
di kantor.....
" aish.... kenapa raina memiliki pengawal laki laki, menjengkelkan sekali" gumam arga, dia sudah dibutakan oleh amarah karna rasa cemburunya yang menggebu gebu pada raina
" huft .. aku harus sabar, tunggu saja raina kau akan kumiliki dan ketika itu terjadi aku akan mengurungmu dirumah kau hanya perlu melihatku dan melayaniku saja heheh" arga tersenyum tipis membayangkan itu
*pantai*
" rain kau tidak kelelahan" rey sambil memandang lekat wajah raina
" hmm lumayan lelah, tapi aku masih mau disini menikmati pemandangan laut" ucap raina sambil mengusap lembut perutnya yang mulai sedikit buncit walau pun tak terlalu terlihat jika orang lain tak memperhatikannya secara seksama
" baiklah" ucap rey datar lalu memandang hamparan laut di depannya dan sesekali angin sepoi sepoi menerbangkan rambut mereka. apalagi rey juga yang tampan ditambah raina yang begitu cantik dan mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih .
sedangkan joy hanya bisa memuji bahkan memandang raina dengan mata berbinar binar
__ADS_1
" sungguh cantik" batin joy dengan senyum tipisnya
tapi yang membuat joy heran adalah raina terus memegang perutnya seperti orang yang sedang hamil. tapi info yang didapat dari mata matanya bahwa raina belum menikah dan masih single sampai saat ini. hal itu membuat joy penasaran dan akhirnya memutuskan untuk mendekat agar bisa mengetahui pembicaraan mereka, joy berlagak seperti orang yang sedang menikmati pemandangan tapi sebenarnya dia sedang memasang telinganya baik baik untuk mendengarkan pembicaraan raina dengan pengawalnya
" rain apa kamu siap merawat anak anakmu nanti, apa rencanamu" tanya rey
" entahlah, tapi aku hanya ingin melahirkan anak anakku dan aku ingin menjadi ibu yang baik untuk mereka
deg deg deg
" aku harap laki laki brenzek yang memperkosamu, mendapatkan karma untuk itu" jawab rey dengan wajah memerah dan rahang mengeras
" sudahlah jangan bahas laki laki itu, lagi pula ini bukan anaknya ini itu anakku " raina mengatakannya dengan wajah datar dan tentu saja tetap mengelus lembut perutnya seakan yakin kalau ini sudah menjadi takdirnya
" ck ..baiklah, lupakan lelaki bodoh itu" rey mengatakan nya dengan kesal, dia tak bisa berbuat apa apa karna raina pun tak tahu mengenai laki laki itu
__ADS_1
" ayo kita pulang " ajak raina. dan rey pun mengikuti raina, mereka segera masuk mobil dan melajulah mobil tersebut
disisi lain joy seakan ingin berteriak dipantai itu, informasi yang didapat hari ini benar benar mencengangkan dan dia bingung apa yang harus dia katakan pada bosnya nanti tapi mau tidak mau dia tetap harus memberitahukannya. setelahnya joy segera melangkah dan segera masuk kedalam mobil dan menuju keperusahaan arga .sesampainya disana joy langsung masuk kedalam ruangan arga
" apa info yang kau dapat" tanya arga to the point
" kau yakin ingin mendengarnya?" tanya joy karna info yang akan disampaikannya nanti pasti akan membuat darah bos mendidih
" katakan saja" ucap arga santai sambil bersandar dikursi kebesarannya
" hmmm raina hamil bos " spontan joy mengatakan
gubrak...
" APA" bentak arga sambil memukul keras meja dihadapannya, matanya memerah dan rahangnya mengeras
__ADS_1
" dia diperkosa bos" joy kembali melanjutkan perkataannya , dia tidak mau menyimpan informasi itu karna takut jika arga mengetahui sendiri