Cinta Kelam

Cinta Kelam
Ku Pertahankan


__ADS_3

dilain sisi raina juga telah berbaring di tempat tidurnya. ia memikirkan bagaimana masa depannya nanti tapi mau gimana pun anak yang di kandung sekarang tetaplah anaknya


" aku harus kuat, demi anak - anak ku " raina sambil mengelus perutnya yang masih datar


tiba - tiba pintu kamar raina terbuka dan bisa ditebak siapa lagi yang bisa masuk ke kamarnya tanpa mengetuk dulu kalau bukan rey


" rain. lo itu katanya dari Rs ya? ngapain ?" tanya rey serius sambil memeriksa kening raina karena khawatir raina demam


" ah . apaan sih " raina sambil menepis tangan rey yang menyentuh tangan nya


" aku serius . loh ngapain di Rs?" rey lebih serius bertanya lagi


" hmm baiklah. aku hamil" spontan raina menjawab


" APA" teriak rey karena terkejut dengan apa yang dikatakan raina


" hmm" raina mengangguk


" apa karena kejadian di hutan itu?" rey masih penasaran dan tak percaya dengan apa yang di ucapakan raina


raina kembali mengangguk


" kamu serius? lalu bagaimana kamu mau ngegugurin dia" sambil menunjuk kearah perut raina

__ADS_1


" iya aku hamil, mengenai bayi bayi yang kukandung sekarang aku akan mempertahankan nya" raina menjawab dengan sedikit cuek walaupun dalam hatinya ia masih khawatir tentang nasib anak nya kelak apalagi tanpa sosok figur ayah


" hmm baiklah jika itu keputusanmu aku hanya bisa mendukungmu, tapi kenapa kau mengatakan bayi - bayi hmm pemborosan kata saja " ucap rey santai dan ia juga ingin mencairkan suasana yang sedang tegang sekarang


" ah lo. anak gue kembar " jawab raina ketus. walaupun ia tahu bahwa rey sebenarnya mencoba menghiburnya walaupun dengan lelucon yang receh dan garing


" beneran lo. wah langsung dapet dua, jago juga tuh pria brensek hahha " jawab rey sambil cengengesan


" loh senang gue diperkosa sampai bunting gini hmm" ucap raina seakan merajuk


" haha enggk , tapi yang penting gue bakalan bantuin apapun itu untuk loh. tenang saja " ucap rey sambil mengelus lembut pipi raina


" hmm makasih" ucap raina tulus dan tersenyum tipis ke arah rey


" hoek..hoek...hoek " raina tiba tiba mual dan segera berlari menuju kamar mandi. melihat itu rey menyusul raina karena khawatir


" loh nggak apa apa rain? " tanya rey


" hmm . cuman mual doang, sudah biasa kalau untuk orang hamil" raina lemas seketika dan belum lagi kepalanya sangatlah pusing


" hmm ya sudah ayo berbaring dulu . aku antar ya " rey kembali menenangkan raina dan membawanya untuk berbaring ke tempat tidur dan segera memberikannya air minum.


" rain istirahat ya" ucap rey. dan ketika hendak melangkah keluar kamar, raina memanggil rey

__ADS_1


" rey, belikan aku sate sekarang " pinta raina namun matanya tetap masih tetap tertutup


" ah yang benar saja rain, bukan nya lo nggak suka sate ya? " tanya rey heran karena dari dulu rainanya tak pernah menyukai yang namanya sate tapi sekarang malah ingin dibelikan


" hmm sekarang ya. aku kasih waktu buat loh 10 menit " ucap raina kembali dan perlahan membuka mata nya untuk memberikan tatapan seriusnya pada rey .


dan rey mengerti tatapan itu. dan ia pun mengangguk sebagai tanda mengerti


" baiklah rain , mungkin kau ngidam " gumam rey dalam hati


rey segera keluar dari kamar raina untuk mencari pesanan adik kesayangannya itu


setelah 15 menit rey kembali dan membawa pesanannya kedalam kamar raina


" lo terlambat rey 5 menit hmm nggak becus " raina ketus dan memandang rey dengan tatapan tajam


" gila, si rain kalau hamil galak benar " gumam rey dalam hati


" hukuman lo , hmm buatin gue nasi goreng sekarang " ucap raina tapi sambil memakan sate yang telah dibawa rey tadi


" nggak ada yang lain rain, misalnya membunuh atau menyiksa orang " rey memelas minta dikasihani


" nggak ada penawaran " raina kembali memandang rey seakan mau menerkam karena telah membantah ucapan nya

__ADS_1


rey mengangguk, dia tak ingin memperpanjang masalah karena ujung ujungnya tetap raina yang akan menang


__ADS_2