Cinta Mu Semu

Cinta Mu Semu
KehamiLan


__ADS_3

Semua orang di ruangan kaget melihat kiyana pingsan, dan sontak kk joe berlari mendekati kiyana dan meletakkan kepala kiyana di paha nya dy mencoba menyadarkan nya tapi tidak bisa..


tidak lama papa dan yang lain pun sudah di dekat kiyana..


"Kiyana... ki..., bangun sayang..." ucap mama kiyana cemas sambil menepuk lembut pipi kiyana namun nihil.


"bawa ke kamar nya aja..." perintah papa kiyana.


kk joe pun menggendong kiyana menuju kamar kiyana menginap..


dokter diana yang pada saat itu hadir sebagai tamu pertunangan kk revan pun ikut pergi menuju kamar hotel kiyana..


di kamar hotel


joe membaringkan kiyana dengan hati-hati...


dokter diana memeriksa kiyana..


"gimana dok??" tanya mama kiyana cemas..


dokter menyuruh semua orang untuk pergi, dan itu membuat mama dan papa kebingungan tapi mereka mengikuti saran dokter diana.. dan setelah semua orang pergi, hanya tinggal mama, papa, kk revan, vika dan kk joe..


(kk joe tidak pergi karena sudah di anggap sebagai anak oleh papa kiyana)


"jadi, gimana keadaan kiyana dok?" tanya papa kiyana.


"begini pak,.. kiyana sedang hamil.. " ucap dokter diana.


sontak semua orang yang disitu kaget..


"apa....!? tidak mungkin dok, mungkin kamu salah periksa...mana mungkin anak saya hamil..." mama berteriak histeris, dy tidak percaya anaknya hamil.


"coba dokter periksa lagi..." ucap papa kiyana.


dokter pun memeriksa kiyana lagi dan hasilnya sama...


vika menggenggam tangan kk revan yang sedang terkulai lemas karena adik kesayangannya sedang mengandung namun ketika adiknya belum menikah..


mama menangis tersedu-sedu... sedangkan papa hanya bisa terduduk lunglai,..


kk joe yang mendengar kabar tentang wanita yang dy cintainya sedari dulu sedang hamil pun ikut terduduk lemas.. sebenarnya kk joe sudah menyukai kiyana dari dulu tapi dy tidak pernah mengutarakan isi hati nya karena takut merusak persahabatannya dengan revan..


kiyana mulai tersadar.. dy membuka matanya perlahan.. dy melihat semua orang yang berkumpul di kamar nya.. dy melihat ada dokter diana lalu dy juga melihat mama nya yang sedang menangis,..


"maa.... pa... kenapa kalian semua disini?" tanya kiyana pelan.


mama masih terus menangis..


"kenapa mama nangis??" tanya kiyana lagi.


papa mencoba bangkit dari sofa dan berjalan menuju ranjang kiyana, kiyana pun duduk di ranjang..


"katakan sama papa sebenarnya, siapa yang sudah menghamili kamu??" tanya papa menahan amarah.


sontak kiyana kaget seperti sedang di sambar petir,..


"maksud papa apa?" tanya kiyana tidak percaya


"kamu jangan bohong lagi...!! kami semua sudah tau kalo kamu itu lagi hamil..!!" bentak papa dengan nada tinggi.. amarah nya pun meledak meluap.


kiyana kaget melihat papanya yang tidak pernah marah, dan kini dy di bentak... dy pun menangis...


"ki.... kalo dokter boleh tau, kapan terkakhir kali kamu menstruasi?" tanya dokter diana lembut.


kiyana pun berpikir, benar... sudah lama dy tidak menstruasi .. dan kini mulai menyadari kalo dy terlambat datang bulan..


dengan terbata-bata kiyana menjawab pertanyaan dokter diana..


"ki, kamu sekarang sedang hamil...dan berarti usia kandungan kamu sekarang adalah 4 minggu, ki." ucap dokter diana lagi..


kiyana tidak percaya akan kata-kata dokter, air matanya terua turun membasahi pipinya yang gembul..


"papa tanya sekali lagi, siapa yang menghamili kamu???" bentak papa.


kiyana kaget,..


"di.. dio paa..." jawab kiyana sesenggukan...


"dimana alamat nya...?" tanya papa.

__ADS_1


kiyana pun memberikan alamat rumah,dan alamat kantor dio..


lalu papa, kk revan dan kk joe pun pergi menuju rumah Dio...


kiyana masih menangis , vika mencoba menenangkannya... sedangkan mama memilih untuk diam, dy tidak tau harus di taruh dimana wajahnya di depan teman-teman nya..


"vik.... gimana nih??" tanya kiyana menangis..


"lo sabar dulu ya.. biar mereka yang ngomong sama Dio.." ucap vika mencoba menenangkan kiyana.


"tapi, Dio sudah sebulan gak ada kabarnya vik.. semenjak kejadian itu dy gak pernah menghubungi gue lagi..." tangis kiyana semakin pecah..


sontak vika kaget, namun dy masih harus menenangkan sahabatnya...


DiRuangan Acara


Para tamu terpaksa di pulangkan oleh kk revan..


"mohon maaf atas ketidak nyamanan nya, karena adik saya sedang tidak sehat jadi kami membubarkan acara pertunangan hari ini.. sekali lagi kami mohon maaf sebesar besarnya..." ucap kk revan.


para tamu pun berhamburan pulang,namun di sisi lain..


"mungkin si kiyana lagi hamil..."


"ah masa?"


"kamu tau darimana jeng?"


"sedari tadi aku memperhatikan tingkah kiyana, dy mual-mual terus aku ikutin ke toilet, di toilet dy muntah-muntah.. trus dari gerak tubuhnya kepalanya pusing..kan seperti orang sedang hamil" jawab wanita itu..


"wah, yang bener kamu..."


dan mereka melanjutkan cerita gosip mereka, ternyata itu adalah teman-teman mama kiyana yang suka menggosip..


DiRumah Dio


papa, kk revan dan kk joe mencoba untuk menemui Dio namun Dio tidak ada dirumah..


pembantunya bilang sudah sebulan Dio tidak pulang kerumahnya..


lalu mereka mencari ke kantor nya, dan sekretaris nya juga bilang bahwa Dio juga sudah sebulan tidak ke kantor dan dy tidak tau keberadaan bos nya itu..


mereka pun mencari om nya Dio.. tapi om nya sedang ke luar negeri mengurus masalah kantor disana..


"pa, lain x kita cari lagi... ini sudah malam.." ucap kk revan.


papa pun menganggukkan kepalanya, mereka pun pergi balik ke hotel..


mereka kembali ke kamar kiyana..


"gimana pa?" tanya mama cemas.


"papa gak ketemu laki-laki brengsek itu, Dy uda sebulan gak pulang kerumah dan gak ke kantor", jawab papa marah..


"jadi bagaimana ini pa?? mau dimana di taruh muka keluarga kita..??" tanya mama lagi..


"Kita selesaikan masalah ini dirumah saja" jawab papa.


papa menyuruh semua orang untuk check out di hotel besok.


"besok kita pulang kerumah.... jadi bereskan barang-barang kalian, dan kamu joe. kamu kalo mau tinggal di hotel juga gpp" ucap papa


"maaf om, apa boleh saya menginap dirumah om karena tidak enak menginap di hotel sendirian", ucap kk joe.


"yasudah ,kamu nginap dirumah aja.. kalo kamu pulang ke itali juga nanggung karena pernikahan revan seminggu lagi" jawab papa lalu pergi menuju kamarnya..


setelah papa pergi, kiyana kembali menangis.. dy tidak tau apa yang harus di lakukan nya... dy kembali mencoba menelpon Dio namun hape nya masih tidak aktif....


"ki.. aku bantu beres-beres ya..." ucap vika sambil mempacking barang-barang kiyana.


sementara kk revan dan kk joe pergi keluar mencoba mencari Dio lagi.


kiyana hanya mengangguk pelan, hati nya sangat hancur...kini dy sudah membuat malu keluarganya, sedangkan Dio tidak juga muncul..


'apa yang harus aku lakukan?' batin kiyana dy memegang perutnya sambil meneteskan air mata...


"ki, barang lo uda gue beresin.. lo istirahat ya.. biar gue yang nemani lo disini..." ucap vika membujuk.


"gak usah vik, lo balik ke kamar lo aja.. gue gpp di sini sendiri.. lagian kan masih banyak yang harus lo urus untuk pernikahan lo nanti, makasih ya uda beresin barang-barang gue" ucap kiyana mencoba tersenyum.

__ADS_1


"iya sama-sama ki, lo kan sahabat gue.. maaf ya kemarin gue gak ada buat lo. gara-gara gue sibuk ngurusi acara pertunangan gue , lo malah kena masalah kayak gini..." ucap vika menyesal.


"iya gue gpp vik... ini semua salah gue karena gak bisa jaga diri..." ucap kiyana lagi.


"yaudah kamu istirahat ya ki... jangan mikir yang aneh-aneh.. kami semua sayang sama lo...", vika membelai rambut kiyana lembut..


kiyana hanya bisa mengangguk sambil mencoba tersenyum manis...


vika pun pergi meninggalkan kiyana sendiri di kamarnya..


setelah vika pergi, kiyana kembali menangis... hati nya tidak sanggup menahan perlakuan orang-orang terhadap keluarga nya nanti...


mau di taruh dimana muka papa nya.. seorang pengusaha kaya no.1 tidak bisa menjaga anak perempuan satu-satu nya..


apa kata orang-orang nanti.. bagaimana teman-teman mama nya mempermalukan mama nya...


kiyana menangis tersedu-sedu..


dy memukuli perut nya...


menyesali perbuatannya..


dy bangkit dari ranjang dan mengunci pintu kamarnya..


dan dy pergi ke kamar mandi, dan menghidupkan shower.. kiyana membasahi seluruh tubuhnya dari kepala hingga kaki dengan masih memakai gaun pesta tadi..


hati nya hancur tidak beraturan.. dy terus menangis dengan tersedu-sedu.. dy duduk di sudut dekat bathtub.. pikirannya kacau...


tok tok tok


vika mengetuk pintu kamar kiyana, dy balik lagi ke kamar kiyana setelah mengganti gaun nya..


namun tak ada sahutan dari dalam..


tok tok tok..


"ki... lo di dalam??" teriak vika.


tak ada balasan.


vika mencoba menelpon kiyana tapi hape nya tidak aktif. vika mulai panik, dy pun menelpon kk revan untuk memberitahu tentang kiyana yang tak kunjung membuka pintu padahal sebelum dy pergi tadi pintu nya tidak di kunci.


kebetulan kk revan sudah sampai di lobby hotel ,dy memberitahu joe tentang kejadian kiyana yang di kabari oleh vika barusan dan dy mereka membagi tugas, kk revan meminta kunci duplikat kamar milik kiyana, dan kk joe langsung ke kamar kiyana..


kk joe langsung berlari secepat mungkin.. hati nya sangat mencemaskan kiyana.


kk joe pun sampai di depan kamar kiyana..


"gimana vik? masih belom bisa di buka?" tanya kk joe.


"belom kak" jawab vika panik.


"yaudah kamu kasih tau om dan tante, biar aku coba dobrak pintu ini" ucap kk joe.


kk joe mencoba mendobrak pintu tapi tidak berhasil. sementara vika berlari menuju kamar papa dan mama kiyana..


kk revan pun sampai dengan pegawai hotel.


mereka membuka pintu kamar kiyana.


setelah pintu terbuka, kk joe dan kk revan langsung masuk mencari keberadaan kiyana..


namun mereka tidak menemukan kiyana di ranjang.


kk joe mendengar suara air dari kamar mandi,


dy mengetuk pintu terlebih dahulu, siapa tahu kiyana sedang mandi.


"ki.. kamu lagi mandi?" tanya joe coba tenang..namun tidak ada sahutan.. lalu kk revan pun menghampiri kk joe..


"joe kita dobrak ajaa..." ucap kk revan.


dan mereka langsung mendobrak pintu kamar mandi.


BRAKKKK


pintu pun terbuka.....


__ADS_1


Bersambung..


terima kasih sudah mengikuti cerita ini, jangan lupa berikan like dan koment nya ya guys... :))


__ADS_2