Cinta Kelam

Cinta Kelam
Tersiksa karenanya


__ADS_3

di lain sisi raina sedang berbaring di tempat tidurnya dalam keadaan lemah tak berdaya, tiba - tiba ada suara langkah kaki yang yang membuka pintu ke kamarnya


" rain bangunlah, kenapa kau bisa seperti ini?" gumamnya rey dengan suara memelas . rey bingung sebenarnya apa yang mereka lakukan pada raina setelah beberapa menit


tiba - tiba mata raina terbuka


" AaaaAaa" teriak raina dan langsung duduk


seketika rey yang ada di dekatnya pun terkejut


" ada apa rain?" rey heran


raina belum menjawab, ia mencoba menenangkan fikiran nya terlebih dahulu dan rey segera memberikan air minum untuk raina


" minumlah, lalu katakan apa yang terjadi padamu?" ucap rey. walaupun rey bawahan raina tapi mereka sudah seperti saudara kandung kemanapun raina pergi, rey selalu mengikuti dan melindungi raina


setelah diminum raina, gelas itu kembali diambil oleh rey dan disimpan di atas meja dekat tempat tidur.


" a..aku di perkosa" ucap raina spontan sambil menangis dan langsung memeluk rey begitu saja


" APA " bentak rey. dengan di ikuti mata yang telah memerah menahan amarah karena orang orang yang telah dianggapnya seperti adik sendiri telah dilecehkan orang lain


" bagaimana mungkin bisa terjadi? bukankah kau bisa melawan nya rain ? " ucap rey dengan nada tinggi sambil melepas pelukan raina dan menatap wajah raina dengan dekat seakan tak percaya apa yang telah terjadi


" aku diberikan suntikan pelemahan fisik . sehingga aku tak berdaya, a..aku merasa jijik dengan diriku sendiri rey" tangis raina pecah ia merasa seperti mendapatkan sebuah bencana yang sangat besar


" kamu tenanglah dulu, aku akan mencari orang itu dan kupastikan ia takkan muncul lagi dihadapanmu " ucap rey penuh penegasan


rey mengelus rambut raina, yang menandakan bahwa semua kejadian akan ia tangani dan akan melakukan balas dendam pada orang tersebut


" rain istirahatlah, aku akan mencari orang itu " ucap rey kembali dan beranjak meninggalkan raina didalam kamar


" lelaki brengsek itu, aku akan membunuhmu" teriak raina seakan menyesali kebodohannya karena tak berhati- hati sehingga masuk ke perangkap serigala buas seperti mereka


3 bulan kemudian setelah kejadian di hutan tersebut.

__ADS_1


" joy, bagaimana dengan ketua Black Rose kau sudah menemukannya? " tanya arga dengan ketus


"maaf tuan, belum ada informasi apapun tentangnya" joy dengan wajah sedikit pucat karena ia tahu tuannya akan marah jika apa yang diinginkannya belum tercapai apalagi sudah beberapa bulan belum ada kemajuan akan hal itu


" kau sangat bodoh joy, ini sudah 3 bulan dan bahkan identitasnya pun kau tak tahu. kau mau mati " teriak arga sambil melotot kerah joy


" mati aku " gumam dalam hati joy


" maaf tuan, sepertinya ketua geng black rose menyembunyikan identitasnya tuan bahkan kepada anak buahnya sekalipun " ucap joy cepat


" kau memeng bodoh, pergi sana cari dia kembali awas saja jika gagal, kau dan anak buah mu yang idiot itu akan aku gantung camkan itu " teriak kembali joy dan melempar vas kaca kelantai begitu saja


" saya permisi tuan " ucap joy


setelah kepergian joy, arga bersandar di kursi kebesarannya seakan masalah yang menimpanya tiada pernah habis namun tiba-tiba terlintas wajah raina kembali di benaknya


" ah sial, wanita itu lagi sampai kapan ia akan keluar dari fikirann ku. walaupun samar samar aku melihat wajahnya tapi kenapa aku selalu mengingat malam itu rasanya aku ingin menyentuhnya kembali, tapi kemana aku akan mencarinya?" ucap arga frustasi


* Sekolah SMA Pelita


" aku tidak apa- apa li " ucap rain pelan .


disekolah raina memeng dianggap sebagai wanita yang pintar, cantik, kalem dan lemah lembut, ia harus menunjukkan sikap yang berbeda ketika sedang berada di lingkungan sekolah atau pun di tempat lain kecuali ketika menjadi ketua black rose ia akan menjadi sangat kejam


" mending lo istirahat atau pulang aja gih, biar aku yang memberitahukan guru kita nantinya" ucap lili seakan menegaskan bahwa ia akan mengatasi gurunya itu


" lagi pula kan cuman ambil materi aja. kan satu bulan lagi kita ujian nasional dan selanjutnya lulus deh. wah senengnya" lili dengan mata berbinar - binar


" ok makasih li. mohon bantuannya ya" ucap raina kembali. dan lili mengangguk sebagai tanda setuju


raina segera melangkahkan kakinya menuju mobil. sebenarnya ia bukan hanya lemah dan pusing tapi juga mual sejak pagi tadi maka dari itu ia melajukan mobilnya kerumah sakit


sesampainya disana ia segera masuk dan mengantri setelah lama menunggu akhirnya ia dipanggil seorang perawat dan masuk keruangan dokter tersebut


" nona rain, anda masih sekolah?" tanya dokter itu sambil berbalik kearah raina

__ADS_1


" kak juna " teriak raina spontan


" loh rain kamu disini " ucap juna dengan wajah tersenyum


" iya aku sudah lama disini kak. kakak jadi dokter sekarang ?" tanya rain


" seperti yang kamu lihat, aku dokter yang tampan sekarang " ucap juna dengan bangga sambil merentangkan tangannya


" ah sudahlah. kakak memeng tak pernah berubah selalu menyombongkan diri " ucap raina menyinggung juna


" hahhaha iya. sekarang apa masalahmu?" tanya juna heran


" aku pusing dan mual kak " ucap raina ragu


" hmmm aku ingin tanya, kamu menstruasi terakhir kapan ? " juna dengan wajah penasaran


" tunggu dulu kalau tidak salah 3 bulan yang lalu kak, memengnya ada apa?" tanya raina yang lebih penasaran


" baiklah ikut aku sebentar " ucap juna sambil menarik tangan raina keluar dari ruangannya dan menuju keruangan sebelahnya


" dokter vina tolong lakukan pemeriksaan usg padanya sekarang " ucap juna spontan


" apa ini kak?" raina bingung karna tiba - tiba diperlakukan seperti ini


" lakukanlah dokter vina " ucap juna dengan suara agak membentak


dokter vina pun segera mengerjakan apa yang disuruhkan oleh juna. dokter vina mulai meletakkan alat dan jeli diatas perut raina dan terlihat jelas dua kantung rahim dan terdengar denyut jantung janin yang memenuhi ruangan tersebut. setelah melakukan pemeriksaan raina . juna, raina dan dokter vina duduk saling berhadapan


" bagaimana dok " ucap raina penasaran


" selamat nona raina anda sedang hamil 12 minggu dan terlihat ada dua titik dirahim anda , anak anda kembar " sambil tersenyum dokter vina mengatakan itu


seakan mendapatkan guncangan yang besar raina hanya bisa menangis tanpa mengeluarkan suara apapun . ia tak habis pikir dengan nasibnya sekarang


" baiklah dokter vina . tolong berikan saja resepnya kepadaku, bair aku yang akan menebusnya" ucap juna dan mengambil resep tersebut serta kembali menarik tangan raina dan menyuruhnya untuk menunggu di ruangannya sementara ia mengambil obat untuk raina.

__ADS_1


setelah juna pergi. raina tidak pernah berhenti menangis, ia juga tidak mungkin menggugurkannya karena ia juga sekarang mengerti bagaimana rasanya tidak dipedulikan oleh orang tua. tapi ia juga benci dengan keadaannya seperti ini .


__ADS_2