Cinta Pertama (Ku Relakan Dia Untuk Bahagia)

Cinta Pertama (Ku Relakan Dia Untuk Bahagia)
Kembalinya Sang Putra


__ADS_3

Setelah acara tujuh bulanan Nina. Sebulan sebelumnya ia mendapat berita bahagia itu.


Sekarang menjadi hadiah kejutan untuk semua keluarga besarnya.


Posisi yang dulu pernah dijabatnya, kini kembali padanya setelah berjuang selama hampir tujuh tahun.


Berita ini membuat semua keluarga bahagia.Nina yang tidak mengerti apa masalahnya dulu yang menyebabkan Fahris kehilangan jabatan penting dalam karir kepolisiannya, mengucapkan syukur kepada yang Maha Kuasa atas limpahan rezeki yang tidak terkira dariNya.


"Kapan, dek kamu dilantik lagi?",tanya kak Yuni kepada mas Fahris.


Seminggu lagi,setelah acara tujuh bulanan Nina. Rezekinya putri ayah dan bunda, ucap Fahris dengan mengecup perut Nina yang membesar.


"Aamiin....!".


"Alhamdulillah!".


Ucapku mengucapkan syukur atas kembalinya jabatan yang pernah hilang.


Seperti Nina, dalam untaian harapanku. Bertemu dengannya suatu hal yang tidak dapat aku impikan, ungkap Fahris dengan mata berkaca-kaca.


Mendapatkannya kembali, menjadi milikku selama-lamanya adalah harapan semu dalam hidupku.


Tapi Dia mendengarkan untaian dalam tiap doa dan harapanku. Sehingga Nina ada dihadapanku sekarang.


Lalu Fahris berpindah mendekati kedua orangtuanya, bersimpuh dihadapan keduanya.


Mama yang mengandung dan melahirkannya dan papa yang membimbingnya menjadi pria yang tangguh hingga sampai saat ini.


Bermusuhan sama mama dan juga papa, karena membuat hidupku hancur.

__ADS_1


Membuatku membenci kalian sebagai orangtua. Memisahkanku dengan cintaku. Perempuan sederhana yang tidak banyak permintaan, membuat laki-laki keras kepala ini merubah semua sifat buruknya.


Setelah melihat Nina diawal kehamilannya sampai sekarang, membuat aku membayangkan mama yang berada diposisi Nina.


Melihat Nina yang tidak bisa jauh dariku semenjak kehamilannya, membuatku membayangkan mama yang tidak bisa jauh dari papa.


Maafkan anakmu ini, ma. Maafkan anakmu ini, pa. Selama tiga puluh lima tahun telah menyakiti perasaan kalian. Membuat kalian menderita dan malu karena perbuatan buruk selama ini.


Kini putramu bersujud dikakimu memohon maaf karena telah menyakiti kalian selama ini.


Fahris mencium kaki kedua orangtuanya, meletakkan kepalanya dipangkuan mama Tarti dengan lelehan airmata.


Mama Tarti juga ikut menangis mengelus kepala Fahris dengan tangan bergetar, ia bersyukur putranya telah kembali dari perjalanan jauhnya.


Semua melihat ikut terharu dan menangis. Nina sangat bahagia bisa kembali menyatukan anak dan orangtuanya.


Ia dapat melihat mata sang mama tersenyum getir yang belum dapat kata maaf dari sang anak yang ia kandung selama sembilan bulan.


Mama melihat kearahku merentangkan kedua tangannya, melihat itu aku berdiri, ingin memeluk mama.


Karena perutku yang besar menghalangi mama untuk memeluk erat, alhasil wajahku yang jadi sasaran mama.


Ia mencium pipiku yang basah karena airmata, berkali-kali membuatku tertawa karena geli.


Karena besok acara pelantikan mas Fahris, semua kembali kekamar masing-masing untuk beristirahat.


Aku terus melihat pakaian yang akan ku kenakan besok.


Membuat mas Fahris bertanya padaku.

__ADS_1


"Apa yang lucu dari pakaian itu,sayang?",tanya mas Fahris padaku.


Aku tidak percaya bisa memakainya nanti dan dilihat orang banyak. Itu pakaian terindah yang akan aku pakai saat suamiku naik diatas panggung besar menerima yang menjadi haknya.


"Apakah kamu menyukainya?",tanya Fahris dengan mengelus pipi cabi Nina yang menurutnya semakin cantik.


Nina pernah bermimpi melihat seorang wanita memakai pakaian ini, melambaikan tangannya ke Nina.


Nina tidak bisa mengartikan mimpi yang Nina alami berulang-ulang. Tapi kata ibu jika Nina bermimpi yang sama berarti ada salah satu keluarga yang akan pergi, ucap Nina dengan tersenyum kearah Fahris.


Mas..


Iya.


Jika terjadi sesuatu pada kami berdua, mas pilih siapa?. Pilih Nina atau putri kita, tanya Nina dengan bergelayut manja dilengan kokoh Fahris.


Membuat Fahris membulatkan matanya tidak suka dengan pertanyaan yang dikatakan Nina.


Mas tidak mau memilih karena kalian berdua sangat penting dalam hidup,mas. Seumur hidup mas tidak akan memilih diantara kalian berdua, titik ucap Fahris tegas.


Tapi Nina pesan sama mas, walaupun nantinya mas tidak suka Nina tetap memberikan saran sama mas.


Jika terjadi pada kami berdua, mas harus menyelamatkan putri kita, karena ia sebagian dari diriku dan juga mas.


Tidak mau... ucap Fahris dengan wajah memerah tidak suka ucapan yang keluar dari mulut Nina.


Nina tersenyum dan juga tertawa melihat wajah Fahris yang memerah.


Nanti juga mas akan memilihnya,ucap Nina yang meletakan kepalanya dipangkuan Fahris.

__ADS_1


Fahris menatap wajah tenang sang istri yang tertidur dalam pangkuannya. Ia menepis semua rasa khawatir setelah mendengar kata-kata yang keluar dari mulut sang istri.


__ADS_2