
5 tahun kemuadian, di bandara
" momy ayo " teriak anak kecil yang berumur 5 tahun yang bernama devin
" berisik" seru devan dengan wajah datarnya
mereka adalah anak laki laki kembar, devan sebagai kakak sedangkan devin yang lahir 5 menit setelah devan. keduanya memiliki sikap yang berbanding terbalik jika devan bersikap cuek dan dingin maka devin selalu bersikap ramah dan manis namun dibalik sikap mereka keduanya sama sama licik dan kejam .
" ayo, paman rey sudah menunggu lihatlah disana" raina sambil menunjuk kedepan dan terlihatlah rey yang melangkah mendekati mereka
" halo ponakan uncle yang tampan tampan" ucap rey sambil memeluk keduanya
" paman devin kangen " kata devin manja
rey melepas pelukannya dan memandang keduannya dengan senyuman lebar
" benarkah? kalau devan? " ucap rey melirik devan yang tak menunjukkan ekspresi apapun namun yang dilirik malah acuh dan sibuk memainkan handponenya
" sudahlah rey, ambilkan koperku dan anak anak, ayo" seru raina
" hem baiklah" rey sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
merekapun melangkah keluar bandara dan tentu saja banyak yang melihat mereka dan bahkan berfikir bahwa mereka keluarga bahagia. devan dan devin begitu tampan dan juga manis dan siapa saja pasti akan luluh dengan wajah tampan mereka, ditambah raina yang sangat cantik dan rey yang kelihatan berwibawa dan tentu juga tampan. mereka terus berjalan. sampai mereka tak sengaja berpapasan dengan joy.
" bukankah itu raina?" fikir joy dalam hati
" iyya itu benar benar mereka, lalu itu anak anaknya tapi...." joy segera memotret mereka dan tentu saja secara sembunyi sembunyi setelahnya joy segera meninggalkan tempat itu dan menuju kekantor arga. sebenarnya dia tadi kebandara untuk menemui kekasihnya tapi tiba tiba dia mendapat telepon bahwa penerbangannya ditunda jadi dia memutuskan untuk kembali tapi siapa sangka dia menemukan raina dan ini memeng yang diperlukan bosnya.
" kak kau lihat lelaki tadi memotret kita?" tanya devin namun dengan suara yang pelan karna tak ingin didengar oleh momynya dan unclenya
" aku tahu, biarkan saja lagipula dia tidak membahayakan kita" devan sambil berbisik ke telinga devin
__ADS_1
tiba tiba raina memandang kearah mereka berdua
" kalian berdua berbisik ada apa?" tanya raina sambil menatap tajam kedua anaknya
" tidak ada momy, tadi ada anak cewek cantik banget" ucap devin sambil tersenyum tipis dan mengedipkan matanya
" benar itu devan?" selidik raina karna devin sering berbohong atau dengan kata lain terlalu licik
" iyya" devan cuek mengatakannya dan tentu saja kembali menatap handponenya
" sialan devin" ucap devan dalam hati
*****
dikantor
" bos gawat bos" teriak joy dan tanpa mengetuk pintu langsung masuk diruagan
arga. ketika pintu terbuka joy lebih kaget karna melihat dara yang sedang duduk di pangkuan arga sambil berciuman
" tunggu ada apa joy" ucap arga dan tentu saja mereka telah melepaskan ciumannya itu dan dara hanya mengelus lembut dada arga
" itu bos ada hal penting yang saya ingin bicarakan" ucap joy kembali sambil melirik dara, dan arga pun mengerti bahwa hanya mereka berdua saja yang boleh ada diruangan itu
"hem, dara pergilah" perintah arga dingin
" tapi sayang, kita kan mau melakukan itu" ucap dara manja dan masih mengelus lembut dada arga sambil mencium rahang arga
" menjijikan wanita ini" ucap joy dalam hati melihat kelakuan dara
" kau membantahku?" arga langsung membentak dara dan itu membuat dara ketakutan dan segera turun dari pangkuan arga dan beralih mengambil tasnya dan segera berjalan keluar namun tatapan matanya terlihat marah kepada joy karena telah menganggu kesenangannya itu.
__ADS_1
setelah dara keluar joy langsung mendekati arga
" bos kau masih ingat dengan raina?" tanya joy penasaran
arga langsung menaikkan salah satu alisnya karna tiba tiba joy menanyakan itu padahal ini sudah 5 tahun yang lalu
" ada apa kau menanyakannya ha" seru arga tegas dan menatap tajam joy
" kau bisa lihat ini bos" joy pun menyerahkan handphonenya kepada arga dan arga segera menerimanya dan terlihat raina, kedua anakny dan rey didalam foto itu
seketika arga heran apa yang aneh dengan foto ini
" apa maksudmu dengan ini joy" tanya arga karna tak mengerti apa maksud dari joy
" perhatikan kedua anak kecil itu bos" ucap joy meyakinkan
argapun segera memperhatikan keduanya dan matanya seketika melotot tak percaya dengan apa yang dilihat
" apa bos mengerti maksudku?" tanya joy kembali namun senyum mengembang
" anak raina sangat mirip dengan bos" ucap joy to the poin
" benar, tapi aku baru mengenal raina ditoko kue itu, kami berdua belum pernah melakukn itu" ucap arga heran
" iya benar bos, setahuku kau hanya tidur dengan wanita yang ada dihutan 5 tahun yang lalu dan itupun tidak memakai pengaman bos, hemmm atau jangan jangan ..." joy menggantung kata katanya karna takut jika itu salah
" mungkinkah wanita hutan itu raina?" tanya arga
" bisa jadi bos, kau dan anaknya bagai pinang dibelah dua bos" ucap joy sumringah
" selidiki cepat dan lakukan tesDNA diam diam" ucap arga tegas
__ADS_1
" baiklah bos" joy segera meninggalkan ruangan arga
" jika mereka benar anakku dengan raina maka aku akan sangat bahagia dan aku akan mendapatkan mu kembali raina" batin arga