
juna pun telah menebus resep obatnya dan kembali menemui raina di ruangannya
" rain, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya juna dengan mimik wajah serius sambil mengelus rambut raina
" aku tersesat di hutan kak, dan dari belakangku tiba - tiba seseorang membekam ku hingga aku pingsan dan dia langsung melecehkan ku kak " ucap raina berbohong karena ia takut juna khawatir dengan kehidupan kelam yang ia jalani saat ini
" beritahu aku siapa orangnya rain" juna mulai lebih lembut karena takut raina tertekan akan keadaannya
" aku tak tahu siapa orangnya kak, dia memakai topeng kak " raina sambil menangis kembali
" kamu tenang saja aku akan membantumu menemukan laki - laki itu " juna kembali menenangkan raina
" makasih kak " raina sambil mengusap air matanya
" lalu bagaimana dengan kandunganmu? aku harap kau memikirkannya baik - baik sebelum membuat keputusan " juna berkata sambil memandang raina
" a.. aku akan merawatnya " ucap raina mantap
" kamu serius? " juna kembali mempertanyakannya
" iya, aku akan melindunginya karena aku ibunya kak " ucap raina serius
" hmm baiklah , semoga kamu mampu. tapi kamu harus kuat jika orang - orang di luar sana mencibir mu karena hamil diluar nikah. hmm kamu sanggup?" juna kembali menjelaskan konsekuensi yang akan di dapatkan raina jika membesarkan anaknya tanpa seorang ayah
" aku bukan wanita lemah kak dan aku yakin akan hal itu. lagi pula tinggal sebulan lagi aku bisa lulus SMA dan setelahnya aku akan fokus pada kehamilanku ini" raina kembali meyakinkan juna dengan keputusannya walaupun itu sangatlah berat
__ADS_1
" baiklah. aku harap adik rain yang cantik ini mau berbagi masalah padaku . janji kamu harus meminta bantuan ku jika sesuatu terjadi padamu " ucap juna sambil mengacak rambut raina
" ih kak rambutku kok di giniin, tapi terima kasih dan maaf mulai sekarang kakak akan repot karena ku " raina sambil menata kembali rambutnya dan mulai tertawa
" it's ok . I can hhahhaha " ucap juna dengan santai
" baiklah kak aku akan pulang sekarang"
" hati - hati dijalan. ingat minum obat yang dokter vina berikan dan jangan banyak pikiran itu berbahaya untuk kandungan mu " juna memberikan saran kepada raina agar lebih memperhatikan dirinya apalagi ia sekarang tengah hamil muda
" ok kak beres " raina membuka pintu ruangan juna dan melangkah keluar dari ruangan itu .
" rain kuharap kau bahagia adik kecilku " gumam juna dalam hati sambil melihat kepergian raina
* Club Malam
" ah.. kau ini jangan menggangguku " ucap arga ketus
" ini loh para wanita seksi ini, mau menemanimu " dika kembali membujuk arga dengan wanita yang telah disediakan para manjer sejak kedatangan mereka tadi
" biarkan saja , aku tak peduli " hardik arga
" ah kau, aku saja sudah memakainya satu dan kau tahu bagaimana nikmatnya hahahha" dika kembali menggoda arga agar mau bersenang - senang malam ini dengan wanita cantik dan seksi ini
" apa ini , wanita itu lagi yang ada difikiranku " ucap arga dalam hati
__ADS_1
BrakK
arga memukul meja kaca tersebut hingga pecah, dika dan para wanita seksi yang ada disekitarnya kaget karena sejak tadi, tidak ada yang membuat arga marah tapi kenapa sekarang ia nampak frustasi dan marah
" kenapa sih ga? " tanya dika heran karena tidak ada angin tidak hujan arga malah menunjukkan sikapnya yang arogan dan kejam
arga tak menjawab pertanyaan pertanyaan arga ia malah berdiri dan melangkah keluar dari club itu dan menuju ke mobilnya di sana sudah ada joy yang menunggunya
" silahkan tuan " sambil membukakan pintu mobil" ucap joy. sebenarnya ia heran karena baru saja beberapa menit tuannya masuk dan sekarang malah kembali dengan wajah yang dipenuhi emosi. joy pun memasuki mobil untuk mengantar tuannya kemanapun nantinya
" hmm aneh, biasanya ia akan kembali setelah beberapa jam apalagi kalau menyangkut soal wanita " gumam joy dalam hati
" joy . kita pulang " ucap juna singkat
" baik tuan " joy menganggukkan kepalanya tanda mengerti
diperjalanan arga hanya diam begitupun joy yang sedang menyetir sekarang. entahlah fikiran arga malam itu begitu kalut , bagaimana tidak hanya karena seorang gadis bahkan sudah mengacaukan hidupnya sedangkan dulu ia sudah sering meniduri para wanita dari kalangan atas yang cantiknya tentu di atas rata rata bodygoals tapi kenapa wanita yang telah ia tiduri dihutan itu terasa menempel terus di hatinya bahkan mengusik hidupnya, arga terus termenung hingga tak sadar bahwa ia telah sampai di apartemennya
" tuan sudah sampai" tanya joy pada arga
" tuan " ucap joy kembali sambil menepuk bahu tuannya karena tidak mendengarkan joy
" hmm" jawab arga singkat. dia segera turun dari mobil dan masuk kedalam rumahnya terlihat beberapa maid berjalan menghampirinya
" tuan. makan malam sudah tersedia tuan" ucap maid itu
__ADS_1
" kalian makan saja aku tidak lapar" ucap arga cuek sambil melangkah kan kakinya untuk naik keatas menuju kamar nya. sesampainya disana ia langsung merebahkan dirinya di atas tempat tidurnya. hingga ia terlelap.