
Pagi Hari..
kiyana keluar dari kamar dengan berpakaian sangat rapi...
"Pagi ma, pagi kk revan, pagi kk joe..", sapa kiyana.
"Pagi...", jawab mereka serentak.
"ki, lo hari ini ya sidang nya..??" tanya kk revan.
"iya kk, hari ini jadwal nya kiyana sidang.. doakan kiyana supaya sidang nya sukses ya kk...", jawab kiyana.
"iya, kk doain supaya sidang lo berjalan lancar...", ucap kk revan lagi.
"ki, kamu ke kampus nya di antar sama joe aja ya nak.. kamu kan masih mual dan pusing nanti kamu kenapa-kenapa di jalan", ucap mama khawatir.
"gak usah deh ma, kiyana bisa pergi naik taksi aja..", jawab kiyana.
"gak, kamu di antar sama joe aja.. lagian kan joe lagi liburan disini, dy lagi gak ada kegiatan jadi mending dy anterin kamu ki...!", ucap mama dengan nada perintah.
"gimana joe, kamu mau kan ngantar kiyana ke kampus..?", tanya mama.
"iya tante..", jawab joe.
lalu mereka melanjutkan serapan mereka.
setelah selesai serapan.
joe mengantar kiyana sampai di kampus.
joe membukakan pintu mobil untuk kiyana.
"gak usah repot-repot kk..", ucap kiyana tidak enak.
"gpp ki...kamu hati-hati ya.. kalo ada apa-apa telepon kk aja, nanti kalo uda selesai sidang dan mau pulang hubungi kk aja, biar kk jemput", jawab kk joe.
"makasih ya kk, kiyana pamit dulu. doain sidang kiyana lancar ya kk..", ucap kiyana.
"iya, sama-sama... kk doain supaya sidang kamu lancar dan dapat nilai tinggi..", ucap kk joe menyemangati.
kiyana pun masuk ke dalam kampus,
setelah joe tidak melihat kiyana lagi, dy pun melakukan mobilnya..
di kampus semua orang berbisik-bisik melihat ke arah kiyana..
kiyana merasa risih, dy pun mempercepat langkah kakinya menuju ruang sidang.
namun belum lagi sampai ke ruang sidang , dy di cegat oleh Sylvi dan teman-temannya.
"ehm ehm... ada Bumil masuk kampus, masih punya muka juga rupanya dy", sindir Sylvi.
kiyana tidak membalas. dy hanya menundukkan kepala nya.
begitu cepat kabar kehamilan nya menyebar di kampus,
'pasti para tamu di pesta pertunangan kemarin yang sudah menyebarkan nya', batin kiyana.
karena tamu kemarin juga adalah teman-teman kampus kiyana dan vika.
"makanya kalo bercinta itu pake safety, jadi gak kebobolan", cibir teman Sylvi yang lain. mereka pun tertawa.
kiyana semakin mempercepat langkah kakinya..
di ruang sidang
kiyana berusaha untuk fokus,
samar-samar dy mendengar teman-teman nya membisikkan tentang dy.
dy terus belajar dan tidak menghiraukan bisikan teman-teman kampus nya.
ada yang mengintip dari jendela untuk melihat perut kiyana sudah membesar atau belum.
ada juga yang menyindir dari belakang, termasuk sylvi yang saat itu juga ikut sidang.
hingga namanya di panggil untuk maju pun dy tidak mengubris teman-teman yang menyindirnya..
Setelah selesai sidang,
kiyana langsung keluar ruang sidang, sedari tadi dy sudah merasa sesak untuk menahan air matanya..
dy berlari menuju kamar mandi..
"awas jatuh bumil, ntar bayi nya nangis..", ejek salah satu temannya. dan yang lain pun tertawa.
kiyana terus berlari hingga sampai di kamar mandi, dy menangis dengan menutup mulut nya menahan suaranya agar tidak terdengar oleh orang lain.
dari luar terdengar suara para mahasiswa sedang membicarakan Dio yang sudah kembali.
__ADS_1
"gue semalam liat Dio di mall bersama dengan cewek sexy..", ucap seseorang.
"hah, lo yakin?? trus si kiyana mau di kemanain itu. kan dy lagi hamil.." ucap seseorang lagi.
"mungkin di campakkan sama si dio.. ibarat pepatah habis manis sepah di buang..", timpal seseorang lagi.
lalu mereka tertawa dan lama-lama suara mereka menghilang.
kiyana menangis tersedu-sedu dengan masih menutup mulutnya.
'Dio kenapa kamu kejam banget sama aku?', batin kiyana.
setelah dy tenang, dy pun keluar dari kamar mandi dan kembali ke ruang sidang.
pengumuman sidang sudah keluar,
kiyana lulus sidang. dy sangat bahagia dan dy langsung pergi meninggalkan kampus menuju rumah Dio.
rumah dio
ting tong.. (suara bel)
criiittt (pintu gerbang terbuka)
"bi.. Dio nya uda pulang?", tanya kiyana.
bibi memandangi kiyana yang semakin kurus, terakhir dy bertemu dengan kiyana tubuhnya masih terlihat berisi dan wajahnya juga cantik bersinar. tapi kali ini berbeda, bibi melihat kiyana sangat menyedihkan. wajah nya pucat dan pipinya semakin tirus. bibi sangat prihatin melihat keadaan kiyana yang terus mencari Dio.
"Tuan Dio nya ada non, baru semalam pulang..", jawab bibi jujur.
lalu menyuruh kiyana masuk.
dan mempersilahkan kiyana duduk.
bibi pun pergi untuk memanggil Dio.
tok tok tok
"tuan ada tamu...", ucap bibi.
"siapa bi?" tanya Dio seraya membuka pintu kamarnya.
"namanya kiyana...", jawab bibi.
"Oh.. yaudah Dio bentar lagi kesana", ucap Dio
bibi pun pergi meninggalkan Dio.
"dioo.... kamu kemana ajaa??", ucap kiyana yang hendak memeluk Dio, dy berpura-pura tidak tau tentang apa yang di dengar nya tadi di depan kamar mandi.
Namun dio menolak.
"Gue ada banyak kerjaan..", jawab Dio dingin.
"Dio.. aku Hamil", ucap kiyana.
"Lalu...?? apa urusan nya sama gue??", Dio membuang muka.
"kok kamu ngomongnya kayak gitu Dio?? aku tuh lagi hamil anak kamu... ini anak kamu Diooo..", kiyana menarik tangan Dio untuk melihat mata Dio lalu memegang perutnya. matanya mulai berkaca-kaca.
"aku tidak mau anak itu.. kamu gugur kan saja dy..!!", teriak Dio.
sontak kiyana kaget mendengar ucapan dio, air mata kiyana tumpah,hati nya hancur.. dy seperti sedang di sambar petir .
"kamu jangan kayak gitu dio, bayi ini gak bersalah Dio... kenapa kamu tega mau membunuh nya..", tangis kiyana pecah.
"kalo lo gak tega menggugurkan nya, yaudah lo lahirkan aja anak itu, tapi jangan harap gue mau menganggap anak itu!", ucap Dio tegas.
kiyana menangis tersedu-sedu..
"Sudah lah jangan menangis disini...lebih baik lo pergi dari sini, dan gugurkan anak itu", ucap Dio..
"tapi ini anak lo Dio", ucap kiyana sambil menangis terisak-isak.
"Gue kan udah bilang, gua gak mw anak itu, dan gue gak mau ketemu lo lagi, selama ini gue deketin lo karena gue mw balas dendam, gue mau balas semua perbuatan papa lo ke mama gue..!", ucap Dio dengan nada tinggi.
"memang nya apa yang udah papa perbuat sama tante..?", tanya kiyana terisak-isak.
Dio menceritakan tentang apa yang terjadi dengan mamanya.
"Lo pernah menanyakan mama gue sama bibi kan??", tanya Dio.
kiyana mengangguk.
"udah bertahun-tahun mama gue koma, dan itu adalah karena perbuatan papa lo!", Dio menunjuk kiyana.
kiyana kaget..
"ta..tapi apa yang dilakukan papa?", tanya kiyana.
__ADS_1
Flash back Dio
Dulu papa Dio memiliki 2 sahabat.
dy adalah Dyandra (papanya kiyana), dan Dika (Adiknya papa kiyana).
sebelum mereka sukses seperti sekarang,
mereka tinggal di sebuah apartemen murah letak nya pun bersebelahan.
papa kiyana dan papa Dio sudah menikah, hanya om dika yang belum menikah karena om dika masih mau bersenang-senang, om dika suka bermain perempuan..
walaupun mereka sudah berkeluarga tapi persahabatan mereka tetap berjalan.
saat itu Dio berumur 7 tahun, dan dy bersahabat dengan revan..
suatu hari,
mama kiyana pergi membawa revan mengunjungi saudara mereka di bandung. dan harus menginap karena hujan yang sangat deras.
om dika saat itu sedang berulang tahun,
dy mengajak papa kiyana dan papanya Dio untuk minum di club.
setelah mereka mulai mabuk.
papa kiyana permisi pamit pulang duluan karena dy takut mama kiyana sudah pulang. papa kiyana tidak tau kalo mama kiyana akan menginap. karena saat itu hp nya habis baterai, mama kiyana tidak bisa menghubungi papa kiyana.
papa kiyana pun pulang sendiri, sementara papa Dio dan om dika masih melanjutkan minum-minum nya.
setelah sampai di apartemen,
papa kiyana yang dalam keadaan mabuk mencoba memeluk mama Dio, Dio yang sedang tidur me dengar teriakan mama nya dari luar kamar, dio pun bangkit dan berjalan mengendap-endap menuju pintu.
Dio melihat papa kiyana sedang memaksa mamanya untuk mencium papa kiyana. namun mamanya memberontak.
Dio yang saat itu masih kecil tidak berani untuk melawan. dy langsung menutup pintu kamar nya dan menangis tanpa suara. dy sangat ketakutan hingga akhirnya dy tertidur di lantai.
tidak berapa lama,
Dio terbangun karena mendengar suara gaduh dari luar. dy pun mengintip dari balik pintu.
dy melihat papa nya sedang memukul seseorang tapi dy tidak melihat wajah orang itu. lalu orang itu berlari keluar di sertai oleh papanya..
sedangkan mama nya sedang menangis terisak tanpa dibalut pakaian.
Dio berlari keluar kamar menghampiri mamanya, dy pun ikut menangis melihat mamanya.
mamanya memandangi Dio, dan memeluk Dio erat.. dan tidak lama mamanya jatuh pingsan..
Dio panik, dy hanya bisa menangis berteriak memanggil papanya..
beberapa saat kemudian papanya kembali,
dan kaget melihat mama Dio sedang terbaring di lantai.
sontak papa dio membawa mama dio ke kamar, dan memanggil dokter.
tidak lama dokter pun datang dan memeriksa mama dio, dan dokter bilang tubuh mama Dio sangat lemah, dy seperti tidak ada semangat untuk bangun..
Lalu dokter menanyakan kepada papa dio tentang apa yang terjadi kepada mama dio, sebelum papa Dio menjawab pertanyaan dokter, papa Dio menyuruh Dio menunggu diluar kamar. dan papa Dio menutup pintu kamar.
Dio berusaha menguping, namun dy tidak Dapat mendengar apa pun.
akhirnya Dio pun duduk di depan pintu kamar mama nya, dy mengingat apa yang terjadi dengan mama nya sebelum dy pingsan..
tidak terasa air mata Dio menetes.
tidak lama dokter dan papa Dio keluar dari kamar dan dokter pun pamit pulang.
dio tidak tau sakit apa yang alami mamanya, dy bertanya kepada papa nya dan papanya hanya bilang mama sedang sakit jadi Dio harus menjaga mamanya. dy terus menunggu mama nya untuk bangun hingga dy tertidur di samping mamanya..
esok hari nya, ketika Dio bangun.. Dio sudah berada di rumah yang sangat asing bagi nya..
yaa.. papa Dio memutuskan pindah rumah, Dio yang saat itu masih tertidur pun di gendong langsung oleh papanya.. dan mama nya di bawa kerumah sakit,dan dinyatakan koma.
Dio berusaha mencari apartemen nya yang lama. dio ingin memukul papanya revan karena telah membuat mamanya sakit tidak bangun-bangun. namun karena dy masih kecil, dy tidak mengingat jalan ke arah mana apartemen lama nya ,
dio juga berusaha memberitahu papanya tentang perbuatan papa nya revan kepada mama nya namun setiap kali Dio menyinggung tentang mamanya, papa Dio marah dan tidak mau mendengar..
sudah bertahun-tahun mamanya di rumah sakit tapi tidak juga sadar.. hingga membuat papa Dio putus asa, dan pada suatu hari papa Dio mabuk-mabukan ketika papa Dio ingin pulang kerumah, papa Dio malah mengalami kecelakaan..
Hal itu semakin membuat Dio sakit hati dan membuat dendam di hati nya semakin kuat...
'karena ulah papa nya revan, aku tidak punya papa lagi... karena ulah papa nya revan, mamaku terbaring dirumah sakit', batin dio sambil menangis terisak di depan pemakaman papanya..
lalu om nya Dio membawa Dio pulang kerumahnya hingga sekarang om nya lah yang merawat Dio dan meneruskan perusahaan papanya...
FlashBack Off
__ADS_1
//__//_____