
di restoran hotel
joe sedang mencari manager restoran.
"permisi pak, bisakah saya bertemu dengan manager anda. saya ada keperluan penting", ucap joe kepada sala satu pelayan.
"sebentar ya pak", lalu pelayan itu datang bersama lelaki yang memakai jas.
"ada yang bisa saya bantu pak?", tanya manager.
joe meminta ijin kepada manager restoran untuk menumpang masak di dapur.
"Permisi pak, saya mau minta ijin untuk memakai dapur anda untuk memasak", ucap joe sopan. (pake bahasa jepang ya guys, maafkan author yang tidak pandai berbahasa jepang)
"maaf, tapi buat apa anda memasak? bukankah bila anda ingin makan, anda tinggal memesan saja. apa makanan disini tidak enak?", tanya manager heran.
"bukan begitu pak, makanan disini memang sangat enak. tapi istri saya ingin saya memasak untuknya", ucap joe menjelaskan.
"maaf sekali lagi tuan, tapi saya tidak bisa memberikan ijin, saya takut nanti terjadi apa-apa", ucap manager ragu.
manager menolak permintaan joe karena dy takut dapur nya nanti terjadi apa-apa. atau bisa saja nanti joe berbuat jahat pada restoran ini dengan memasukkan sesuatu di makanan misalnya kecoa, begitu lah isi pikiran manager tadi.
"tenang saja pak, saya berjanji tidak akan terjadi apa-apa pada dapur dan restoran anda. saya lumayan pintar memasak. lagi pula, istri saya sedang mengandung pak, dan saat ini dy sedang ingin makan bakso buatan saya.. saya mohon agar bapak bisa mengijinkan saya untuk memasak di dapur anda", ucap joe meyakinkan.
"istri anda sedang mengandung? benarkah itu? selamat ya pak. istri saya pun juga sedang mengandung sekarang, kemarin dy juga meminta saya memasak untuknya", ucap manager turut senang.
dan akhirnya manager nya pun memberikan ijin dengan senang hati. karena istrinya juga sedang mengandung.
"mas, dy bilang apa?", tanya kiyana yang sejak tadi berdiri seperti patung, dy tidak mengerti tentang percakapan joe dan manager itu.
"dy bilang kita boleh memakai dapurnya, asal jangan di ledakkan.", ucap joe nyengir.
kiyana mencubit lengan joe, joe hanya tertawa.
joe membawa barang belanjaan yang mereka beli di supermarket tadi.
para koki melihat gerakan gesit joe yang sangat cekatan.
"apa kamu seorang koki?", ucap salah satu koki.
"tidak pak, saya hanya seorang pengusaha", jawab joe santai sambil memasak.
"benarkah? tapi cara kamu memasak sangat lah luar biasa, saya pikir kamu koki baru disini", ucap koki itu lagi.
joe tertawa renyah.
"mama saya seorang koki dulu, dan dy sering mengajarkan saya memasak. kami juga sering masak bersama", ucap joe lagi
"oo pantas saja, yasudah kamu lanjutkan saja memasak mu, saya juga akan lanjut bekerja", ucap koki itu lalu pergi.
beberapa saat kemudian.
"sayang, kamu nunggu di meja depan aja. ini makanan nya udah mau siap kok, ntar mas antar kesana", ucap joe lalu tersenyum tampan.
kiyana pun menurut, dy duduk di meja restoran.
tidak berapa lama joe datang membawa bakso pesanan kiyana.
"silahkan dinikmati baksonya nona cantik", ucap joe tersenyum.
kiyana membalas senyuman joe.
kiyana mencicipi bakso buatan suaminya.
"hmm enaak mas, kiyana gak nyangka selain masak pisang goreng, ternyata mas juga pintar membuat bakso", ucap kiyana sambil menikmati baksonya.
"apapun yang kamu minta, mas bisa masakin buat kamu sayang", jawab joe senang. dy senang melihat kiyana makan dengan lahapnya.
"mas kok bisa pinter masak? belajar dimana?", tanya kiyana penasaran karena masakan suaminya enak banget.
"mas belajar dari mama sayang. dulu kalo pas mama masak, mas selalu perhatiin. abis itu mas minta ajarin sama mama, mama dengan senang hati ngajari mas masak. setelah itu, kadang-kadang kalo pas mas gak ada kerjaan di kantor, kami masak bersama", jelas joe.
"wah, gak nyangka ternyata kiyana dapet suami paket komplit", ucap kiyana senang.
"maksud nya apa sayang?", tanya joe mengerutkan dahinya tidak mengerti.
"maksudnya, kiyana dapat suami itu udah tampan, sabar, kaya, sukse, bertanggung jawab dan pinter masak pokoknya komplit deh", jelas kiyana lagi. lalu kiyana melanjutkan makannya.
joe tertawa mendengar ucapan kiyana.
beberapa saat kemudian.
"permisi pak", sapa manager tadi.
__ADS_1
joe dan kiyana menoleh melihat manager tadi.
"ada apa pak?", tanya joe bingung.
"begini pak, pengunjung restoran saya ingin mencicipin bakso buatan anda. saya sudah bilang pada mereka bahwa itu bukan menu dalam restoran, tapi tuan dan nyonya itu bersikeras ingin mencicipi bakso buatan anda karena mereka melihat istri anda makan dengan lahap sekali", jelas manager.
kiyana mengerutkan dahinya tidak mengerti dan joe pun menjelaskan pada kiyana.
"emang bakso nya masih ada mas?", tanya kiyana.
"baksonya masih ada di dapur", jawab joe.
"yaudah kasih aja mas", ucap kiyana lagi.
"ntar kamu nya gimana kalo mau lagi?", tanya joe.
"kiyana gak mau lagi mas, kiyana udah kenyang. kamu kasih aja mereka", jawab kiyana yakin
dan akhirnya joe kembali ke dapur dan menyajikan bakso kepada tuan dan nyonya tadi.
"mohon maaf jika rasanya tidak enak", ucap joe sopan.
"tidak apa-apa, kami hanya ingin mencicipi saja", ucap tuan itu tersenyum.
dan mereka pun mencicipi bakso buatan joe,
"hmmm.. enak.. enak banget.. saya suka masakan kamu", ucap istri tuan itu.
"benar, enak sekali... terimakasih karena anda sudah mengijinkan saya untuk mencicipi makanan ini", ucap tuan itu.
"sama-sama pak..", ucap joe tersenyum.
joe pamit kembali ke meja dimana kiyana duduk.
tidak lama kemudian, para pengunjung lain yang melihat mereka tadi pun ikut ingin merasakan masakan joe.
"wah, hebat kamu mas.. dalam 1 jam kamu udah jadi koki terkenal", goda kiyana.
joe hanya tertawa saja.
"permisi pak, tuan dan nyonya ini ingin membayar bakso buatan anda. tadi mereka ingin membayar kepada restoran kami, tapi saya tidak berhak mengambil uang mereka karena itu bukan menu restoran kami.", jelas manager.
"berapa yang harus saya bayar untuk bakso tadi pak?" tanya tuan itu.
dan pasangan suami istri itu pun tersenyum mendengar ucapan joe. mereka senang bertemu dengan orang baik seperti joe.
"kalo begitu terimakasih ya pak, kami permisi dulu", ucap tuan itu. lalu pergi.
joe mengangguk.
di kamar hotel**
"kiyana gak nyangka ternyata suami kiyana ini selain tampan, kaya, sabar, pintar masak ternyata juga baik hati..", ucap kiyana merebahkan pantatny di sofa.
"jadi kamu baru tau kalo suami kamu ini baik hati?", ucap joe
"iya mas. tapi ya mas, coba kalo tadi mas ambil aja uang yang para pengunjung itu berikan pasti kiyana udah bisa beli baju baru", goda kiyana dengan senyum di buat-buatnya.
"trus mas, waktu kamu kasih resep bakso tadi ke manager. kan kamu bisa minta uang sebagai hak cipta masakan buatan kamu", goda kiyana lagi.
joe gemas melihat tingkah istrinya yang menggodanya. joe menggelitik pinggang istrinya gemas. kiyana tertawa menahan geli.
"oh ya sayang, nanti sore kita ke dokter yuk..", aja joe.
kiyana mengerutkan dahinya bingung.
"siapa yang sakit mas? kamu sakit mas abis masak bakso tadi?", tanya kiyana penasaran, dy membolak balik tangan suaminya memeriksa apakah ada luka atau tidak.
"bukan loh sayang, mas mau kamu di periksa", jawab joe.
kiyana masih mengerutkan dahinya, dy masih belum mengerti ucapan suaminya. joe pun menjelaskan ketika mama nya menelpon tadi.
"ah yang benar mas, yaudah kalo gitu sekarang aja kita kedokter nya", girang kiyana sambil menarik tangan joe untuk bangkit dari sofa.
mereka pun pergi ke dokter.
**
di rumah sakit
kiyana sudah selesai di periksa.
__ADS_1
"gimana dok?", tanya joe yang sejak tadi menunggu di meja dokter.
"selamat pak, anda akan menjadi seorang ayah. istri anda sedang mengandung", jawab dokter senang.
kiyana yang tidak mengerti menyikut lengan joe.
"apa kata dokter mas?", tanya kiyana.
"sayang, kamu hamil sayang.. kamu bakal jadi seorang ibu..", ucap joe senang sambil memegang kedua pipi kiyana hingga pipinya terlihat gembul.
"wah yang benar mas, kiyana hamil mas.. kiyana akan jadi seorang ibu mas", kiyana tidak percaya akan apa yang didengar nya barusan. matanya berkaca-kaca bahagia.
joe mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum senang. mereka pun berpelukan. dokter hanya tersenyum senang melihat mereka.
mereka pun pamit kepada dokter.
**
di perjalanan balik ke hotel
"Sayang, hari sabtu nanti mama sama papa kan ulang tahun pernikahan, gimana kalo pas pesta aja kita beritahu mereka tentang kehamilan kiyana", ucap kiyana semangat.
"boleh juga tuh sayang, kita kasih kejutan buat mereka ya sayang", jawab joe dengan menggenggam tangan kiyana lalu menciumnya.
"kamu mau anak cewek atau cowok yank?", tanya kiyana.
"kalo mas sih cewek atau cowok gak masalah, yang penting anaknya sehat", jawab joe.
"iya sayang, kiyana udah gak sabar nunggu anak kita lahir.. ntar klo anaknya cewek kiyana beri nama Kaila Raditya, trus kalo anak nya cowok namanya Arfano Raditya, boleh kan mas?", ucap kiyana sambil tersenyum senang.
"iya boleh dong sayang..", joe mengelus rambut kiyana lembut.
"oh ya sayang, kita shopping yuk.. beli baju baby kita. mumpung kita di jepang", ucap kiyana antusias.
"besok aja ya sayang, kamu kan hari ini udah seharian jalan-jalan, ntar kamu kecapean. kasian baby kita", bujuk joe.
"tapi besok kan kita uda harus balik ke indonesia, mas gak senang ya kiyana hamil?", sungut kiyana bibirnya manyun ke depan.
"bukan gitu sayang, siapa juga yang gak senang kalo istrinya hamil. besok kan kita berangkatnya sore, jadi paginya masih bisa belanja", bujuk joe sambil mengelus tangan kiyana.
"yaudah deh..", kiyana mengangguk pelan.
keesokan harinya.
kiyana dan joe sedang sibuk berbelanja membeli peralatan bayi.
"sayang, baju baby nya lucu-lucu banget.. kiyana bingung mau beli yang mana.. trus mau beli baju cowok atau cewek, soalnya kan kita belum tau anak kita jenis kelamin nya apa?", kiyana nyerocos tidak berhenti seperti kereta api.
"kamu beli aja 22nya, baju cowok dan cewek. ntar kalo anak kita cowok, baju cewek nya kan bisa di simpan buat anak kedua kita", goda joe.
"iih kamu mas.. satu aja belum lahir, udah mikirin buat lagi", sungut kiyana.
joe tertawa renyah..
setelah kiyana puas berbelanja mereka pun kembali ke hotel untuk bersiap-siap pulang.
di hotel**
Kiyana sibuk mengepak barang ke dalam koper. sementara joe sibuk memandangi wajah istrinya yanh cantik.
"kamu bantuin kiyana dong mas, biar cepat selesai. jangan liatin kiyana mulu", sungut kiyana yang sejak tadi merasa risih di liatin oleh suaminya terus.
joe tersenyum tampan.
"abis kamu cantik sih, apalagi pas hamil gini. aura cantik nya makin kuat", goda joe.
"iih, gombal.. ntar kalo perut kiyana uda gede trus badan kiyana tambah ndut, mas pasti gak muji-muji kiyana lagi", sungut kiyana.
"gak dong sayang, walaupun kamu makin ndut dan perut kamu makin gede, mas tetap akan selalu memuji kecantikan istri mas ini, karena kamu memang sangat cantik", jawab joe sambil mengelus pipi kiyana.
wajah kiyana merona malu seperti tomat.
joe yang melihat wajah kiyana yang merah pun tersenyum, lalu joe mencium lembut bibir kiyana. kiyana membalas ciuman joe, lumatan panas pun terjadi, tangan joe masuk ke dalam baju kiyana, namun tiba-tiba kiyana menolak joe ke belakang hingga joe terpental ke lantai. kiyana menutup mulutnya dan bergegas berlari menuju kamar mandi..
Hoekkkk.... Hoekkk...
Bersambung...
__ADS_1