
Anisa sedang mengepel gazebo yang berada dibelakang rumah utama. Dengan telaten ia mengepel lantai berwarna cokelat itu hingga bersih. Pikiran Anisa melayang pada kejadian sewaktu ia sekolah dulu. Dimana ia selalu menjadi bahan bully an Reza dan para teman-temannya. Hatinya terasa sakit lagi. Sekuat tenaga Anisa membuang jauh-jauh ingatan itu. Ia yakin Reza tidak akan mungkin mengingat dirinya.
Setelah selesai mengepel Anisa membawa ember berisi air kotor itu kedalam tempat tinggal para pelayan yang berada disamping gazebo. Namun dengan cepat Reza menghalangi langkah kaki Anisa sampai ia terjungkal. Beruntungnya Jalan kearah toilet tersebut tertutupi oleh rerumputan hijau membuat Anisa tidak terluka parah. Semua air yang berada didalam ember tersebut jatuh mengenai pakaiannya. Anisa ingin marah tapi ia tahan mengingat Reza adalah anak dari majikannya.
"Maafkan saya tuan" ucap Anisa sembari berdiri dari jatuhnya, ia segera mengambil ember disamping Reza. Reza menatapnya dengan tajam. Membuat bulu kuduk Anisa kembali berdiri. Reza berjalan pelan memutari tubuh Anisa yang kini mulai menunduk ketakutan.
"Lama tidak berjumpa Anisa" ucap Reza dengan penuh penekanan. Anisa masih terdiam ia enggan untuk menjawab.
"Ternyata sekarang kamu berubah ya.. menjadi semakin cantik" bisik Reza ditelinga Anisa. Anisa menutup matanya dengan rapat ia tak ingin ingatan masa lalu terulang kembali.
"Aahh.. aku lupa.. sebelum kau pindah sekolah kau melupakan sesuatu Anisa" ucap Reza sembari menatap bibir berwarna merah milik Anisa. Anisa membelalakkan matanya. Ia menatap Reza dengan khawatir.
"Kau melupakan janjimu Anisa" Reza merubah wajahnya menjadi sendu. Anisa masih terdiam, ia membiarkan Reza mengeluarkan apa yang ada dihatinya.
"Sebenci itukah kau melihatku?" teriak Reza saat mata mereka saling bertemu. Anisa membuang napasnya dengan kasar.
"Maaf tuan.. pekerjaan saya sedang banyak jadi saya tidak bisa terus-terusan mengobrol dengan anda" ucap Anisa sembari melangkahkan kakinya meninggalkan Reza sendirian. Reza tertawa keras sampai ia menjadi tontonan pelayan yang lain.
"Kenapa tuh orang sarap?" gumam Nadia dari dalam dapur kepada Anisa yang sedang mencuci tangannya.
"Iya.. itu tuh contoh orang kelewat kaya makanya jadi gila" balas Anisa dengan kesal.
"Tadi gw liat loe dicelakain sama tuh orang" ucap Nadia dengan wajah tak sukanya.
"Iya gitu kalo orang kaya belagu mentang-mentang dia punya segalanya makanya ia bersikap seenaknya" jawab Mira sembari melirik keluar jendela tak ada sosok Reza disana mungkin Mira pikir sudah pergi.
__ADS_1
"Yaa begitulah.. gw sih udah biasa dapet perlakuan kayak gitu" ucap Anisa sembari masuk ke dalam kamarnya dan mengambil beberapa helai pakaian ganti.
"Maksud loe.. loe pernah di bully?" tanya Mira dengan ekspresi terkejutnya. Anisa mengangguk pelan.
"Bukan pernah lagi tapi sering" jawab Anisa sembari masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Tiba-tiba Lena datang dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Guys.. loe semua dipanggil tuan Reza" ucap Lena dengan wajah gelisah.
"Ada apa?" tanya Nadia dengan cemas. Lena menggelengkan wajahnya pertanda ia tidak tahu. Dengan langkah terburu-buru akhirnya Nadia dan Mita segera pergi menemui Reza yang sudah menunggu di kolam renang.
Sesampainya ditempat yang dituju, Nadia dan Mira disuguhkan dengan pemandangan tubuh atletis milik Reza yang kini tengah bertelanjang dada dan hanya memakai celana pendek ketat berwarna hitam. Nadia dan Mira nampak susah payah menelan saliva mereka setelah melihat tubuh sexy milik Reza.
Reza berjalan menghampiri mereka dan menatap wajah mereka satu persatu. Rupanya ia sedang mencari Anisa.
"Aku ingin kalian melayaniku" jawab Reza dingin. Para pelayan saling berpandangan tak mengerti.
"Melayani apa tuan?" tanya Nadia dengan suara pelan. Reza menatap tajam kearah Nadia.
"Kubilang layani ya layani" teriak Reza dengan penuh emosi. Nadia segera menundukkan kepalanya begitupun Mira. Ia terkejut mendengar teriakan Reza yang sangat kencang.
"Ba..baik tuan kami akan melayani anda dengan baik" jawab Nadia dengan suara bergetar. Mira menunduk ketakutan bahkan ia sampai menangis.
"Ya.. betul kalian para penggosip harus melayani tuannya dengan baik" Reza bertolak pinggang sembari memutari tubuh mereka yang bergetar ketakutan.
__ADS_1
"Maafkan kami tuan kami tidak akan melakukannya lagi" Nadia mulai menitikkan air matanya. Reza mendecih kasar.
"Maaf saja tidak cukup kalian harus.." belum sempat Reza melanjutkan kata-katanya ia melihat Anisa berjalan menghampirinya.
'Bagus datang juga yang ditunggu' batin Reza.
"Maaf tuan memanggil saya?" tanya Anisa dengan ekspresi datarnya. Reza menatap Anisa yang sudah mengganti pakaiannya dari tubuhnya juga tercium wangi sabun.
"Kalian pergilah.. aku akan memikirkan hukuman apa yang pantas untuk para penggosip seperti kalian" semua pelayan nampak bernapas dengan lega mendengar ucapan Reza. Mereka pun segera pamit dari hadapan tuannya. Melihat teman-temannya pergi membuat Anisa hendak melangkahkan kakinya. Namun dengan cepat Reza menahan pergelangan tangan Anisa.
"Mau kemana kamu, penggosip" bisik Reza ditelinga Anisa. Seketika tubuh Anisa meremang ketika napas Reza menyentuh lehernya. Secara Refleks Anisa menjauhkan tubuhnya.
"Maaf tuan ada keperluan apa tuan memanggil saya?" Reza mendengus kasar sembari membuang pandangannya. Ia berjalan ke kursi panjang santai dipinggir kolam sembari mengisyaratkan kepada Anisa untuk menghampirinya.
"Pijat tubuhku rasanya terasa pegal" Reza merebahkan tubuhnya dikursi panjang tersebut. Dengan pasrah akhirnya Anisa menuruti kemauannya. Ia memijit pundak Reza dengan pelan. Seketika Reza menyipitkan kedua matanya.
"Apakah kerja disini tidak menggunakan tenaga sampai kau memijit bahuku saja tidak berasa?" gerutu Reza dengan wajah yang tak enak untuk dilihat. Dengan sekuat tenaga Anisa memijit pundak Reza yang seperti batu hingga kedua tangan Anisa memerah dan terasa sakit.
"Aaww.. kau menyakitiku" teriak Reza dengan tatapan membunuhnya. Anisa hanya terdiam ia sedang malas meladeni tingkah Reza.
"Sudahlah.. lama-lama badanku akan hancur ditanganmu" gumam Reza sembari bangkit dari duduknya. Ia melakukan peregangan sebelum berenang kedalam kolam. Anisa hanya menatapnya malas.
"Kau bisa renang?" tanya Reza sembari menatap wajah cantik Anisa. Anisa menggeleng pelan membuat Reza tersenyum lebar. Reza mulai melakukan ancang-ancang untuk melompat kedalam kolam.
Brusshh... suara riak air terdengar cukup kencang membuat Anisa terperanjat kaget pasalnya air kolam itu membasahi seluruh tubuh Anisa bahkan baju yang dikenakan Anisa nampak basah kuyup dibuatnya. Reza tertawa lepas melihat hasil karyanya. Anisa segera menutupi bajunya yang basah dengan kedua tangannya karena ia memakai kemeja berwarna putih.
__ADS_1
"Apakah anda puas tuan, kalau anda sudah puas bisakah saya pergi untuk mengganti pakaian?" teriak Anisa dengan wajah tak sukanya. Reza menghentikan tawanya. Ia segera keluar dari dalam kolam dan berjalan mendekati Anisa yang masih menatapnya dengan tatapan benci.
"Buka bajumu" ucap Reza sembari memperhatikan lekuk tubuh Anisa yang tercetak dengan indah. Anisa hanya bisa melotot mendengar ucapan Reza sedangkan Reza hanya tersenyum penuh arti.