
Pagi ini Andre bangun pagi-pagi sekali ia akan pergi ke suatu tempat bersama Riko sahabatnya. Seseorang mengatakan bahwa Dania ditemukan masih hidup oleh orang Desa yang kebetulan sedang mencari ikan ditepi sungai. Tentu saja Andre yang merasa sangat bahagia mendengar berita itu. Ia segera meminta Riko untuk menemaninya menemui kekasihnya Dania.
"Loe beneran Dre percaya sama kabar burung itu, bisa jadi itu cuma hoaks?" ucap Riko sembari menatap wajah Andre yang tengah fokus menyetir. Mendengar ucapan Riko membuat Andre berdecak sebal.
"Apa salahnya sih kita berharap selama harapan itu masih ada" gumam Andre seketika Riko terdiam.
Diam-diam Andre telah menyuruh seseorang untuk mencari tahu dimana keberadaan Dania sekarang tentu saja dengan uang yang ia dapat dari kakeknya. Karena posisi Andre saat ini tidak bekerja. Andre tidak mau bekerja diperusahaan papanya dia tidak mau berurusan dengan bisnis yang dijalankan oleh papanya.
Mobil bergulir memasuki desa yang masih memiliki banyak sawah di kiri dan kanan jalan. Andre dan Riko nampak terpana melihat hamparan sawah yang hijau. Beberapa warga nampak berlalu lalang membawa berbagai macam barang maupun hasil bumi yang akan mereka bawa kesuatu tempat.
"Dre.. Tuh coba tanya sama warga alamat yang ada dikertas itu dimana?" Riko menepuk pundak Andre yang sedang fokus menyetir, kemudian Andre segera menepikan mobilnya untuk bertanya kepada warga yang lewat.
Sungguh saat ini Andre sangat merindukan kekasihnya itu.
"Permisi pak, maaf mengganggu boleh saya tanya alamat ini dimana ya?" tanya Andre dengan sopan. Warga desa itu menunjukkan alamat yang tertera didalam kertas membuat Andre tersenyum lebar sembari mengucapkan terima kasih.
'Tunggu aku Dania, aku pasti akan membawamu kembali padaku' gumam Andre dalam hati.
Selama diperjalanan Andre terus berdoa kepada tuhan berharap masih ada secercah harapan untuk bertemu kembali dengan kekasihnya.
Mobil terus melaju melewati hutan-hutan rimbun membuat Riko bergidik ngeri jika perjalanan itu dilakukan malam hari.
"Dre.. Masih jauh ga?" gerutu Riko sembari menatap pohon-pohon yang tinggi menjulang. Andre tidak memperdulikan perkataan Riko ia hanya fokus menyetir. membayangkan dirinya akan segera bertemu dengan Dania.
Matahari sudah semakin terik dan mobil Andre masih terus melaju tanpa henti.
Riko menghela napas panjang ia merasa bosan.
__ADS_1
"Bro.. kalo seandainya Dania benar ada disana apa yang bakalan loe lakuin?" tanya Riko.
"Gue bakalan bawa Dania pergi jauh, membuang semua identitas gw dan memulai kehidupan baru hanya berdua sama Dania. Gak akan ada yang bisa memisahkan gw sama Dania termasuk papa" tegas Andre
Riko terdiam mendengar ucapan Andre, sedalam itukah cinta Andre pada Dania. Sampai-sampai ia rela berkorban apapun demi orang yang dicintainya.
"Kenapa diem? Keren yah kata-kata gue makanya cari pacar biar tau gimana rasanya jatuh cinta" ejek Andre kepada sahabatnya itu.
"Ciiee.. Ellehh.. ujung-ujungnya kagak enak banget" gerutu Riko
Andre tersenyum melihat Riko yang mulai merajuk, setidaknnya Riko menjadi hiburan ketika Andre merasa bosan selama diperjalanan.
"Gue ada temen nih cakep banget sexy lagi loe mau?" tanya Andre pada Riko dengan wajah yang serius. Seketika ekspresi Riko berubah menjadi riang.
"Yaa.. Kalo ada sih gue mau" jawab Riko dengan malu-malu.
"Beneran? Yakin?" tanya Andre lagi. Riko semakin yakin menganggukkan kepalanya.
"Anj**r emang gue cowok apakah" ucap Riko sembari mencolek lengan Andre dengan gaya kemayunya.
"Iihh.. Amit.. Amiit.." Andre mengetukkan kepalan tangannya di dashboard mobil dengan ekspresi geli sekaligus ngeri. Seketika mereka tertawa bersama sama.
Dari kejauhan Andre melihat satu gubuk yang sudah tua. Andre yakin jika Dania ada disana. Andre lalu mempercepat laju mobilnya.
"Permisi.. pak.. bu..." teriak Andre setelah ia berada diambang pintu. Riko terlihat mengamati area sekitar gubuk. Tidak ada rumah lain selain gubuk tua itu.
"Dre.. Yakin Dania disini?" tanya Riko lagi. Andre menatap Riko yang terlihat ketakutan.
__ADS_1
"Horor banget tempatnya" cicit Riko setelah ia mendengar suara burung yang terbang secara tiba-tiba. Andre memperingatkan Riko untuk tidak banyak bicara.
Tiba-tiba pintu terbuka menampilkan seorang nenek yang tengah membawa sapu lidi.
"Permisi nek, saya Andre dan ini teman saya Riko boleh minta waktunya sebentar?" tanya Andre dengan sopan. Nenek itu mengangguk sambil mempersilahkan tamunya duduk dibangku panjang depan gubuknya.
"Apa nenek pernah bertemu dengan perempuan yang ada difoto ini?" tunjuk Andre pada selembar foto ditangannya. Nenek memperhatikan wajah yang berada difoto itu kemudian ia menggeleng pelan.
"Masa sih nek, coba nenek perhatikan lagi lebih jelas" pinta Andre pada si nenek. Kembali nenek itu menggelengkan kepalanya
"Sabar bro.. Mungkin emang bener neneknya gak liat" Riko mencoba menenangkan Andre.
"Tapi gue yakin sekali kalo Dania ada disini" Andre tetap bersikeras dengan pendiriannya.
"Nek, saya izin masuk kedalam boleh?" pinta Andre. Nenek itu mengangguk dan mengizinkan Andre masuk kedalam rumahnya.
Dengan penuh harapan Andre mencari keberadaan Dania didalam gubuk tua itu. Namun pada akhirnya Andre harus menelan pil kekecewaan karena tidak ada siapapun di dalam gubuk itu selain dirinya.
Andre keluar dari gubuk dengan wajah murung. Ia tidak tahu lagi harus bagaimana. Riko yang merasa iba langsung mengajak Andre untuk segera kembali pulang kerumahnya. Tak lupa Riko dan Andre mengucapkan terima kasih kepada nenek karena telah banyak direpotkan. Si nenek tersenyum tipis, ia mengantarkan kedua lelaki itu sampai depan mobil Andre.
Andre dan Riko pamit undur diri. Nenek menganggukkan kepalanya sembari mengingatkan mereka untuk hati-hati dijalan.
Dari kejauhan siluet gadis cantik nampak mengintip dibalik pohon. Ingin sekali ia datang dan menghambur kedalam pelukan kekasihnya itu namun ia urungkan mengingat ini bukanlah waktu yang pas untuk bertemu dengan kekasihnya.
"Ada apa nak?" tanya kakek tua dibelakangnya. perempuan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan lemah.
"Kalo ada apa-apa cerita sama kakek ya, atau sama nenek" ucap si kakek yang menampakkan wajah khawatirnya.
__ADS_1
"Iya kek.." jawab perempuan itu dengan suara yang sangat pelan. Kemudian mereka kembali melanjutkan perjalanan pulang.
Akankah takdir mempertemukan Andre dan Dania kembali ?