
" raina ini pesananmu" rey menyodorkan makanan itu dihadapan raina
" sudah nggak minat, sekarang saya maunya makan roti daging" raina kini telah meraih tasnya dan saat ini rey benar benar heran dengan tingkah laku bahkan gay berpakain raina
" rey ngapain liat saya begitu" ucap raina sambil melambaikan tangannya di depan wajah raina
" ah raina kamu pakai hijab?" rey heran dengan perubahan raina secepat itu padahal ia baru meninggalkannya beberapa jam yang lalu
" hmm iyya kenapa? aneh?" tanya raina penasaran
rey pun menggelengkan kepalanya, bukan syok saja tapi juga takjub raina terlihat sangat cantik dengan balutan hijab pink yang dikenakan seperti bukan ketua mafia saja
" rai kamu akan memakainya terus?" ucap rey kembali, karna setahunya orang yang berhijab tidak akan pernah melepaskan hijabnya kecuali didepan suaminya nanti
" hmm begitulah, ayo kau antarkan saya ke toko roti kejalan xxxx sekarang" raina langsung menarik tangan rey dan segera keluar rumah dan masuk kedalam mobil
dalam perjalanan tidak percakapan sama sekali rey terdiam dan masih mencerna ucapan raina jika raina berhijab maka ia tidak bisa membunuh orang bahkan menyiksa saja tidak bisa dan itu bisa membuat kacau blackrose karna sangat ahli dalam mengancam, menyiksa dan membunuh
__ADS_1
sedangkan raina sedang menikmati perjalannya sambil sesekali bayangan roti isi daging itu masuk kedalam mulutny. sesampai nya didepan restoran raina langsung turun dan tak menunggu rey untuk turun bersamanya
" rai tungggu " ucap rey khawatir karna melihat raina sedikit berlari masuk ke toko roti itu , sampai di dalam toko raina langsung memesan roti isian daging itu dan segera mengambil tempat duduk dipojokan dan lagi lagi rey hanya mengekor dibelakng raina
" rai kamu harus hati hati ingat kamu kan lagi hamil" ucap rey kembali
dan lagi raina mengabaikannya, setelah menunggu beberapa menit pesanan roti isian daging itupun datang dan raina tanpa ragu langsung memakannya dengan lahap dan rey hanya bisa tersenyum tipis sekaligus bahagia karna bisa melihat sisi lucu dari seorang raina dan mungkin ia akan menyimpan kenangan ini sebagai kenangan yang indah
dua meja dari dari rey dan raina terlihat arga yang dari tadi memandang raina dari kejauhan
" sayang kok kamu cuek sih sama aku?" dena kembali melayangkan jurusnya dengan nada merayunya
" tidak sama sekali" jawab arga singkat. ia tak peduli dengan dena yang ada dihadapanny sekarang karna matanya telah tertuju jelas pada sosok wanita cantik itu yaitu raina
" aku harus mendapatkannya, dia begitu cantik, wajah yang kecil, mata yang bulat, bulu mata yang lentik, hidung yang kecil ditambah bibir tipis yang merona, ingin sekali aku menculiknya sekarang " gumam arga dalam hati
" sayang apa sih yang kamu lihat? tanya dena curiga karna sejak tadi arga tak pernah memandangnya
__ADS_1
" tidak ada" ucap arga ketus
setelah 30 menit berlalu, raina pun telah menyelesaikan makannya dan menyuruh rey untuk segera membayarnya dan ia akan menunggu rey dalam mobil
namun pada saat raina sudah berada didalam mobil ada seseorang yang mengetuk kaca mobil raina
" tok tok tok permisi nona" ucap arga sopan
raina segera membuka pintu kaca mobil dan heran ketika melihat sosok lelaki tampan didepannya
" maaf ada apa?" ucap raina cuek
" saya arga nona boleh kita kenalan" ucap arga, sambil memperhatikan wajah cantik raina
" maaf, saya tidak suka memberitahu nama saya pada orang asing" raina kembali menekannkan bahwa ia tidak tertarik pada arga. dan arga melihat itu hanya menaikkan alisnya dan tersenyum tipis
" menarik, saya harus mendapatkannya" ucap arga dalam hati sambil menyusun rencana untuk bisa mendapatkan raina
__ADS_1