Cinta Mu Semu

Cinta Mu Semu
Masa Kritis


__ADS_3

Dirumah Dio


Dio sedang duduk sambil menundukkan kepalanya di sudut kamar..


seluruh kamarnya berantakan..


hati nya hancur..


perbuatan nya yang menghamili kiyana membuatnya sangat menyesali perbuatannya..


dy membayangkan saat kiyana bilang bayi nya sudah meninggal saat dy menyuruh kiyana aborsi.


tanpa sadar air matanya mengalir deras..


dy menghancurkan kamarnya.


brakkkkkk


bibi yang kaget langsung bergegas mendatangi kamar Dio..


bibi melihat seluruh kamar bagai kapal pecah.


bibi mencari-cari dimana Dio berada.


ternyata Dio sedang terbaring di lantai samping tempat tidur , di sudut kamar.


bibi melihat keadaan Dio yang sangat memprihatinkan..


bibi yang sudah mengurus Dio sejak kecil, sudah menganggap Dio seperti anaknya sendiri.


"tuan...", panggil bibi dengan hati-hati.


Dio mendongak kan kepalanya,


lalu memeluk bibi yang di anggap nya sebagai ibu angkatnya.


"tuan kenapa??", tanya bibi menahan air matanya.


"Dio salah bi, Dio salah......", ucap Dio menumpahkan tangisan nya di pelukan bibi.


"salah kenapa nak??", tanya bibi.


air mata bibi tak bisa di bendung lagi..


"Dio bersalah pada kiyana bi.. Dio jahat sama kiyana....", ucap Dio masih menangis.


"apa yang kamu perbuat pada kiyana?", tanya bibi terisak.


Dio menjelaskan tentang semua perbuatan jahatnya pada kiyana, kesalahpahaman nya tentang kejadian beberapa tahun silam, kebenaran yang di ceritakan mamanya hingga kejadian di pesta pernikahan kiyana tadi.0


bibi menangis mendengarnya..


hati siapa yang tidak sakit kalo berada di posisi kiyana.


"kamu yang sabar ya nak, mungkin ini cobaan yang diberi tuhan untukmu, kamu harus ikhlas nak",. ucao bibi yang mencoba menguatkan Dio.


'kenapa anak ini tenggelam pada dendamnya tuhan? salah apa anak ini?', batin bibi.


Dio menangis sejadi-jadinya..


tangis nya pecah ..


bibi terus memeluk Dio , menenangkan dio.hingga Dio tenang dan akhirnya Dio pun tertidur..


-----**-----


di alam mimpi.


Dio bermimpi sedang bermain bola dengan anaknya, dan kiyana sedang berjalan membeli minuman di seberang jalan.


tiba-tiba kiyana terjatuh, dan anaknya yang melihat kiyana jatuh langsung berlari ke arah kiyana..


dari jauh sebuah mobil melaju dengan kencang,


Dio yang melihat mobil itu ingin berlari menolong anaknya.


namun tidak sempat.


brukkk


anaknya tertabrak mobil itu..


tidakkkkk.... anakkuuu....


- - -


"anakkkuuu", teriak Dio.


Dio terbangun dari tidurnya sambil berteriak.


sejenak dy terdiam memandang pemandangan di depan nya bukan lah sebuah taman.


akhirnya dy mengerti bahwa itu adalah mimpi.


dy pun mengambil gelas berisi air mineral, dan meminum air itu sampai habis dalam sekali teguk.


jantung nya berdetak tidak karuan.


hati nya terasa sakit melihat anaknya tertabrak mobil, walaupun hanya dalam mimpi tapi rasa sakit itu nyata hingga dy bangun..


dy pun bangkit dari ranjang, dan pergi kerumah sakit untuk menemui mamanya.


***


Sudah Seminggu berlalu, tapi kiyana belum juga sadar..


joe setia menjaga kiyana siang dan malam. hingga dy kurang tidur..


joe duduk di samping ranjang kiyana yang sedang berbaring tidak sadarkan diri.


joe memandangi wajah istrinya yang cantik.


di elus nya tangan istrinya dengan lembut, lalu dy mencium tangan istrinya itu.


"kapan kamu akan sadar ki?? kk merindukanmu", ucap joe lirih.


air matanya menetes.


tidak lama revan dan vika pun masuk.


klekkk


pintu kamar terbuka.


buru-buru joe mengusap air matanya.


"joe, lo istirahat pulang aja dulu. biar gue sama vika yang jaga kiyana", ucap revan.


"gpp van, gue disini aja. gue mau nunggu kiyana sampe dy siuman..", ucap joe.

__ADS_1


"yaudah kalo gitu lo tidur di sofa aja, biar kiyana kami yang jagain..", ucap revan lagi.


"iya kk, uda berapa hari ini kk kurang tidur, takutnya nanti kk malah ngedrop. kalo kk ngedrop nanti siapa yang jagain kiyana", ucap vika mencoba membujuk.


joe pun berpikir vika ada benarnya, kalo dy ikut ngedrop siapa yang akan menjaga kiyana.


"yaudah, gue tidur di sofa aja", ucap joe lalu bangkit dan duduk di sofa.


tidak butuh waktu lama akhirnya dy terlelap, karena sebenarnya dy memang sangat lelah..


beberapa jam kemudian


joe terbangun dari tidurnya,


dy melihat vika dan revan sedang bercanda dan bermesraan di depan nya, namun mereka tidak menyadari bahwa joe sedang melihat mereka karena mereka membelakangi joe.


joe iri melihat mereka bermesraan,


'seharusnya saat ini gue merasa bahagia karena sudah menikahi kiyana, dan seharusnya sekarang kami juga sedang bercanda dan bermesraan seperti mereka', batin joe.


"ehm ehm....", joe pura-pura batuk.


"eh dah bangun lo.. lo mau makan apa? biar kita belikan", ucap revan.


"terserah deh..", jawab joe yang sedang tidak berselera makan.


revan dan vika pun pergi keluar membeli makanan.


di luar


dari jauh dio melihat revan dan vika sedang berjalan menuju kantin.


ternyata kiyana dan mama Dio satu rumah sakit.


'itu revan kenapa ada disini? siapa yang sakit?', batin Dio penasaran.


Dio pun mengikuti revan dan vika ke kantin.


setelah revan membeli makanan, revan kembali ke kamar tempat kiyana di rawat.


tidak lama mama dan papa kiyana juga masuk ke kamar yang revan masuki tadi.


Dio yang memperhatikan sejak tadi semakin penasaran saat melihat mama dan papa kiyana masuk.


lalu dy mencoba mendekati kamar tersebut.


ketika dy mau mengintip ke dalam kamar.


tiba-tiba seseorang menepuk pundak nya dari belakang.


Dio pun kaget dan langsung membalikkan badannya. jantung nya berdebar.


"maaf pak, ada yang bisa saya bantu??", tanya seorang dokter.


Dio menghela nafas nya lega, ternyata dy tidak ketahuan keluarga kiyana.


"gpp dok, saya lagi mencari teman saya. tapi saya lupa nama kamar nya", ucap dio beralasan.


"ooh begitu, kalo gitu tanya aja di bagian informasi dan sebutkan nama teman anda. kalo teman anda di rawat disini nanti pasti datanya akan keluar di komputer", ucap dokter menjelaskan.


"oo gitu, terimakasih dok", ucap Dio.


"sama-sama", dokter itu pun berlalu pergi.


Dio langsung bergegas pergi sebelum keluarga kiyana keluar dari kamar itu.


Dio pergi ke bagian informasi,


"permisi sus, saya mau tanya. yang menginap di kamar vip yang di pojok belokan sana siapa ya? soalnya saya lagi mencari teman saya, tapi saya lupa di kamar vip mana" tanya Dio tenang.


"ooh, di kamar vip 1 . nama pasien itu adalah kiyana Larasati dyandra", ucap suster itu.


deg deg deg


jantung Dio berdebar kencang.


"ooo, sakit apa dy sus?", tanya Dio penasaran.


"sebenarnya kami tidak boleh memberitahu informasi pasien tapi karena kamu tampan saya akan beritahu kamu", ucap suster yang satu lagi dengan nada genit.


Dio mendengar nya terasa geli.


"sakit apa sus?", tanya Dio memasang jurus senyuman manis.


"pasien kiyana mengalami keguguran", ucap suster itu yang sedang terpesona melihat wajah Dio.


"apa?? keguguran sus?? apa itu benar sus??", tanya Dio tidak percaya.


suster itu kaget karena Dio tiba-tiba meninggikan suaranya.


"iya bener pak, ngapain saya bohong sama orang tampan", ucap suster genit itu.


"sejak kapan pasien itu di rawat sus?", tanya Dio lagi


"uda seminggu yang lalu, dan sekarang dy sedang dalam masa kritis", jawab suster itu.


Dio terdiam, dy tidak sanggup untuk berbicara lagi.. dy pun berjalan meninggalkan para suster itu.


suster yang melihat perubahan sikap Dio merasa heran.


Dio berjalan menuju taman rumah sakit.


sepanjang jalan dy teringat perkataan suster,


"pasien kiyana mengalami keguguran seminggu yang lalu dan sekarang sedang dalam masa kritis".


dy duduk di bangku taman dengan tatapan kosong.


'pasti kiyana keguguran karena gue' , batin Dio.


dy ingat seminggu yang lalu dy datang ke hotel membuat keributan sampai akhirnya kiyana pingsan.


'ternyata pingsan kiyana saat itu adalah dy mengalami keguguran. dan itu karena gue', batin Dio lagi.


batin nya terus berkecamuk di pikiran nya.


kini lengkap sudah penderitaannya.


mimpinya telah menjadi nyata.


anak nya sudah tiada.


'anak gue uda meninggal, anak gue uda gak ada...', batin Dio.


di telinga nya terngiang perkataan kiyana kemarin.


"anak lo uda mati.. anak lo uda mati"


seperti itu lah di telinga nya terus terngiang berkali kali.

__ADS_1


Dio menutup kedua telinga nya erat....


air matanya mengalir deras...


 


Di Kamar rawat kiyana


joe sedang memandangi wajah kiyana.


lalu joe mencium kening kiyana lembut.


mama, papa, revan dan vika sudah pulang sejak tadi.


"ki... sampai kapan kamu mau tidur... bangun sayang... kk rindu sama kamu", ucap joe sambil mencium tangan kiyana.


joe meneteskan air matanya,


dy sangat merindukan kiyana.


tidak lama kiyana membuka matanya.


"kak...", panggil kiyana pelan.


joe melihat kiyana.


wajahnya tersenyum bahagia.


"ki.. kamu da bangun ki...", dengan cepat joe memencet bel untuk memanggil dokter.


"kamu dah bangun ki, akhirnya kamu bangun ki... kk rindu sekali padamu", ucap joe bahagia.


"kiyana dimana kk?", tanya kiyana.


"kamu dirumah sakit ki", jawab joe.


tidak lama dokter pun tiba dan memeriksa kiyana.


sementara dokter memeriksa kiyana, joe menelpon keluarga nya untuk memberi kabar gembira itu.


klekkk


dokter keluar dari kamar kiyana.


"gimana keadaan kiyana dok?", tanya joe.


"kiyana sudah melewati masa kritis nya, kita tinggal menunggu kiyana pulih", jawab dokter lalu pergi


"terimakasih dok", ucap joe


joe masuk ke kamar kiyana.


dan melihat kiyana kini tidak memakai selang oksigen lagi..


"kk... anak kiyana kk... anak kita kk...", kiyana tidak dapat melanjutkan kata-katanya.


air matanya tumpah..


ternyata kiyana sudah mengetahui tentang anaknya dari dokter.


joe langsung memeluk kiyana..


kiyana menangis di pelukan joe.


hati nya hancur.


anak yang selama ini dy tunggu sudah tiada.


anak yang selama ini dy bayangkan ketika besar akan bermain dengan nya, kini sudah tiada.


kiyana terus menangis..


joe mencoba menenangkannya.


"ki.. tenang ki, sabar ki.. mungkin ini cobaan buat kita.", ucap joe.


kiyana terus menangis,


tiba-tiba joe merasakan pelukan kiyana melemah.


"ki.. ki.. kiyana..", panggil joe pelan.


joe pun melepas pelukannya, dan melihat kiyana pingsan.


joe pun bergegas memanggil dokter kembali .


dy berkali-kali menekan bel.


"dokter dokterr" teriak joe.


dokter pun bergegas datang.


"dok, tolongin kiyana dok.. dy tadi menangis mengingat anaknya, lalu dy pingsan dok", ucap joe kalut . dy takut kiyana kritis lagi.


"tenang ya pak, bapak tunggu diluar dulu", ucap suster menyuruh joe keluar.


joe menunggu diluar dengan gelisah.


sejam tadi di hanya mondar mandir.


tidak lama mama, papa, revan, vika dan mama joe pun datang..


papa joe tidak bisa datang karena harus kembali ke Italia untuk mengurus kerjaan.


"gimana keadaan kiyana joe?", tanya revan.


joe pun menceritakan keadaan kiyana.


semua orang khawatir.


klekk


tidak lama dokter pun keluar.


"gimana keadaan kiyana dok?", tanya mama kiyana.


"kiyana Tidak apa-apa. dy hanya mengalami shock ringan. Beberapa saat lagi dy akan sadar, dan mohon jaga emosi nya ya pak buk".


ucap dokter.


"terimakasih dok", ucap mama kiyana.


dokter pun pamit pergi.


joe menghela nafas panjang..


hati nya sedikit lega..


- - -

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2