
Hari ini adalah hari dimana Andre akan menikah dengan perempuan yang sama sekali tidak Andre kenal. Sebenarnya Andre sangat frustasi memikirkan bagaimana keadaan Dania setelah ia bersepakat dengan ayahnya. Diluar kamar sudah ada orang suruhan Dirga yang sudah berjaga-jaga kalau Andre berbuat ulah. Andre menatap pantulan dirinya di cermin, ia nampak gagah dengan balutan tuxedo berwarna putih. Ditambah rambut klimis yang ditata rapi kebelakang oleh perias profesional membuat penampilannya semakin menawan. Andre tersenyum menatap dirinya yang begitu berbeda hari ini. Ia tersenyum hambar menertawakan nasib dirinya.
Pintu kamar Andre terbuka lebar menampilkan wanita paruh baya yang sudah dirias cantik oleh perias ternama. Dia Anita ibu yang telah melahirkan Andre. Anita tersenyum puas melihat ketampanan putranya yang sangat ia sayangi.
"Sayang hari ini kamu tampan sekali" ucap Anita yang hanya dibalas senyuman tipis dari Andre. Air mata Anita menggenang kala melihat pancaran wajah Andre tidak ada kebahagiaan disana. Yang ada hanya rasa sedih penuh kekecewaan.
"Andre.. Maafin mama ya, mama tidak bisa membujuk papa untuk menghentikan pernikahan ini. Mama adalah mama yang buruk untuk kamu" Anita memeluk tubuh kekar Andre membuat hati Andre terasa sedih
"Mama gak boleh bilang gitu, mama tidak boleh merasa bersalah. Sampai kapanpun mama tetap menjadi mama yang terbaik untuk Andre. Mungkin ini yang terbaik untuk Andre mah" ucap Andre sembari mengelus punggung mamanya. Anita menggelengkan kepalanya dengan cepat. Entah mengapa hatinya terasa sakit.
Andre mengurai pelukan mamanya. Ditatapnya wajah rapuh yang penuh dengan kesedihan itu. Sesekali ia tersenyum di hadapan Anita meyakinkan mamanya bahwa dirinya baik-baik saja.
"Ibu hajat tidak boleh menangis, nanti make upnya luntur" canda Andre kepada Anita. Anita memukul dada Andre dengan gemas membuat Andre meringis kesakitan.
"Kamu ini, bisa-bisanya bercanda disaat lagi begini" gerutu Anita pada Andre. Andre cengengesan. Bohong sekali kalau hatinya kini sedang baik-baik saja. Tapi ia tidak ingin Anita tau bahwa dirinya saat ini tengah gelisah menantikan kabar kekasihnya Dania.
"Bener kamu baik-baik saja?" tanya Anita memastikan. Andre mengangguk dengan pasti. Anita menarik napas panjang kemudian ia menggamit lengan Andre untuk dibawa keruang tamu. Andre hanya bisa pasrah setelah ia mengucapkan nama orang yang sama sekali tidak ia kenal melalui ijab kobul.
'Dania kamu dimana, semoga tuhan selalu melindungimu dimanapun kamu berada' gumam Andre dalam hati.
__ADS_1
Setelah proses ijab kobul selesai semua tamu serentak mengucapkan hamdalah bersamaan. Anita mengelus pundak putranya dengan lembut. Entah mengapa hati Andre terasa sesak menerima statusnya yang sekarang.
Dari kejauhan muncullah dua sosok perempuan cantik salah satunya memakai kebaya yang senada dengan baju Andre. Andre menatap perempuan cantik itu. Kulitnya putih, hidungnya mancung dan sorot matanya memancarkan kelembutan. Ia adalah Reva perempuan yang kini telah sah menjadi istrinya. Reva berjalan didampingi oleh ibunya Ratih. Perempuan paruh baya yang memakai baju kebaya yang sama persis seperti Anita.
Reva didudukkan disamping Andre. Jantungnya terasa berdetak cepat karna ini adalah pertama kalinya ia bertemu dengan Andre yang begitu tampan. Sebenarnya Reva sempat melihat foto Andre dimeja kerja ayahnya tapi ia tidak membayangkan jika orang yang berada difoto itu kini telah sah menjadi suaminya.
Setelah menandatangani berbagai macam dokumen pernikahan mereka saling memasangkan cincin pernikahan di jari mereka. Tak ada senyuman diwajah Andre hanya Reva yang tersenyum malu mendengar godaan dari para tamu.
Acara digelar sederhana hanya orang-orang terdekat saja yang diundang oleh kedua belah pihak. Kebanyakan dari tamu undangan merupakan klien dari Dirga dan Feri ayah dari Reva yang membuat Andre merasa bosan.
"Jadi kamu perempuan yang dipilih si tua bangka itu.." ucap Andre namun tatapan matanya tertuju lurus kearah tamu undangan. Reva mengerutkan kedua alisnya kemudian ia menatap Andre heran.
Andre tersenyum tipis tanpa mengalihkan pandangannya.
"Aku heran kenapa ada perempuan yang mau saja menerima lelaki yang tidak tahu dengan jelas asal usulnya darimana. Apa dia tidak khawatir jika lelaki itu bisa membahayakan dirinya" Andre kembali berucap kali ini Reva menangkap isi maksud dari pembicaraan Andre.
"Lalu bagaimana dengan lelaki itu bukankah dirinya sama saja menerima perempuan yang tidak tahu dengan jelas darimana asal usulnya" kali ini Andre menatap wajah Reva yang menyunggingkan senyum manisnya untuk Andre. Dengan cepat Andre membuang pandangannya kearah lain. Ia sedikit malu dengan jawaban yang dilontarkan oleh Reva kepadanya.
Beberapa teman Reva datang menghampiri Reva dan Andre untuk memberikan ucapan selamat kepada mereka. Sesekali Reva tersenyum manis menanggapi godaan yang dilayangkan teman-teman Reva kepadanya.
__ADS_1
"Selamat ya say.. Ganteng banget sih lakinya" puji Dean lelaki kemayu sahabat Reva. Andre bergidik ngeri ketika mendengar ucapan Dean. Sedangkan Reva hanya tersenyum tipis melihat Andre yang sepertinya merasa tidak nyaman didekat Dean.
"Iya.. Selamat ya.. Beib semoga langgeng sampe kakek nenek" ucap Fitri sembari tersenyum nakal kearah Reva.
"Aamiin terima kasih yaa.. Kalian udah mau dateng keacara nikahan aku" jawab Reva
"Iya dong apasih yang enggak buat kamu" Dean melirik nakal kearah Andre membuat Andre semakin tidak nyaman.
"Yaudah makan dulu gih kalian pasti laper ambil yang banyak" bisik Reva diakhir kalimatnya. Kedua teman Reva mengangguk mereka pun segera pergi ke meja prasmanan.
"Kamu berteman dengan orang seperti itu?" tanya Andre tak percaya. Reva hanya menatap wajah Andre tanpa menjawab pertanyaannya.
"Benar-benar sangat menggelikan" lanjut Andre lagi. Reva hanya menarik nafasnya dalam-dalam ia sedang tidak ingin ribut dihari pernikahannya ini. Apalagi ia sedang berada dirumah Andre bukan dirumahnya sendiri yang bisa leluasa malakukan apapun yang ia mau.
"Apa acara ini masih lama aku lelah sekali" gerutu Andre pada Reva. Reva menatap Andre dengan tatapan yang tajam.
"Kalau kamu lelah beristirahatlah jangan banyak mengeluh" balas Reva dingin. Andre menatap tajam Reva baru kali ini ada perempuan yang berani menatapnya seperti itu membuat jantung Andre bergemuruh menahan emosi. Dengan cepat Andre mengalihkan pandangannya.
Entah apa yang ada dipikiran Andre saat ini Reva hanya bisa berdoa dalam hati semoga pernikahan ini akan baik-baik saja kedepannya.
__ADS_1