
Reza Dirgantara adalah anak dari pengusaha terkenal yang berada di Indonesia. Ia merupakan putra tunggal dari keluarga Ragil Dirgantara dan Siska Damayanti. Reza baru menyelesaikan kuliahnya disalah satu universitas yang berada di negeri Paman Sam tersebut. Dengan perasaan bangga ia menginjakkan kakinya di salah satu bandara Indonesia.
Matanya tertuju pada sekumpulan orang yang tengah menunggu para penumpang yang sudah turun dari pesawat. Langkahnya santai menuju wanita cantik yang sedang tersenyum manis kearahnya.
"Hai mom.." ucap Reza sembari mencium tangan lembut milik momy nya. Siska mengelus pundak Reza dengan pelan.
"Kamu pasti lelah ayo kita pulang kerumah" ajak Siska sembari menarik lengan Reza. Reza mengangguk dengan senang. Mereka pun berjalan menuju parkiran. Dengan sigap sopir pun segera membukakan pintu mobil untuk mereka.
"Dady mu pasti senang sekali melihat anak satu-satunya sudah kembali pulang" ucap Siska sembari bergelayut manja di pundak Reza
"Aku sih gak yakin mom.. kayanya dia gak suka aku pulang" jawab Reza dengan tatapan sedih. Siska mengerutkan kedua alisnya sembari menatap tajam Reza.
"Awas saja kalau dia berani seperti itu sama kamu bakalan momy hukum" gerutu Siska. Reza tersenyum lebar sembari mengangguk kecil. Siska memang sangat menyayangi Reza. Suaminya yang selalu sibuk itu terkadang membuat Siska jengah jika berada dirumah. Ia merasa kesepian. Siska hanya bisa berkumpul dengan teman-teman arisannya untuk melepaskan beban yang berada di hatinya.
"Kamu gak bakalan tinggalin momy lagi kan?" tanya momy dengan khawatir. Reza mengangguk sembari menatap momy nya.
"Iya.. aku bakalan disini sama momy nemenin momy setiap hari" jawab Reza pelan. Siska nampak puas mendengar jawaban Reza, ia pun menyandarkan kepalanya di pundak anak kesayangannya.
"Makasih sayang.. kamu memang yang terbaik" ucap Siska pelan. Sebenarnya Reza tau bahwa dady nya sedang bermain hati dibelakang momy nya namun Reza tak tega melihat sang momy harus menderita akibat hubungan terlarang yang di lakukan sang Dady.
'Aku tak akan tinggal diam dad.. kau telah menghancurkan hati momy' ucap Reza dalam hati sambil mengelus pundak momy nya.
Mobil terus bergulir memasuki rumah mewah bergaya modern. Perlahan sopir pun menghentikan mobilnya di depan pintu utama. Dengan hati-hati sang sopir membuka pintu mobil yang berada disamping Siska.
__ADS_1
"Terima kasih" jawab Siska dan Reza bersamaan. Sopir mengangguk dengan cepat.
"Pak tolong bawakan koper anakku yang dibagasi ya, kasian dia kecapekan" ucap Siska pelan. Sopir pun mengangguk mendengar perintah tuannya. Siska dan Reza berjalan masuk kedalam rumah mewah bernuansa putih. Disambut para pelayan yang sudah berjejer rapi diruang tamu.
"Perhatian semuanya ini adalah tuan Reza, dia adalah anak kami yang baru pulang dari luar negeri jadi patuhilah perintahnya" ucap Siska pada para pelayan tersebut.
"Baik nyonya" jawab para pelayan dengan serempak. Mata Reza tertuju pada gadis yang sedikit melipirkan badannya kebelakang seolah ia ingin menyembunyikan dirinya dari seseorang.
"Bagaimana kalau mereka memperkenalkan diri mereka padaku mom, soalnya aku akan kesulitan jika membutuhkan bantuan mereka tanpa tau nama mereka" ucap Reza santai. Siska nampak menyetujui ucapan Reza ia pun menyuruh para pelayan untuk memperkenalkan diri mereka satu persatu.
Gadis itu nampak pasrah kala ia memperkenalkan dirinya di depan Reza. Orang yang paling dia benci sewaktu di sekolah dulu.
"Anisa Putri" ucap pelayan itu dengan pelan. Reza menyunggingkan senyumnya dengan cepat setelah Anisa memperkenalkan dirinya. Sungguh sebuah takdir yang sulit untuk ditebak.
"Pelayan disini cantik-cantik ya mom" ucap Reza pelan membuat momy nya menatap tak suka pada Reza.
"Iya.. mereka semua pilihan dady mu" Reza melongo mendengar ucapan Siska ternyata dady nya sendiri yang memilih pelayan itu.
"Pilihan yang bagus" jawab Reza sangat pelan membuat momy nya mengerutkan alisnya.
"Maksud kamu?" tanya Siska penasaran. Reza hanya menggeleng kecil. Ia berpamitan pada momy nya untuk masuk kedalam kamarnya.
"Aku istirahat dulu ya mom.. capek" ucap Reza sembari meregangkan otot-otot tangannya. Siska tersenyum sembari mengangguk kecil.
__ADS_1
"Pergilah.. momy pun sedang menunggu Dady pulang katanya ia sedang di perjalanan" Reza mengangguk cepat ia segera berlari menuju kamarnya.
Di dalam kamar Reza nampak memperhatikan isi kamarnya yang masih rapi sama seperti ketika ia pergi meninggalkan indonesia untuk menuntut ilmu di luar kota. Ia mengambil kunci yang berada dibawah kasurnya dan membuka lemarinya yang berisikan barang-barang dari seseorang. Reza tersenyum kecil ketika matanya melihat sepatu perempuan yang hanya sebelah. Ia mengambil sepatu itu sambil terus mengamatinya.
'Masih bagus' gumam Reza dalam hati. Ia mengembalikan sepatu itu kedalam lemarinya dan menguncinya rapat-rapat. Tak lupa ia menaruh kunci tersebut ditempatnya semula.
Hari ini Reza sangat lelah. Ia membaringkan tubuhnya diatas kasur empuk miliknya. Matanya terpejam menuju alam mimpi.
Sementara itu Ragil nampak terburu-buru memasuki mobilnya. Ia khawatir jika istrinya itu akan mengoceh jika dirinya terlambat sampai kerumah. Belum juga Ragil masuk nampak seorang wanita menahan tangannya.
"Kamu mau kemana?" tanya perempuan bernama Fika itu. Ragil menghentakkan tangannya dengan kasar. Ia melirik sedikit kearah perempuan itu.
"Aku ada urusan penting" jawab Ragil tanpa memperdulikan Fika. Fika merengut tak seperti biasanya Ragil seperti ini.
"Urusan apa?" Fika menyilangkan kedua tangannya di dada. Ragil menghela napas panjang. Ia pun memegang kedua tangan Fika.
"Nanti aku ceritakan okey sekarang aku harus pergi dulu" dengan raut wajah masam Fika mengangguk pelan. Ia membiarkan Ragil pergi meninggalkannya.
"Pasti urusan sama istrinya" gerutu Fika sembari berputar arah memasuki kantornya.
Fika merupakan karyawan baru yang sedang magang diperusaah besar tersebut. Dengan bantuan temannya ia bisa masuk dengan mudah ke dalam perusahaan ternama tersebut tentunya dengan sogokan uang yang tak sedikit jumlahnya. Dengan bermodalkan wajahnya yang cantik ia merayu Ragil agar mau menuruti semua kemauannya. Awalnya Fika hanya bermain-main dengan Ragil tapi setelah Ragil selalu ada untuknya membuat Fika benar-benar jatuh cinta kepadanya meskipun dirinya tau bahwa Ragil sudah berkeluarga.
Fika menghela nafasnya dengan kasar. Entah mengapa hatinya sangat tidak rela melihat Ragil pergi menemui istrinya. Dalam hatinya Fika ingin Ragil meninggalkan istrinya itu dan menjadikan dirinya satu-satunya milik Ragil tak ada perempuan lain yang berada disampingnya selain dirinya. Terdengar konyol namun itu satu-satunya harapan yang diimpikan oleh Fika. Fika tersenyum kecut menyadari posisinya saat ini yang hanya bisa mengalah untuk saat ini.
__ADS_1