
kiyana dan mama Dio kini sudah berada di ruang rawat Dio.
saat itu pula Dio sadar dari pingsan nya.
dy melihat sosok wanita yang di cintainya.
"sayang, kamu udah datang.. aku kangen banget sama kamu ki.. kamu kenapa gak datang-datang berapa hari ini?", ucap dio sambil mencoba duduk.
kiyana hanya tersenyum tipis .
dan kiyana membantu Dio untuk duduk.
"kata mama kamu udah menikah dengan laki-laki lain, itu gak bener kan ki?? kamu gak mungkin meninggalkan aku kan ki, kamu kan sedang mengandung anak kita", ucap dio memegang tangan kiyana.
kiyana tidak mampu menjawab, dy takut bila dy berkata jujur Dio akan kembali bersikap histeris lagi namun bila dy berbohong, pasti akan ada kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan sebelumnya. begitu lah kata orang.
"sayang, kamu kenapa diem aja.. kenapa gak jawab pertanyaan ku?", tanya dio yang bingung melihat sikap diam kiyana.
"aa hmm ng... gpp Dio, kamu udah makan? aku suapin makan ya", kiyana bingung harus jawab apa dan akhirnya dy mengalihkan pembicaraan Dio.
"ayo buka mulut nya dong", kiyana menyodorkan sendok berisi makanan.
Dio membuka mulut nya dan makan dengan di suapin oleh kiyana.
kiyana mencoba tersenyum agar Dio tidak curiga.
"kamu makan juga dong yank, biar anak kita sehat", ucap Dio mengambil sendok yang lain lalu menyuapin kiyana.
kiyana terpaksa membuka mulut dan makan.
setelah selesai makan.
"Dio, ada yang mau aku omongin sama kamu", ucap kiyana pelan.
mama Dio menatap mata kiyana memberi kode untuk tidak ngomong yang aneh-aneh dulu.
kiyana hanya menggelengkan kepalanya.
"ada apa sayang, kamu mau ngomong apa?", tanya Dio membelai rambut kiyana.
"dio, sebenar nya anak kita sudah meninggal. aku sudah keguguran Dio", ucap kiyana hati-hati.
"apa...?? kok bisa sayang? kamu pasti bercanda kan sayang??", Dio kaget mendengar ucapan kiyana. dy tidak percaya pada ucapan kiyana.
"maafkan aku dio, aku tidak bisa menjaga calon bayi kita, saat itu aku terpeleset di kamar mandi.. dan aku keguguran.", kiyana terpaksa berbohong, dy tidak mau di bilang sedang hamil anak dio karena itu akan membuatnya teringat pada bayinya.
Dio langsung memeluk kiyana.
kiyana terpaku di peluk oleh Dio dengan tiba-tiba.
"maafkan aku ki, aku gak bisa menjaga kalian berdua. aku gagal menjadi ayah yang baik", ucap Dio lirih.
"tidak apa dio, mungkin ini semua sudah takdir.. ", kiyana hanya mampu mengatakan itu.
Dio menepuk punggung kiyana pelan dan sesekali mengelus rambut kiyana.
hati kiyana merasa sakit, dy merasa bersalah pada suaminya. dy merasa telah mengkhianati suaminya. dada nya terasa sesak.
**
kesehatan Dio sudah mulai pulih, namun ingatan nya belum juga kembali.
hari ini Dio meminta kiyana mengajak nya jalan-jalan di taman rumah sakit.
kiyana duduk di kursi taman bersama Dio di hadapan nya yang duduk dengan memakai kursi roda.
kiyana menatap anak-anak yang sedang berlarian wajah nya terlihat sendu. Dio yang melihat tatapan kiyana langsung menggenggam tangan kiyana.
sontak kiyana kaget.
"kamu jangan sedih ya sayang.. nanti kalo kita uda menikah, kita akan mempunyai anak yang banyak dan kita akan bermain bersama mereka", hibur dio.
Dan pada saat itu,
dari kejauhan joe melihat pemandangan yang membuat mata dan hati nya sakit.
dy melihat Dio sedang menggenggam tangan kiyana dan menatap kiyana dengan penuh cinta. sedangkan kiyana, dy melihat kiyana sedang tersenyum manis kepada Dio.
joe mengepalkan tangannya erat.
seperti ada aliran panas membara yang naik dari hati hingga ke otaknya.
hatinya terasa begitu sesak.
joe melangkahkan kakinya mendatangi kiyana dan Dio di taman.
"hai ki..", sapa joe.
kiyana mengenal suara itu, suara yang di rindukan nya. sontak dy langsung menoleh dan bibir nya tersenyum manis.
"hai mas... kamu kapan pulang?? kiyana kangen banget sama kamu mas", tanpa sadar kiyana bangkit mendatangi joe dan memeluknya.
joe membalas pelukan kiyana.
__ADS_1
"mas juga kangen banget sama kamu", ucap joe , dy meresapi pelukan kiyana. dy sangat merindukan istri tercinta nya itu.
"laki-laki ini siapa sayang?", tanyan Dio dengan tatapan tidak suka. hati nya sakit melihat kiyana berpelukan dengan lelaki itu.
kiyana langsung sadar bahwa ada Dio sejak tadi memandangi nya, dan dy langsung melepaskan pelukannya. kini suasana menjadi canggung.
kiyana bingung harus bagaimana.
"hm ini ini... Dio ini...", kiyana gugup. otaknya tidak bisa berpikir.
joe yang melihat sikap aneh kiyana pun ikut bingung.
'kenapa Dio tidak mengenal ku? apa ada yang salah dengannya? kenapa kiyana terlihat aneh', batin joe. banyak sekali pertanyaan di benaknya.
"siapa?", tanya Dio lagi.
Dio masih menunggu jawaban dari kiyana.
tidak lama kemudian.
"Dio...", mama Dio memanggilnya dari kejauhan dan mendatangi mereka bertiga.
"Dio, kamu kembali ke kamar ya.. tadi dokter nyariin kamu, katanya dy mau meriksa kamu", ucap mama Dio.
"tapi ma.. Dio...", belum lagi Dio melanjutkan ucapan nya mama Dio langsung memotong nya.
"kamu kan mau cepat sembuh, jadi harus cepat di periksa dan minum obat yang teratur", mama Dio mendorong kursi roda dio.
membawa Dio pergi dari taman.
kini tinggal lah kiyana dan joe.
joe duduk di kursi taman lalu menyuruh kiyana duduk di sampingnya, dengan menepuk-nepuk kursi di sebelahnya.
"ayo duduk disini..", ucap joe sambil menepuk-nepuk kursi taman.
kiyana pun duduk di samping suaminya.
"boleh mas tau apa yang terjadi selama mas pergi?", tanya joe lembut. joe mengubah arah duduk nya, kaki nya yang satu di angkatnya ke kursi dan badannya menghadap samping kiyana,
kiyana membelok dan langsung memeluk suaminya. dy menangis sesenggukan.
joe mengelus rambut kiyana lembut. sesekali dy menepuk punggung kiyana pelan.
dy juga mencium rambut lurus kiyana yang terurai.
setelah tangisan kiyana mulai reda.
tangan joe menyentuh dagu kiyana dan mengangkat wajah kiyana yang sedang tertunduk.
kiyana mengangguk pelan.
lalu kiyana menarik nafas dalam-dalam.
kiyana mulai menceritakan semua yang terjadi dengan Dio.
"kiyana gak tau harus berbuat apa mas, kiyana gak mau jadi istri yang durhaka. kiyana gak mau nyakiti hati mas. tapi saat ini nyawa Dio di tangan kiyana, kalo kiyana bilang kita sudah menikah. Dio pasti akan kembali histeris", jelas kiyana terisak.
joe kembali memeluk istrinya. hatinya terasa sakit. namun dy tidak berdaya. cobaan cinta nya begitu berat. kiyana memeluk suaminya erat. dy terus menangis di pelukan suaminya hingga dy terlelap.
joe menggendong kiyana dan membawa nya ke mobil. joe melajukan mobilnya ke arah rumah, dy membawa kiyana pulang. dy tau. istrinya sangat kelelahan. sesekali dy melihat istrinya yang sedang tidur. terlihat pipi nya yang dulu gembul kini menjadi tirus. terlihat pula leher kiyana yang semakin jenjang. dan tulang di pergelangan tangannya pun juga terlihat jelas.
'kamu kurus sekali sekarang ki', batin joe sedih.
mobil joe memasuki halaman rumah, dy menggendong kiyana masuk dan menuju kamarnya.
"kiyana kenapa kk?", tanya vika cemas yang saat itu sedang berada di rumah.
"gpp vik, dy hanya kelelahan aja. paling istirahat sebentar dy udah baikan", jawab joe sambil menggendong kiyana.
"oo ya sudah kalo gitu , kalo ada perlu apa-apa panggil vika aja ya kk", vika merasa lega sahabat nya tidak kenapa-napa.
"iya", jawab joe.
joe membaringkan tubuh kiyana di ranjang dengan pelan. lalu dy menyelimuti kiyana.
setelah itu dy ikut berbaring di samping kiyana. dy memeluk kiyana dan ikut tertidur di pelukan kiyana. dy juga sangat kelelahan karena setelah dy pulang dari amerika, dy langsung menuju rumah sakit menemui istrinya yang di rindukannya.
kiyana terbangun dari tidurnya.
dy membuka matanya dan melihat langit-langit di kamarnya.
'sejak kapan aku pulang?', batin kiyana.
dy menoleh ke samping nya dan melihat suaminya sedang tertidur pulas.
kini dy mengerti ternyata suaminya lah yang membawa nya pulang.
bibir nya tersenyum tipis sambil memandangi suaminya.
dy membelai wajah suaminya dengan jarinya perlahan.
joe menggeliat geli.
__ADS_1
kiyana tersenyum senang. lalu di belainya telinga suaminya.
joe kembali menggeliat geli.
kiyana mendekatkan wajahnya ke wajah joe. dy mengecup bibir joe, namun belum lagi dy wajahnya mundur ke belakang. tangan joe memegang tengkuk lehernya dan mencium bibir tipis kiyana.
kiyana kaget, namun akhirnya dy ikut membalas ciuman suaminya. mereka saling melumat melepaskan kerinduan di hati mereka.
hingga semua terjadi begitu saja...
**
Kiyana sedang memasak di dapur.
"masak apa lo ki?", tanya vika dari belakang.
kiyana membalikkan badannya. dy tersenyum lebar melihat sahabat nya yang sudah lama tidak berjumpa. dy menghampiri vika.
"kapan lo datang vik??", tanya kiyana senang.
"gue datang dari tadi pagi, tadi gue liat lo di gendong sama kk joe. katanya lo kelelahan.. lo berapa hari ini kemana aja ki?? kok jarang dirumah, kata bik ijah lo kerumah sakit. ngapain kesana? siapa yang sakit?", vika menyerbu banyak pertanyaan .
"ntar deh gue ceritain, gue mau masak dulu", ucap kiyana kembali ke dapur.
"pas banget, udah lama gue gak ngerasain masakan lo ki.. oh iya buatin gue jus mangga ya ki", ucap kiyana.
kiyana mengernyitkan dahi nya.
"sejak kapan lo suka jus mangga vik?", tanya kiyana penasaran karena yang dy tau vika tidak suka makanan asam.
"sejak kemaren, gue lagi hamil ki", ucap vika tersenyum senang.
sontak kiyana membalikkan badan nya dan mendatangi vika yang sedang duduk di meja makan.
"lo benaran lagi hamil vik?", tanya kiyana tidak percaya.
"iya beneran, baru 3 minggu", vika menyakinkan kiyana.
"berarti gue bakal dapet ponakan dong", kiyana merasa bahagia. begitu pun vika.
"udah cepat masak sana, gue udah laper", ucap vika.
"iya bentar ya bumil...", kiyana kembali ke dapur.
setelah selesai masak.
kiyana menyajikan makanan nya di meja dengan dibantu oleh bik ijah.
joe keluar dari kamar dan turun ke bawah.
tadi dari kamar dy mencium aroma yang lezat.
"hmmm wangi bangett, masak apa bik?", tanya joe pada bik ijah yang sedang menyajikan makanan.
"bukan bibik yang masak tuan, non kiyana yang masak", jawab bik ijah.
"kiyana nya mana bik?", joe mencari-cari kiyana.
"non kiyana lagi di kamar mandi tuan. bentar lagi juga datang. silahkan di makan tuan, masakan non kiyana enak-enak loh tuan", bik ijah permisi ke dapur.
joe tersenyum mendengar ucapan bik ijah.
tidak lama kemudian vika dan revan pun datang.
"mana kiyana joe?", tanya revan.
"tadi sih kata bik ijab di kamar mandi, ntah sampe sekarang kok belum keluar juga", jawab joe mulai cemas.
"coba vika liat ya kk", vika berjalan menuju kamar mandi.
tok tok
"ki, lo ngapain di dalam lama amat", teriak vika.
"vik, tolongin gue", suara kiyana serak.
"lo kenapa ki??? kak joe, mas revan", vika mulai panik mendengar kiyana meminta tolong.
joe dan revan yang mendengar teriakan vika pun bergegas berlari menuju kamar mandi.
"ada apa vi?", tanya mereka serentak.
"vika gak tau, tadi vika dengar dari dalam kiyana teriak minta tolong", ucap vika panik.
tok tok tok tok
"ki, kamu kenapa?", tanya joe menggendor pintu namun tidak ada sahutan.
dengan cepat joe mendobrak pintu kamar mandi dan terlihat kiyana sedang terbaring di lantai kamar mandi. kiyana pingsan.
joe bergegas menggendong kiyana dan membawanya ke kamar.
sementara revan pergi menelpon dokter diana.
__ADS_1
Bersambung..