
Andre Hermawan merupakan putra sulung dari Adit hermawan dan Nia Damayanti. Wajahnya yang tampan tanpa cela selalu menjadi incaran para wanita. Ditambah senyumnya yang penuh pesona mampu meluluhkan hati setiap wanita hanya dengan sekali jentikan jari.
Tak heran jika banyak wanita yang ingin menjadi pasanganannya walaupun hanya satu malam.
Lisa.. wanita yang telah dipilih Andre untuk menemani malam panjangnya. wanita itu nampak berdandan mati-matian hanya untuk menarik perhatian Andre. Ia mengerahkan segala cara Agar Andre bertekuk lutut dikakinya. Berharap lelaki itu akan jatuh cinta dengan rayuannya.
Langkah wanita itu begitu cepat ketika dirinya melihat mobil Andre yang sudah terparkir rapi di depan rumahnya. Dari dalam mobil, Andre melayangkan senyuman mautnya tepat mengenai hati Lisa. Membuat detak jantungnya semakin bergemuruh tak karuan.
"Sayang.. malam ini kita akan kemana?" tanya Lisa dikuping Andre dengan nada lirih dan juga manja. Andre hanya tersenyum tipis.
"Kamu tentukan saja tempatnya biar aku yang bayar" balas Andre ditelinga Lisa membuat wajah cantik itu memerah seketika. Lisa mengangguk cepat. Ia segera merogoh tas kecil miliknya dan mengambil gawai berwarna silver untuk memesan kamar hotel yang termahal disana.
Andre menyeringai melihat Lisa yang kini sudah bergelayut manja ditangannya.
"Udah yaa.." ucap Lisa sembari menunjukkan alamat hotel yang tertera di gawainya. Dengan tidak sabar mereka pun segera melangkahkan kaki menuju tempat yang dipilih oleh Lisa.
Sesampainya dikamar hotel Andre segera mencumbu Lisa dengan penuh gairah. Ya.. lelaki itu melepaskan semua hasratnya disana bersama wanita satu malamnya.
Malam itu merupakan malam paling panjang dan bergairah untuk mereka yang tengah dimabuk asmara.
*********************************************
"Pergi kemana kamu semalam?" tanya Adit pada anak sulungnya itu. Andre hanya mengendikkan bahunya sekilas. Enggan untuk menjawab pertanyaan sang papa.
Melihat tingkah Andre membuat emosi Adit meninggi namun dengan cepat Nia segera menenangkan suaminya itu.
"Dimana sopan santunmu Andre? orang tua bertanya kok malah gitu jawabanmu" Andre menatap tak suka pada anaknya yang terlihat santai memakan roti isi ditangannya.
"Biasalah pah.. anak muda.. kayak gak pernah muda aja" ucap Adit yang dibalas tatapan tajam dari Andre membuat suasana diruqng makan menjadi canggung.
"Kamu gak ke kantor hari ini?" tanya Nia yang berusaha mencairkan suasana.
__ADS_1
"Iya.. bentar lagi berangkat" Andre melirik Arloji ditangannya masih ada waktu 15 menit sebelum berangkat ke kantor.
"Pagi pah.. mah.." sapa Arya yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Adit dan Nia membalas sapaan Arya bersamaan.
"Pah.. mah.. ada yang mau Arya sampaikan" ucap Arya dengan penuh nada kehati-hatian.
Seketika mereka menatap penuh tanda tanya kearah Arya. Adit segera mengangguk memberikan kesempatan berbicara pada anak bungsunya itu.
"Arya ingin segera menikah pah.. mah.." seketika orang tua Arya nampak terkejut mendengar ucapan Arya kecuali Adit yang hanya mendecih pelan.
"Kamu mau menikah, dengan siapa?" tanya Adit heran. Arya hanya tersenyum manis kearah papanya.
"Sama Alysa p 0ah" jawab Arya sembari tertunduk malu. Adit dan Nia saling berpandangan sejenak. Sedangkan Andre nampak tidak begitu tertarik dengan apa yang dibahas Arya.
"Alysa mana sayang?" tanya Nia dengan penuh rasa penasaran. Arya terdiam sejenak.
"Anaknya bapak kusuma mah yang rumahnya hanya 2 blok dari sini" jawab Arya dengan malu-malu.
"Boleh mama bertemu dengannya?" Arya mengangguk dengan cepat pertanda ia menyetujui permintaan sang mama.
"Kamu dengarkan Dre.. adikmu saja sudah ada keinginan berumah tangga apa kamu tidak ada niatan untuk menjalani hubungan yang serius?" Andre nampak tak nyaman dengan arah pembicaraan ini.
"Urusin aja anak kesayangan papa itu, gak usah urusin Andre" Andre bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kearah pintu.
"Mau kemana kamu? papa belum selesai" teriak Adit dengan kencang. Andre hanya menoleh sekilas.
"Cari calon" jawab Andre cepat sambil berlalu.
Adit dan Nia hanya bisa melihat punggung kekar itu hungga akhirnya menghilang dibalik pintu.
"Mah.. pah.. Arya juga pamit ya mau berangkat ke kantor" Arya bangkit dari kursinya dan berjalan kearah mama papanya.
__ADS_1
"Iya.. kamu hati-hati ya.. jangan lupa ajak calonmu itu kemari" ucap Nia sembari menepuk bahu anak bungsunya.
"Iya mah.. mama doain aja yah mudah-mudahan aku bisa bujuk dia supaya mau kesini" Nia mengangguk pelan mendengar ucapan Arya.
"Yaudah sana cepetan berangkat udah siang ini masa anak-anak papa datangnya siang, walaupun kalian ini atasan mereka jangan masuk kantor seenaknya tetap hargai waktu ingat waktu adalah uang" ucap Adit panjang lebar.
"Siap bos.. Arya berangkat dulu ya pah.. mah assalamualaikum" setelah mencium tangan kedua orang tuanya Arya segera pergi ke kantornya. Kantor yang sama yang ditempati oleh Andre.
"Mereka sudah besar ya pah.. sebentar lagi mereka akan memilih pasangan mereka masing-masing" Nia menggenggam tangan Adit dengan erat.
"Jangan sampai mereka seperti kita ya pah menikah tanpa restu orang tua" Nia nampak menitikkan air matanya yang tak dapat ia tahan. Adit segera mengelus punggung istrinya itu dengan pelan. Tubuhnya berguncang menahan rasa sakit di hatinya.
"Sudahlah mah.. kita sudah bahagia jangan pernah ungkit soal itu lagi" Adit mencoba menenangkan perasaan istrinya yang sering tiba-tiba baper itu.
"Maafin mama yah pah mama terlalu terbawa suasana" ucap Nia sembari mengelap aur mata yang berlinang di pipinya.
"Makanya jangan kebanyakan nonton sinetron jadi baper kan?" Adit tersenyum mengejek melihat istrinya yang kini tengah tersenyum malu.
"Iya papa.. yaudah sana cepet berangkat kerja nanti terlambat katanya waktu adalah uang" Nia tersenyum sembari memegang tas kantor milik suaminya.
"Hemm.. udah pinter nyindir ya" ucap Adit sembari bangkit dari duduknya. Ia berjalan menghampiri Nia yang sudah dulu menunggunya di depan pintu keluar.
"Hati-hati ya pah.. jangan nakal.. inget udah punya bujang.. dua lagi yang bikin pusing setiap hari" Nia memberikan tas berwarna hitam pada Adit.
"Iya.. mama juga jangan kebanyakan nonton sinetron takut keseringan baper" balas Adit tak mau kalah. Nia hanya tersenyum kecut mendengar ucapan suaminya itu.
"Papa berangkat ya mah.. assalamualaikum" Adit segera melangkahkan kakinya setelah berpamitan kepada sang istri.
"Waalaikum salam.." jawab Nia setelah Adit berada di dalam mobilnya.
Mobil pun melaju pergi meninggalkan Nia sendirian. Ia hanya bisa menghela napas ketika ia sendirian dirumah.
__ADS_1
"Bosan.." ucap Nia sembari masuk kedalam kamarnya. Ia segera mengambil gawainya dan menelepon seseorang diluar sana.
Siapakah yang sedang dihubungi Nia? simak chapter selanjutnya yaa...