
Sudah beberapa hari kiyana tidak melihat Dio, hati nya begitu kehilangan sosok Dio.. Namun apalah daya, dy bukan lah pacar atau pun teman dekat Dio jadi dy malu untuk berkunjung kerumah Dio untuk mencari tau kabar Dio. satu kampus pun tidak ada yg tau keberadaan Dio, vika sudah mencari informasi kemana-mana namun dy tidak mendapatkan apa-apa. kiyana juga pernah mendengar Sylvi dan teman-teman nya menceritakan keberadaan gio, namun mereka juga tidak mendapatkan informasi..
kiyana duduk termenung di bangku taman kampus tiba-tiba seseorang duduk di samping nya tanpa dy sadari.
"hai cantik" sapa seseorang itu.
kiyana tersadar dalam lamunan da mengenal suara itu, sontak dy menoleh ke samping dan melihat sosok si pemilik suara yg familiar itu.
"eh hai dio" ucap kiyana dengan wajah merah. hati nya tiba-tiba berbunga-bunga melihat wajah orang yg di sampingnya itu tak lain ada Dio, orang yg selama ini dy rindu.
"kamu lagi ngapain melamun disni sendiri? nanti kesambet loh". ucap Dio sambil tersenyum manis.
"gak ada, cuma duduk aja" jawab kiyana dengan gaya sok cuek nya (padahal dy lg kangen berat ama tuh cowok).
"lo kemana aja beberapa hari ini? teman-teman lo pada nyariin tuh" tanya kiyana dengan gaya ngeles nya (padahal dy yg nyariin).
"gue lg keluar kota, lg ada masalah di kantor cabang jd om gue nyuruh gue beresin masalah itu, kenapa? lo kangen sama gue? teman gue yg nyariin atau lo yg nyariin?" tanya Dio dengan nada menggoda.
"iidiihh, mana mgkn gue nyariin.. itu tuh si Sylvi yg nyariin lo. dy kan cinta amat sama lo" ucap kiyana ketus.
karena satu kampus tau kalo Sylvi ngejar-ngejar Dio dari Dio baru pertama kali masuk..
"ciyee.. cemburu ni yee..." goda Dio
spontan wajah kiyana memerah,
"iih siapa lagi yg cemburu" ucap kiyana masih dengan wajah memerahnya sambil bibir nya manyun.
"iya deh gak cemburu, jangan ngambek donk. nanti cantiknya luntur loh" bujuk Dio.
"ki, nnti pulang bareng yukk. sekalii inii ajaa,plisss.." ajak Dio dengan wajah penuh harapan.
kiyana memandang wajah dio, dy tidak tahan. untuk mencubit pipi Dio yg terlihat menggemaskan itu namun di urungkan niatnya karena gengsi.
"yaudah" jawab kiyana.
"bener ni ki?nanti gue tunggu di parkiran ya" ucap Dio semangat.
"iya, dah ah gue mw balik kelas dulu bentar lagi dosen gue mw masuk". ucap kiyana sambil berlalu pergi meninggalkan Dio yg masih duduk di taman kampus.
Di depan pintu Kelas
"ki lo darimana aja? gue nyariin dari tadi. gue pikir lo gak masuk, ditelpon malahan gak di angkat." tanya vika.
"tadi gue dari taman, nyari udara segar". ucap kiyana dengan senyum.
"udara di cariin, emang selama ini lo gak dapet udara segar apa?" ucap vika.
"gak, selama ini gue dapet udara polusi. ni sekarang aja udara polusi di samping gue". ucap kiyana sambil nahan tawa.
"enak aja lo, lo pikir gue polusi udara apa". ucap vika.
"haha" kiyana tidak tahan lagi untuk tertawa..
lalu dio pun lewat di depan mereka sambil tersenyum ke arah kiyana..
kiyana pun ikut tersenyum...
vika yg melihat pemandangan itu merasa aneh.
"nah itu si Dio uda masuk lagi, lo uda baikan ya sama si Dio?" tanya vika penasaran karena dy melihat kiyana yg masih senyum-senyum padahal Dio nya uda masuk ke kelas nya.
"woii... malah melamun". ucap vika
kiyana pun tersadar dari lamunan senyum nya.
"hah, lo bilang apa tadi?" tanya kiyana.
"astagaa,... jadi dr tadi gue ngomong gak lo dengar" ucap vika.
"hehehe" kiyana hanya tertawa nyengir.
"lo da baikan ya sama Dio? kok lo senyum-senyum ngelihatin dy tadi?" tanya vika penasaran.
"iya udah, tadi dy udah nemuin gue di taman.. dan dy ngajak gue pulang bareng nanti" ucap kiyana.
__ADS_1
"oo jadi yg lo bilang nyari udara segar itu adalah si Dio udaranya " ucap vika kekeh.
kiyana hanya nyengir.
"yaudah yuk masuk, itu pak dos udah jalan menuju kesni" ucap kiyana sambil masuk ruangan.
Setelah pelajaran usai, kiyana berjalan menuju parkiran.
" gue duluan ya ki,gue juga ada urusan. lo kan mw pulang sama Dio kan?" tanya vika
"iya, eh lo gak bawa mobil?". ucap kiyana
"gak, gue di jemput hari ini,gue dluan ya" ucap vika sambil pergi menuju gerbang kampus.
kiyana tidak fokus akan perkataan vika karena dy melihat Dio di parkiran dengan senyuman manis yg membuat kiyana terpesona.
"hai cantik..yuk masuk." ucap Dio sambil membukakan pintu mobil nya untuk kiyana
"hai" jawab kiyana sambil masuk ke dalam mobil.
"kamu uda makan?" tanya Dio.
sontak hati kiyana merasa kaget dan terenyuh, karena Dio memanggil nya dengan sopan. (karena kan biasanya Dio memanggil kan loe gue).
"heii. kok melamun?" tanya Dio
"hah, eh belom.. gue belom makan" jawab kiyana gugup.
"kita makan dulu yuk," ajak dio.
"yaudah" jawab kiyana.
dan Dio pun melajukan mobil nya ke sebuah mall.
setalah sampai di mall
Dio turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk kiyana. kiyana pun turun.
"makasih" ucap kiyana pelan.
"iya sama-sama". jawab Dio
sambil menunggu pesanan datang mereka mengobrol.
"ki, nanti jalan-jalan dulu boleh?" tanya Dio sopan.
"emang mau kemana?" tanya kiyana.
"nonton bioskop yuk, tp kalo kamu mau." ajak dio
"yaudah" ucap kiyana.
dan makanan pesanan mereka pun datang, lalu mereka mulai makan.
tiba-tiba jari tangan Dio mendarat di bibir kiyana dengan sebuah tisu.
"makan nya pelan-pelan ki" ucap Dio sambil menghapus noda sambal di tepi bibir kiyana.
jantung kiyana berdegup kencang seketika. wajah nya langsung memerah seperti tomat.
lalu mereka melanjutkan makanya. setelah selesai makan mereka pun beranjak dari cafe menuju bioskop di lantai paling atas.
mereka pun memesan tiket bioskop, lalu mereka masuk ke dalam ruangan bioskop..
sepanjang film di putar Dio menggenggam tangan kiyana. kiyana tidak menolak krn film yg mereka tonton adalah film horor. kiyana suka nonton film horor namun terkadang dy takut juga. dan itu membuat Dio tertawa karena ketakutan kiyana dan kekagetan nya..
setelah selesai menonton, mereka pun beranjak dari bioskop dan bergegas untuk pulang karena hari suda mulai malam.. namun belum jauh mereka keluar dari bioskop dan hendak melangkah ke ekskalator menuju ke bawah, kiyana melihat vika dengan kak revan di sedang berada di ekskalator menuju ke atas sambil bergandengan mesra.. kiyana kaget melihat pemandangan kk dan sahabatnya itu. namun dy urungkan niat nya untuk menghampiri mereka karena mereka di seberang sana,..
Dirumah kiyana
kiyana duduk di meja belajar kamar nya, dy masih terbayang akan kelakuan romantis yg dilakukan Dio kepadanya. namun tiba-tiba lamunannya buyar karena suara mobil.
kiyana mengintip dari jendela dan dy melihat kk revan keluar dari mobil, lalu kiyana bergegas keluar kamarnya dan menghampiri kak revan.
"kk, lo pacaran ya sama vika?" tanya kiyana.
__ADS_1
"eh iiyaa " jawab kk revan gugup.
"ooh, emang kapan kalian jadian nya? kok vika ga ada cerita ke kiyana sih?" ucap kiyana kesal.
"hah, itu pas beli martabak kemaren" jawab kk revan sambil mengambil langkah seribu karena takut di beri pertanyaan lagi.
kiyana yg hendak melontarkan pertanyaan lagi malah tidak jadi bertanya karena kk revan sudah masuk ke kamar.
lalu dy dengan kesal kembali ke kamar nya...
di kamar, kiyana mengambil hape nya dan menelpon vika.
vika :'halo kiyana sayangg'
kiyana : 'vik, gue mo nanya sama lo, lo sejak kapan jadian sm kk revan?'
vika langsung gugup.
vika : 'eh itu itu pas kami beli martabak buat lo ki, lo ga marah kan ki?' ucap vika dengan gugup.
kiyana : 'gue marah, sebab lo ga ada cerita sama gue'
vika : 'iya maaf ya ki, ini juga kejadiannya mengalir gitu aja'
kiyana :'mengalir apaan, dikira air apa' jawab kiyana dengan nada kesal.
vika :'hehe, jangan marah lagi dong ki.. kan gue uda minta maap, senyum dong'
kiyana pun meredakan kekesalan nya
kiyana : 'yaudah, tp lain x kalo ada apa-apa cerita ke gue dong'
vika : 'iyaa bawel, eh ngomong-ngomong lo tau darimana gue sm kk revan jadian?'
kiyana :' tadi gue ngeliat kalian berdua di mall sambil gandengan tangan, gue mw nyamperin tp lo jauh banget'
vika :'lah, lo jauh gitu bisa ngeliat kami.. hebat juga mata lo'
kiyana :' ya iyalah, mata gue ni kan masih sehat. gak kayak mata lo tuh uda rabun'.
vika :'eh rabun-rabun gini, kalo kk revan di ujunga seberang sana gue masih bisa ngeliat kok'
kiyana :'preettt, dah ah gue mw tdr..bye'
vika :'bye'..
tidak lama kiyana menutup sambungan telpon nya, hape kiyana berdering. dan dy melihat di layar hape ternyata Dio yg menelpon, dengan semangat dy mengangkat telponnya.
kiyana :'halo'
Dio :'halo ki, kok dari tadi aku telpon nomornya sibuk?'
kiyana :'iya tadi aku lagi nelpon vika'
Dio :'oooh, kamu uda makan? uda mandi?'
kiyana :'uda kok'
Dio :'besok kan hari minggu, kamu mw gak jalan-jalan sama aku?'
kiyana :'boleh'
Dio :'yauda besok aku jemput kamu ya ki'
kiyana :'iya'
Dio :'yauda, kamu tidur gih uda malam. gak baek cewek cantik tdr malam-malam, nanti cantik nya luntur'.
kiyana :'yee gombal, yaudah aku tidur dulu ya.. bye'
Dio :'iya, bye'
sambungan telepon pun terputus..
wajah kiyana masih memerah karena ucapan Dio tadi.. lalu kiyana beranjak ke tempat tidurnya, dy membayangkan kejadian hari ini bersama dio lalu dy tertidur...
__ADS_1
hai pada readers, jangan lupa beri like dan koment ya untuk novel ini...terimakasih❤