Cinta Mu Semu

Cinta Mu Semu
Berduka..


__ADS_3

dokter diana sedang memeriksa keadaan kiyana.


joe , vika dan revan sedang menunggu di luar kamar kiyana dengan perasaan cemas.


beberapa saat kemudian


dokter diana keluar dari kamar kiyana.


"bagaimana keadaan kiyana dok?", tanya joe cemas.


"kiyana tidak apa-apa.. dy hanya kelelahan saja, biarkan dy istirahat untuk beberapa hari. maka dy akan segera pulih kembali. oh ya, berikan dy teh jahe karena dy sedang masuk angin", ucap dokter diana.


mereka menghela nafas lega.


joe hendak bergerak ke dapur tapi vika menahannya.


"biar vika aja yang buat teh jahe nya kk", ucap vika. dan joe pun menganggukkan kepalanya.


"terimakasih tante, ayo revan antar ke depan", ucap revan sambil berjalan menuju pintu mengantar dokter diana.


joe masuk ke kamar, sedangkan vika pergi ke dapur membuat kan teh jahe untuk kiyana.


joe duduk di samping ranjang kiyana.


dy mengelus rambut kiyana lembut.


"pasti kamu kecapean karena terus bolak balik kerumah sakit menjaga Dio", gumam joe pelan.


hatinya terasa sakit melihat kiyana yang sedang terbaring di ranjang.


tok tok


vika mengetuk pintu.


"masuk", jawab joe.


vika masuk membawa nampan berisi teh jahe.


"kiyana belum bangun kk?", tanya vika memandang kiyana yang sedang tertidur.


"belum vik", joe pun menatap wajah cantik kiyana.


tidak lama kemudian kiyana tersadar.. dy memegang kepalanya yang terasa pusing.


"kamu dah bangun sayang ", ucap joe bahagia.


kiyana mencoba untuk duduk dengan tangan yang satunya masih memegang kepalanya. joe pun membantu kiyana duduk.


"ki.. ini minum dulu teh jahe nya. tadi kata dokter diana, lo itu kecapean trus masuk angin lagi.. jadi lo harus minum teh jahe ini biar lo cepat sembuh", ucap vika menyodorkan gelas berisi teh jahe.


kiyana menerima gelas itu dan meminumnya.


"makasih ya vik", kiyana memberikan kembali gelas teh itu kepada vika.


"yaudah, gue keluar dulu ya.. " pamit vika. kiyana mengangguk pelan.


"makasih ya vik", ucap joe.


"iya kk", vika pun berlalu pergi.


kiyana memegang kepalanya lagi.


"kepalanya sakit ya sayang? kamu makan dulu ya. revan lagi nebus obat ke apotik. ntar kalo obat nya uda datang, kamu minum biar cepat sembuh ya sayang..", ucap joe cemas.


"bawain aja makanan di meja tadi kesini mas", ucap kiyana.


"yaudah, kamu tunggu disini ya biar mas bawain makanannya", joe beranjak pergi ke bawah.


beberapa saat kemudian, joe sudah kembali dengan membawa nampan berisi makanan.


joe menyuapi kiyana dengan hati-hati.


"mas makan juga dong", kiyana mengambil sendok yang di pegang suaminya lalu menyuapinya.


"hmm enak yank, masakan kamu enak banget.. mas gak nyangka kamu pinter masak", ucap joe menikmati makanan masakan kiyana tadi.


"kok mas tau ini kiyana yang masak?", tanya kiyana bingung.


"tau dong, mas kan dukun", joe nyengir lebar.


kiyana memukul bahu joe pelan. dan joe berpura-pura kesakitan.


"aduuhh duuh", teriak joe dengan wajah di buat-buat nya.


kiyana gemas melihat tingkah suaminya, dy mencubit kedua pipi suaminya gemas..


"aduuh ki", joe meringis kesakitan.


"siapa suruh mas godain kiyana", kiyana melepaskan cubitannya.


**


sudah beberapa hari kiyana tidak datang kerumah sakit. joe melarang kiyana keluar rumah karena badan kiyana masih lemas.


kiyana duduk di teras rumah sambil bermain hp. tidak lama kemudian, joe datang menghampiri kiyana.


"kamu lagi ngapain disini sayang?", joe ikut duduk di teras bersama kiyana.

__ADS_1


"kiyana lagi nyari udara segar mas", kursi di teras terbuat dari bambu dan panjang, kiyana tidur di pangkuan joe. joe mengelus rambut kiyana dengan lembut.


dari kejauhan terlihat Dio sedang memandangi mereka dengan mata merah. hatinya terasa sesak melihat kiyana bersama lelaki lain sedang bermesraan.


Dio mendatangi kiyana dan joe.


"kiyana...", teriak Dio.


kiyana dan joe menoleh ke arah Dio. sontak kiyana langsung bangkit berdiri.


sedangkan Dio mendekati kiyana dan joe.


"jadi ini yang kamu lakukan selama ini hingga kamu gak pernah datang kerumah sakit, siapa laki-laki ini ki??? semenjak dy datang di rumah sakit kemarin, kamu tiba-tiba menghilang dan gak pernah kembali. aku seperti orang gila menunggu mu disana. dan hari ini, aku kabur dari rumah sakit hanya untuk mencari kamu. tapi apa yang kudapatkan?? kamu malah bermesraan dengan laki-laki ini", jelas Dio emosi.


kiyana dan joe saling pandang. kiyana mengangkat bahu nya memberi kode yang artinya dy tidak tau harus mengatakan apa kepada Dio.


"kiyana.. kenapa kamu diam aja!!??", Dio menaikkan nada suaranya satu tingkat. sambil memegang kedua bahu kiyana erat. hatinya semakin sakit karena kiyaa tidak menjelaskan apa-apa.


"aduh, sakiit", kiyana meringis kesakitan.


sontak joe melepaskan tangan Dio dengan kasar.


" lepasin tangan lo, lo gak liat kiyana sedang kesakitan!", joe emosi melihat istrinya di perlakukan kasar.


"eh lo siapa?? lo jangan dekat-dekat sama kiyana. dy ini calon istri gue!", ucap Dio penuh emosi. sambil merangkul tubuh kiyana.


mata joe membulat melihat istrinya di rangkul oleh Dio. sementara kiyana mencoba melepaskan rangkulan di bahunya, namun tenaga Dio sangat kuat.


"lepasin kiyana...", joe mencoba menahan emosinya.


"apa lo bilang?? lepasin?? lo tadi gak dengar gue bilang apa.. dy ini calon istri gue", dio memegang pinggang kiyana erat. dan hendak mencium pipi kiyana.. belum lagi bibir Dio sampai ke pipi kiyana...


Brukkk...


joe memukul Dio hingga terjatuh.


"gue bilang lepasin istri gue kiyana!!", emosi joe meledak, dy keceplosan menyebut kiyana adalah istrinya.


mata Dio membulat seperti mau keluar, dy seperti sedang tersambar petir mendengar ucapan Dio.


Dio bangkit, dy tidak terima dengan apa yang di dengar nya.


"apa lo bilang tadi??? kiyana istri lo??? gak usah mimpi lo", ucap Dio dengan emosi meledak.


"ayoo ki, kita pergi dari sini..", Dio menarik tangan Dio kuat, kiyana meronta kesakitan.


joe mengejar mereka, dan kembali memukul dio. ketika dy akan memukul Dio lagi, revan datang menghalangi joe.


"joe ada apa ini???", revan kebingungan dengan gerakan menahan joe.


kiyana memegangi pergelangan tangannya yang memar. dy meringis kesakitan.


"vik, gue cuma mau membawa calon istri gue pergi menjauhi laki-laki ini" jawab Dio menujuk ke atah joe lalu dy menahan sakit di wajahnya yang bekas tonjokkan joe tadi.


"apa lo bilang??? calon istri lo???", emosi vika meledak mendengar ucapan dio. sementara kiyana menarik tangan vika mencoba berbicara pada vika, namun vika tidak peduli. dy menepis tangan kiyana yang berkali-kali memegang tangannya.


"vik, dengerin gue dulu", ucap kiyana menarik tangan vika.


"gak bisa ki, ini anak gak tau diri banget", vika gak peduli dengan kiyana.


dy mendatangi dio.


"iya, dy calon istri gue.. gue akan menikah sama dy..", Dio berkata tanpa rasa bersalah.


"dengar ya Dio... kiyana itu bukan calon istri lo, dy udah menikah sama joe. dan sekarang lo mau dy menikah sama lo??? helloooo??? lo tuh belum cukup apa nyakiti hati kiyana??? lo udah buat hidup kiyana dan keluarga nya hancur, lo uda membuat keluarga mereka di permalukan di depan banyak orang, lo uda buat kiyana keguguran. sekarang lo bilang kalo lo mau menikah dengan kiyana??? dimana lo saat kiyana mencari-cari keberadaan lo setelah lo niduri dy, dimana lo saat kiyana meminta pertanggung jawaban atas kehamilan dy, lo malah mengusir dy.. menyuruh dy pergi jauh dari kehidupan lo.. laki-laki macam apa lo??!", emosi vika meledak.


kiyana memegang keningnya, dan menundukkan kepalanya.


vika yang tidak tau keadaan Dio yang hilang ingatan malah membuka semua luka yang dibuat dio, namun Dio tidak dapat mengingat nya..


untung saja rumah kiyana memiliki halaman yang luas sehingga para tetangga tidak mendengar pertengkaran mereka.


Dio sangat kaget mendengar ucapan vika. dy terkejut pada dirinya sendiri, apa dy setega itu. apa dy sekejam itu. air mata Dio menetes.


tiba-tiba kepalanya teras berat, di otaknya muncul bayang-bayang masa lalunya. kepalanya terasa sakit. dy terduduk di lantai menahan sakit.


kiyana hendak menolongnya, namun joe menahannya dengan wajah memelas. tangannya memegang tangan kiyana.


"mas, itu Dio kasihan... takut nya nanti dy kenapa-kenapa", ucap kiyana mulai panik.


joe melepaskan tangan kiyana.


kiyana berlari mendatangi Dio.


"Dio kamu kenapa?? mas ayo bantu kiyana.. bawa Dio kerumah sakit", ucap kiyana panik.


tiba-tiba Dio jatuh pingsan di pelukan kiyana.


joe dan revan membopong Dio menuju mobil untuk membawa nya kerumah sakit. sementara kiyana dan vika mengikuti dari belakang.


sepanjang jalan kiyana menjelaskan kepada vika dan kk revan tentang Dio yang hilang ingatan dan menganggap dirinya calon istrinya.


akhirnya vika dan kk revan mengerti.


"lo kok gak cerita ke gue ki??", ucap vika dengan air mata yang mengalir.


"gue kemarin mau cerita ke lo vik, tapi karena gue pingsan itu. gue jadi lupa", ucap kiyana ikut menangis.

__ADS_1


vika memeluk sahabatnya erat.


"kenapa cobaan lo berat banget ki.. gue gak tega liat lo menangis terus", vika terisak.


dan kiyana hanya bisa menangis sesenggukan.


Sesampai di rumah sakit.


dokter diana sedang memeriksa Dio di dalan ruang periksa.


sementara kiyana, vika, joe, kk revan dan mama Dio menunggu diluar.


Flashback


mama Dio menangis melihat Dio pingsan.


kiyana mencoba menenangkan mama Dio.


"maafin kiyana tante, kiyana gak bermaksud nyakitin Dio. Dio tiba-tiba datang saat kiyana tidur di pangkuan joe di teras. dan pertengkaran itu terjadi begitu saja..", jelas kiyana sambil memegangi tangan mama Dio.


"gpp ki, mungkin ini semua adalah takdir dari tuhan... maafkan tante juga karena sudah merepotkan kalian", ucap mama Dio lirih.


Flashback off


Dokter keluar dari ruang periksa.


"bagaimana keadaan Dio dok?", tanya mama Dio khawatir.


"Dio sudah tidak apa-apa. setelah dy sadar nanti saya akan memeriksa nya lagi", ucap dokter diana. lalu dokter diana pamit.


**


mereka semua menunggu Dio sadar.


kiyana duduk di sofa bersama vika.


vika memegangi tangan kiyana , menenangkan kiyana. sedangkan kiyana, kepalanya bersandar di bahu sahabatnya.


Dio membuka matanya.


dy melihat di sekelilingnya.


"Dio, kamu udah sadar nak", ucap mama Dio senang. mama Dio menekan bel memanggil dokter.


Dio melihat sosok kiyana di sofa.


"ki...",panggil joe.


kiyana datang mendekati Dio.


"ada apa Dio?", ucap kiyana pelan.


"ki, maafin aku yang sudah banyak nyakitin hati kamu ya... aku memang jahat, aku udah banyak berbuat jahat sama kamu, aku udah ngancurin hidup kamu.. aku udah membuat anak kita meninggal, maafkan aku ki.. maafkan aku. jika waktu bisa kembali aku gak akan nyakitin hati kamu ki, aku gak akan ngancurin hidup kamu", ucap Dio dengan suara serak. air matanya mengalir


joe menghela nafas panjang. bibir nya tersenyum tipis.


kini semua orang tau, bahwa ingatan dio sudah kembali.


"aku sudah memaafkan kamu dio, aku sudah mengikhlaskan semuanya..", ucap kiyana tersenyum.


"joe..", panggil Dio.


joe datang mendekat.


"maafkan aku joe, aku sudah bersalah padamu.. aku sudah kasar pada istrimu..",ucap Dio lirih.


"ok gpp bro, gue uda maafin lo kok", ucap joe tersenyum.


Dio memegang tangan kiyana lalu tangan satunya memegang tangan joe. dy menyatukan tangan kiyana dan joe.


"mulai saat ini kalian berbahagia lah, aku sudah ikhlas melepas kiyana untuk mu joe ", ucap Dio tersenyum.


kiyana dan joe saling bertatapan lalu tersenyum manis.


"terimakasih ya ki selama ini kamu sudah menjagaku di rumah sakit", ucap Dio.


kiyana menganggukkan kepalanya.


Dio menatap wajah mama nya yang sedang menangi. "ma, maafin Dio yang sudah merepotkan mama ya.. Dio sayang sama mama", ucap Dio tersenyum. Mama Dio menganggukkan kepalanya dan tersenyum. "Iya gpp nak, mama uda maafin kamu, mama juga sayang sama kamu", ucap mama.


namun beberapa saat kemudian.


nafas dio berubah sesak, dy mengalami kejang-kejang.


dokter diana pun tiba dan memeriksa Dio.


mereka semua disuruh suster menunggu diluar..


tidak lama kemudian dokter diana keluar.


"maafkan saya buk, saya sudah berusaha sebaik mungkn. namun tuhan berkata lain.. Dio sudah meninggal", ucap dokter diana.


tangisan mama Dio pecah memenuhi rumah sakit.


kiyana pun ikut menangis, joe memeluk tubuh istrinya erat.


vika dan kk revan menundukkan kepalanya, mereka turut berduka..

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2