ingin disentuh olehmu " dena mengucapkannya sambil mengedipkan matanya pada arga sambil duduk dipangkuan arga
" pergilah aku muak denganmu " teriak arga sambil mendorong dena dengan cepat
" BrukKk , aww" pekik dena karena tak menyangka arga akan mendorongnya begitu saja
" keluar dari sini, kalau tidak kau akan menanggung akibatnya " bentak arga di iringi tatapan menakutkan
" arga, aku mohon ...... aku ini sedang hamil anak kamu ga " dena sambil menyentuh kaki arga , dena menangis sampai tersedu sedu
arga kembali memandang dena dengan tatapan datar
" hmm sepertinya arga percaya padaku, ini akan jadi batu loncatan untuk aku jadi kaya raya " gumam dena
__ADS_1
" ga kamu ingat waktu kamu berhubungan denganku bahkan kau tak memakai pengaman sama sekali " ucap dena dengan sungguh sungguh dan perlahan air mata nya mulai mengalir membasahi pipinya
"sial perempuan murahan ini , ingin menjebakku ya " gumam arga
" kita lakukan tes DNA sekarang " arga kembali memberikan perintah, arga tak memedulikan dena dan segera memanggil joy untuk segera menghadap kepadanya
" ga umur kehamilanku baru 8 minggu bagaimana mungkin bisa, ga aku tidak mau anakku jadi anak haram nantinya ketika lahir tolong nikahi aku ya " pinta dena seakan tidak tau diri
" *perempuan ini kau fikir aku bodoh, kau bahkan tidur dengan berbagai lelaki tiap harinya " gumam arga
" hahah jalanku untuk menjadi nyonya arga akan terbuka lebar, terima kasih anakku " gumam dena* sambil mengelus perutnya yang masih rata
" uh dasar perempuan genit, sudah dibuang masih saja mau menempel " gumam joy
" iy tuan muda ada apa ?" tanya joy
" 1 bulan lagi lakukan tes DNA pada janin yang dikandung dena" ucap arga. walaupun arga tahu kalau anak yang dikandung dena bukanlah anaknya tapi dia sebenarnya ingin memberi kesempatan kepada dena untuk berkata jujur padanya karena jika memeng selama sebulan dia tidak berbicara maka arga akan benar benar membunuhnya dan tentu saja itu akan dilakukan di markas mafianya
" baik tuan " ucap joy , walau sedikit ragu tapi joy yakin kalau tuannya pasti memilki rencana akan hal itu
joy pun segera melangkah keluar dari ruangan arga , tinggalah dena dan arga diruangan itu
__ADS_1
" sekarang kau keluarlah, selama sebulan kau jangan menemuiku sebelum hasil tes DNA itu keluar " ucap arga datar namun matanya tetap memandang laptop yang ada didepannya
" baiklah, tapi aku yakin ini anakmu arga, aku harap kau akan menikahiku " dena pun segera bangkit dan melangkah kan kakinya keluar ruangan sambil tersenyum manis
" perempuan licik, kau hanya akan tetap jadi perempuan murahan menikah denganmu ? hahha itu hanya anganmi saja " gumam arga
*******
" eh rain , bangun ini sudah tengah hari " ucap rey sambil menepuk pelan pipi raina
" hemm aku ngantuk, jangan ganggu aku rey , sana " raina dengan suara memelas
" aduh ini anak, ingat kamu lagi hamil makan dulu ya, kamu mau apa" rey kembali membujuk raina
" okok aku ingin makan soto ayam.10 menit lagi aku ingin memakannya " raina membuka matanya walaupun masih terlihat sayup dan dengan sisa tenaga ia bangkit dan menuju ke kamar mandi
" mandi yang bersih ya, jangan tidur lagi. aku akan segera membawa pesananmu " teriak rey .
rey keluar dari kamar raina dan segera melakukan apa yang diinginkan raina
" hemm lelahnya, rasanya mau malas malasan saja dikamar. apa mungkin pengaruh kehamilanku ya " ucap raina sambil memandang perutnya yang sedikit telah menonjol
__ADS_1