Cinta Noda Hitam

Cinta Noda Hitam
Hadiah dari Reza untuk momy


__ADS_3

Reza menatap mata Anisa dengan lekat. Ia tak mengalihkan pandangannya dari Anisa sedetikpun.


"Cepat buka" ulang Reza dengan penuh penekanan. Anisa menggelengkan kepalanya dengan pelan. Sungguh ia ingin sekali memukul wajah angkuh tuannya itu. Dengan perasaan dongkol akhirnya Anisa mencoba mengikuti apa mau tuannya. Jemari lentik itu berusaha melepaskan kancing kemejanya satu persatu hingga ke bagian dada. Awalnya Reza tersenyum puas namun sedetik kemudian ia menahan tangan Anisa dan segera mengancingkan kembali kemeja Anisa dengan terburu-buru.


"Hari ini kamu selamat.. pergilah" bisik Reza ditelinga Anisa. Anisa hanya bisa terdiam mendengar ucapan Reza.


"Ya ampun Anisa.. kenapa kamu basah kuyup begini?" tanya Siska sembari menatap tubuh Anisa dari atas sampai kebawah. Anisa terdiam ia tak mungkin menyalahkan Reza karena ulahnya.


"Tadi dia kecebur mom.. terpaksa Reza tolongin" mendengar jawaban dari Reza membuat Anisa dan Siska melongo bersamaan. Anisa hanya bisa menganggukkan kepalanya pasrah mendengar ucapan Reza.


"Lain kali kamu hati-hati ya.. emang kamu lagi ngapain sih disini, gazebo udah di pel?" tanya Siska bertubi-tubi. Anisa nampak gelagapan menjawab pertanyaan Siska.


"Mom.. masuk yuk.. aku mau tunjukin sesuatu buat momy" ucap Reza sembari menarik tangan momy nya.


"Tapi.." belum saja Siska menjawab Reza sudah menarik paksa momy nya masuk kedalam rumah utama. Anisa hanya bisa menghela napas pelan. Hari ini dirinya sungguh sial karena harus berhubungan dengan Reza lagi. Ia melangkahkan kakinya meninggalkan kolam renang dan pergi ke halaman belakang tempat tinggal para pelayan untuk kembali mengganti bajunya.


"Dady mana?" tanya Reza yang tengah makan di dapur utama. Siska menatap kearah kamar yang ia tempati bersama suaminya.


"Oh.. kupikir dady tak akan pulang" ucap Reza sembari menyendokkan nasi ke mulutnya. Siska nampak memasang raut wajah sedih membuat Reza mengelus tangan momy nya dengan lembut.


"Kalau momy butuh teman curhat Reza bersedia kok menampung semua cerita momy" Siska menatap Reza sesaat lalu kemudian ia tersenyum sembari mengangguk.

__ADS_1


"Momy engga apa-apa sayang lihat momy baik-baik aja kan" Siska menampilkan senyum manis untuk menutupi luka dihatinya. Hati Reza menjadi semakin perih ketika melihat momy nya berjuang melawan sakit hatinya sendirian.


"Aku punya sesuatu untuk momy" Reza memberikan amplop berwarna cokelat kepada momy nya. Siska membuka amplop itu dengan mata yang berbinar.


"Ya ampun Reza.. kamu gak perlu seperti ini" ucap Siska sembari menatap kertas ditangannya. Reza memberikan voucher menginap di Jepang selama seminggu untuk merayakan tanggal pernikahan mereka.


"Reza.. dady kangen sekali padamu" ucap Ragil yang kini sudah bergabung bersama mereka. Reza tersenyum lebar melihat dadynya.


"Wah.. dady aku juga kangen.. oia kebetulan sekali dady disini Reza sedang memberikan hadiah untuk momy voucher menginap dijepang selama seminggu bukankah itu menyenangkan?" Reza tersenyum manis kearah dady nya yang mulai terlihat salah tingkah.


"Oia.. coba dady lihat?" Siska memberikan voucher itu kepada Ragil. Awalnya Ragil tersenyum namun seketika senyuman itu memudar dari wajahnya ketika melihat tanggal yang tertera disana. Pasalnya tanggal itu adalah tanggal dimana ia akan pergi berlibur bersama Fika.


"Kenapa dad.. ada yang salah, atau dady tak suka hadiah yang Reza berikan?" tanya Reza basa basi. Ragil mengalap keringat yang berada di dahinya.


"Dady jangan khawatir selama dady pergi Reza yang akan menggantikan dady di perusahaan" seketika Ragil tersedak ketika ia mendengar ucapan Reza. Dengan napas tersengal ia berusaha meminum air mineral yang sudah tersedia disana.


"A..apa kamu bilang kamu jangan bercanda?" teriak Ragil dengan wajah tak percayanya. Reza meyakinkan Ragil bahwa ia mampu menggantikan dady nya di perusahaan.


"Dady tidak setuju lebih baik dady tidak pergi daripada dady harus melihat kamu bermain-main diperusahaan" Ragil menatap tajam Reza


Reza menggaruk pipinya yang tak gatal. Matanya melirik kearah momy nya yang kini hanya tertunduk lesu.

__ADS_1


"Yaudah gini aja berhubung waktunya masih seminggu lagi.. gimana kalo dady training Reza dulu aja di perusahaan dady biar dady yakin sama kemampuan Reza" Reza menatap dady nya dengan penuh keyakinan. Raldi nampak nenimbang-nimbang apa yang diinginkan anaknya. Ia khawatir jika Reza benar-benar tidak bisa diandalkan. Tiba-tiba Raldi tersenyum miring. Apa salahnya dicoba toh kalaupun Reza tak bisa melakukannya ia bisa sesuka hati mengusir Reza dari perusahaannya.


"Baiklah kalau begitu besok kamu mulai bekerja menemani dady dulu, lihat dan pelajari apa yang dady kerjakan diperusahaan" ucap Ragil dengan santai. Reza mengangguk dengan senang. Ini adalah salah satu rencananya untuk bertemu dengan selingkuhan dady nya.


"Terima kasih dad" Reza tersenyum lebar kearah dady nya yang hanya menampilkan wajah datarnya.


'Mulai besok kehidupanmu akan sulit dad' ucap Reza dalam hati. Siska hanya bisa berdoa dalam hati semoga Reza bisa menjalankan perusahaan ayahnya dengan baik.


"Yaudah sekarang kita makan yaa okey" Siska mengambil piring dimeja dan mengisinya dengan nasi dan lauk pauk untuk diberikan kepada suaminya.


"Terima kasih" ucap Ragil setelah menerima piring berisi makanan dari Siska. Siska tersenyum tipis ia kembali duduk di kursinya.


*****


Malam telah tiba para pelayan mulai beristirahat di tempat mereka. Anisa mengecek ponselnya ada pesan masuk yang menyita perhatiannya. Ya.. dia adalah sahabat Anisa yang dulu satu sekolah dengannya dan Reza. Anisa membaca pesan itu sambil tersenyum-senyum sendirian. Dan kemudian ia segera membalasnya.


'Kamu pasti lelah.. biarkan aku menyenangkanmu esok hari' isi pesan tersebut. 'Ya hari ini benar-benar melelahkan' balas Anisa. 'Tunggulah aku besok ditempat biasa okey' Anisa mendapat balasan pesan lagi. Kali ini ia hanya mengetikkan emoji jempol di pesannya.


Dia adalah Vino sahabat Reza yang selalu menolong Anisa ketika ia sering di bully oleh Reza. Reza sangat membenci Vino karena selalu menghalangi rencananya hingga akhirnya persahabatan yang terjalin cukup lama diantara mereka harus berakhir dengan cukup tragis. Vino tak menyesali apa yang diperbuat oleh Reza karena ia yakin dengan melindungi Anisa adalah pilihan terbaik untuknya.


Vino tersenyum melihat isi pesan yang tertera di layar ponselnya. Ia tak sabar untuk segera bertemu dengan gadis pujaan hatinya sejak dulu. Gadis yang selalu ingin ia lindungi dari orang berbahaya seperti Reza. Orang yang selalu menggunakan segala macam cara untuk mengganggu gadis yang paling ia cintai.

__ADS_1


Dengan wajah merona Vino membuka galeri foto yang menampilkan gadis berkulit sawo matang dengan tubuh yang gendut mengenakan seragam putih abu-abu sembari tersenyum manis kearah kamera. Dia adalah Anisa orang yang paling berarti dalam hidupnya.


__ADS_2