Cinta Pertama (Ku Relakan Dia Untuk Bahagia)

Cinta Pertama (Ku Relakan Dia Untuk Bahagia)
Episode 5 (Aku harus kuat)


__ADS_3

Kampus


"Hai, Fahris!".


"Hai Alex?. Tak terasa kita sudah tiga bulan dikampus ini, banyak suka duka kita alami disini.


Tiga bulan lagi kita pulang.


"Senang amat, sih Lex?",tanya Fahris, ada yang dikangenin,yah.


"Ada!jawab Alex".


"Siapa,tanyaku pada Alex?".


Istriku.Jawab Alex.


"Waw!


"Apakah kamu sedang merindukan, seseorang?",Alex balik bertanyakepada  Fahris.


Dengan sedikit tersenyum aku berkata," iya".


Kekasih kecilku!


Perempua itu pasti sangat istimewa,tanya Alex.


Dia sangat berharga untukku, dari sekian banyak wantia yang mengejarku, dialah yang tak begembing.


"Kau tahu, Lex?".


Aku adalah pria arogan, sombong,angkuh itulah sifatku. Aku tidak terima kalau seorang wanita menolakku.


"Dia, berkali-kali menolakku?".


Sampai suatu hari,aku mendengar isakan tangis seseorang. Aku mencari sumber suara tangisan itu. Aku melihat gadis kecil duduk dikursi taman sedang menangis.


Aku melihat Pergelangan tangannya memerah,aku bertanya pada mengapa ia menangis.


"Apa yang terjadi?".


"Mengapa kau menangis,ada masalahkah?",tanyaku padanya. Ia menceritakan semuanya padaku tentang derita yang ia alami.


"Pak, cucian Nia banyak banget,pergelangan tangan Nina sangat perih,pak.


"Ia memelukku dan berkata.


"Pak!,Nina berjanji,tidak akan sedih lagi. Nina akan terus bertahan,terima kasih bapak mau datang.


"Kau tahu, Lex?". Wajahnya memerah, saat ia melihatku.


"Ia berlari meninggalkanku,Dan aku hanya bisa tersenyum melihat kelakuannya.


"Aku akan mendo'akanmu teman, semoga kalian berdua bahagia,ucap Alex padaku.


"Terimakasih,Lex?",ucapku.


"Ayo, kita pulang!".


Sampai jumpa besok.


"oke.


**//**//*//


Sampai dihalaman rumah, Fahris agak sedikit aneh melihat ada beberapa mobil yang terparkir dihalaman rumahnya.


"Mang udin!,panggilku saat melihat mang Udin.


"Iya, den?".


"Ini mobil siapa?",tanyaku pada mang Udin.


"Oo..


"Ini tamunya bapak dari Sleman.


Pulangnya sore amat, den?,tanya mang Udin.


Hari ini kegiatannya penuh, badannya pegel semua. Mang, saya masuk dulu.


"Assalamualaikum".


"Selamat sore?",ucapku saat masuk dalam rumah.


"Walaikumsalam.


"Hai, mas Fahris apa kabar".


"Hai, karenina!".


Karenina, langsung memeluk, Fahris.


Fahris sangat kaget, karena ia tidak menyukainya dan wajahnya memerah menahan marah.


"Karenina, lepasin dong?",ucap Fahris.


"Kita dilihat banyak orang?",ucap Fahris menahan amarah dalam hatinya.


"Biarin,Karenina kangen sama Fahris".


Fahris tidak bisa berbuat banyak,karena tidak ada seseorang yang melarang tapi malah mendukung.Fahris,sangat heran dengan Karenina yang tidak memiliki rasa malu memeluknya didepan banyak orang.


"Karenina, sayang?", lepasin mas,dong.Bujuk Fahris karena tidak suka dengan perilakunya yang tidak mempunyai harga diri.


"Mas Fahris belum mandi seharian?".


"Baiklah, tapi mas harus janji,ngak, tinggalkan Karenina". Ucap Karenina yang membuat Fahris jijik.


"Oke!"


Fahris, masih jengkel dengan kelakuan Karenina,dari dulu sampai sekarang sikapnya tidak pernah berubah.


Fahris,akhirnya kekamar mandi. Karena tubuhnya terasa lengket, hari ini bukan hanya fisiknya yang letih,fikirannya juga.


Dari bulan pertama sampai bulan ketiga, ia belum mendengar suara,Nina. Rasa rindu melanda hatinya yang sangat merindukan kekasih kecil.


Fahris akhiri lamunanya, karena pintu kamarnya diketok.


"Tok, tok, tok!


"Iya! siapa diluar.


"Simbok, Den?", Fahris membukakan simbok pintu.


"Ada apa, mbok!".


Ditunggui sama nyonya dan tuan dimeja makan,ucap si mbok.


"Iya!", dengan rasa malas,akhirnya ia turun juga.


"Mandinya, kok lama, Ris?",tanya sang mama,perut kami keroncongan nungguin kamu.


Maaf, hari ini Fahris capek banget,ma.Jelas Fahris jengkel karena melihat pakaian Karenina yang kurang bahan.


Kegiatannya penuh, jadi Fahris ingin istirahat.


"Kalau, Fahris tidak sibuk lagi,bisa dong bawa karenina jalan-jalan.


Nanti saya usahakan.Setelah pukul 23.00 wib, Karenina dan orangtuanya pulang.


"Fahris,apa pendapatmu tentang Karenina?,tanya sang mama dan juga sang papa.


Baik, cantik dan smart!,jawab Fahris atas pertanyaan mama dan papanya.


"Ma, Pa! Fahris istirahat,dulu yah?. Besok Fahris berangkat pagi-pagi.Fahris pergi berlalu meninggalkan orangtuanya.


"Papa, bagaimana kalau Fahris tidak setuju dengan Perjodohan ini?",tanya mama Fahris karena khawatir.


"Tenang saja, ma?, papa yang akan atasi semuanya. Sebelum Fahris pulang kembali bertugas, mereka sudah harus bertunangan. Agar Fahris tidak macam-macam. Mamanya Fahris sangat senang, karena ia ingin Karenina menjadi menantunya.


**//**//**


Nina.


"Assalamualaikum".


"Walaikumsalam".


"Nina!"


Wildan sangat kaget dengan kedatangan Nina, karena hampir empat bulan tidak ada kabar berita.


"Nin!'kok makin kurus, apa yang terjadi?,tanya Wildan pada Nina.


"Nina, sakit mas?",jawab Nina.Kurang lebih dua bulan, Nina tidak bisa berjalan. Ini masih proses dalam penyembuhan. Untuk berjalan jauh, kaki Nina tidak kuat. Keadaan Nina tidak seperti dulu,mas. Lihatlah apa yang terjadi pada Nina.


Nina, membuka kain sebagai penutup kepalanya.


Semua terperangah melihat keadaan Nina, rambut hitam bergelombang yang menghiasi kepala Nina tidak ada lagi.


Semua orang yang mendengar cerita Nina turut ikut menangis.


"Kenapa waktu itu Nina keluar dari rumah sakit?',tanya Wildan kepada Nina.


"Mengapa tersenyum?",tanya Heru.


Waktu itu, Nina tidak tahu, kalau Nina sakit types,mas.


"Nina memaksa, untuk dibawa pulang? "Maksudnya,apa?,tanya Wildan.

__ADS_1


"Ini semua gara-gara mas Fahris?,ucap Nina


"Kenapa bisa salah Fahris?tanya Raska karena sedikit aga bingung.


Mas Fahris bilang, kalau mas Fahris.


Kalau mas Fahris?"Nin...l


Nina mengantungan pertanyaan karena mencari kalimat yang tepat agar kesannya tidak aneh-aneh.


"Iya..!


Mas Fahris, ngomong gini sama,Nina.


Nina, mas Fahris sentuh pipinya Nina,yah? "Agar dalam perutnya Nina ada adek bayi,sebagi kenang-kenangan dari mas.


"Katanya,gitu?,jcerita Nina.Waktu Nina muntah dan mual kirain hamil.


"Astagfirullah!".


Kalau mas Fahris mu pulang,akan mas Wildan jitak kepalanya.


Kata mas Fahris, kalau ada dedek bayinya, Nina akan mual-mual, sukanya yang asem-asem.Waktu, Nina sakit ciri-cirinya sama apa yang dikatakan oleh mas Fahris.


"Ooooh!".


Jadi itu alasan Nina melarang mas Wildan memberitahukan keadaan Nina kepada mas Fahris?.


"Iya!


Semua yang mendengarkan cerita, Nina hanya bisa menarik nafas,karena kesel.


Nina heran melihat ekspresi wajah mereka.


Mas Wildan,mas Heru, mas Raska!


"Nina salah,yah!


"Nina, ngak salah?, hanya Nina terlalu polos jawab Raska dalam hati.


"Sekarang mas Wildan Antar Nina, pulang? kalau sudah ada kabar dari mas Fahris, mas Wildan kasih tahu, Nina.


"Iya, mas! terima kasih.


Pak Anton dan Istrinya,hanya tersenyum simpul. Kalau Fahris pulang akan ku hukum dia. Saya kurung dia bersama dengan Nina dan saya perintahkan untuk membuat adik bayi sungguhan,ucap Pak Anton gemas. Semua mendengar,ikut tertawa.


**//**//**//**


Fahris


Ponsel Fahris bergetar,lalu ia membaca pesan masuk. Dalam waktu lima menit, kalau loh ngak telpon,gue!


"Loh, akan kehilangan Nina, selama-lamanya. "Loh, lihat nih foto yang gue kirim,lihat sendiri keadaannya.


Fahris, melihat keadaan, Nina yang sangat kurus.Tak terasa air matanya mengalir membasahi pipinya.


Sayangku, gadis kecilku. Mas Fahris pasti akan datang,bisiknya dalam hati.


"Oke!


Fahris diam-diam naik keatas menuju kamarnya dan menguncinya dari dalam berdiri dibalkon.


Fahris pun nenghubungi Wildan.


"Lama, banget sih?,kamu ada dimana sih, Wildan?,geram Fahris.


"Jangan marah, dulu? gue habis dari kamar mandi.


Cupika cupiki dulu, untuk buat dedek bayi, itukan kalimat, yang kau sampaikan sama Nina.


"Haaa.....? Fahris tertawa.


"Dari mana,loh tahu?,tanya Fahris tanpa dosa.


Dari Nina, begok, jawab Wildan.


"Fahris!, calon istri mu itu terserang penyakit types.


Nina, fikir dia hamil! setelah loh cium kedua pipinya.


"Haaa...?", Fahris tidak bisa menahan tertawanya, karena mendengar kepolosan hati Nina.


"Nina, Kangen?".


"Kapan loh ada waktu untuk menghubunginya, ujar Wildan.


Malam minggu,bawa ia kepasar atau kerumah Pak Anton. Kalau ia bersedih ada yang menghiburnya.


Assalamualaikum,ucap Fahris?, mengakhiri obrolan keduanya.


"Walaikumsalam".


"Fahris, terus memandangi foto Nina. Fahris mencium mata Nina yang senduh, bibirnya yang pucat tanpa ada polsen?,Dan berkata, sayang, mas akan memberikan dedek bayi padamu,kalau masih bisa.


**//**//**//


"Malam Yang Buruk"


"Drrret.. drrret.. !".


"Halo, mas?"


"Assalamu'alaikum,Karenina.


"Walaikumsalam,mas.


"Ada apa,Ina?".


"Mas Fahris jangan marah,yah?


"Iya!".katakan saja,saya janji ngak akan marah.


"Mas!".


Saya diminta sama ibu untuk membawa mas kerestoran,kami yang berada dipuncak. Ina sudah minta izin sama mama, dan mama membolehkan kita untuk pergi.


"Bagaimana,mas?'"Apa Ina batalin aja, kalau mas ngak suka?'.Ngak usah,nanti gue jemput."Yes, ucap Ina bahagia".Pukul berapa,gue jemput,loh.Pukul 05.00 wib, aja mas,jawab seberang sana."Oke!".Fahris sudah berpakaian rapi, karena telah berjanji untuk makan malam bersama Karenina.Ia menuruni tangga untuk menemui orangtuanya."Ma, pa?", Fahris pergi dulu,nanti Ina menunggu lama."Iya! hati-hati,nak?"."Assalamualaikum"."Walaikumsalam".Didalam mobil perasaannya Fahris tidak enak,ia seperti mendengar suara Nina."Ya, Allah?"mengapa gue kangen banget sama tuh anak. Suaranya selalu mengganggu,dia hanya berani membawa mobilnya dengan kecepatan rendah membelah jalan raya.Akhirnya sampai juga gue,dirumah Karenina."Selamat sore,pak?',tuan rumah ada, tanya Fahris kepada satpam."Ada, den!' masuk aja?",ucap satpam."Hai! mas Fahris."Hai, Udah siap. Ngak pamitan sama orangtua, lo?,tanya Fahris kepada Karenina.Mereka baru aja pergi, kelamaan tunggu mas Fahris, jawab Karenina."Ya, Allah?'Ini perempuan ngak punya rasa malu, sih". Ia pikir gue *****,lihat bentuk tubuhnya."Ngaklah!"Jijik sih iya, gumam Fahris. Gue lebih suka sama Nina, kalau sampai Nina berpakaian seperti ini, gue gunting gaunnya.Pukul tujuh malam kami sampai dipuncak. Disini keluarga Karenina mempunyai hotel dilengkapi dengan restoran.Mari mas kita masuk,ajak Karenina dengan merangkul pergelangan tangan FahrisMas Fahris mau langsung makan atau minum tanya Karenina kepada Fahris.Saya mau minum teh hangat aja, dulu. Jawab Fahris sambil melihat-lihat enterior rungan."Ina!".pukul berapa kita pulang nanti."Mas...!",kita baru aja nyampe,mas udah kepikiran mau pulang.Kalau gitu pulang aja, deh!"Iya, gue ngalah."Nah, gitu dong.Mas Fahris,Ina keatas dulu. Pesan apa saja yang mas suka,nanti Ina nyusul."Oke.Setelah selesai makan malam,mereka ngobrol disofa tamu.Tiba-tiba,Fahris merasa tubuhnya sangat panas setelah menghabiskan minuman yang ada dimeja.Sekarang ia tahu mengapa,Ina membawanya kemari. Ina, apa yang kau berikan padaku?,tanya Fahris geram."Mengapa kau mencampurkan obat dalam minumanku,Ina?',teriak Fahris.Karenina tersenyum sinis kepada Fahris dan berkata:"maaf mas,?". bukan hanya minuman tetapi makanan yang telah kau makan semuanya ku tambahkan dengan obat. Karenina sudah mendapatkan izin dari kedua orangtua kita untuk bermalaman bersama,ucap Karenina berbisik ditelinga Fahris."Ina menempelkan tubuhnya kepada Fahris. Fahris mendorong tubuh Ina hingga terjatuh."Security,teriak Ina."Bawa kekamar,perintah karenina. Fahris mencoba menolak tapi karena pengaruh obat membuat ia tidak berdaya, ia menitikkan airmata melihat wajah sedih Nina.Didalam kamar, Fahris sudah hilang kesadarannya, ia hanya mengikuti hawa nafsunya saja.Dia melihat Ina seperti Nina yang datang padanya."Mengapa kau ada disini, sayang?"."Apakah kau merindukanku?"."Kemarilah sayang?,ucap Fahris.**//**//**//"Mas....!",tolong Nina."Nina.... jangan pergi,teriak Fahris dalam mimipinya."Mas Fahris?"."Bangun sayang?"."Ina,mengapa lo ada dikamar gue?,tanya Fahris.Mas ini kamar hotel, bukan rumahmu. Ujar Karenina.Dasar pelacur, kau Ina? teriak Fahris. Kau memang perempuan hina,Karenina.Aku dan kamu melakukan semua ini, karena sudah mendapatkan persetujuan dari kedua orangtua kita."Apa yang saat ini kau peroleh dan nikmati, adalah hasil kedua orangtua Ina?'."Kamu itu ngak punya apa-apa,mas?",ucap Karenia menghina Fahris. Jabatan saja pemberian dari orang tua,Karenina.Fahris merasa tidak mempunyai harga diri lagi,ia sudah tidak punya tenaga untuk berdebat dengan Karenina. Ia keluar dari kamar dan berlalu meninggalkan Karenina.**//**//**//**//**"Lulus Akademisi"Hari ini, kami dinyatakan lulus.Aku adalah lulusan terbaik,semua orang memberikan selamat padaku.Aku tidak tahu, kalau ini sudah direncanakan."Papa, mama, karenina dan orangtuanya telah merencanakan ini.Papa, mama tega sama Fahris?, bentak Fahris dengan penuh emosi."Mengapa papa sama mama tegak menjebak Fahris untuk tidur bersama Karenina?"."Kamu fikir jadi lulusan terbaik itu dari mana?",teriak sang papa tidak mau kalah.Itu semua, hasil dari orangtuanya Karenina. "Apakah kalian bangga?',tanyaku kepada mama dan papa.Tidak masalah, yang penting Karenina sepadan dengan keluarga kita.Aku turuti keinginan kalian. Fahris mengambil pot di meja dan melemparnya kedinding, semua kaget melihatnya.Aku hanya dikasih waktu satu bulan untuk mengurus kepindahanku,tetapi aku tidak mau,karena aku mau melihat Ninaku lulus ujian.Tetapi, dengan syarat aku harus menikahi karenina secara sirih.**//**//**//"Malam Minggu"Saat ini, Nina sudah dirumah pak Anton."Nina!"."Iya,pak?"."Siap?", bu Anton tersenyum melihat perilaku Nina.Kalau dikasih kesempatan memiliki anak, ia ingin anaknya seperti Nina."Ayo, duduk?".Sebentar lagi mas Wildan datang."Iya?"jawabku berdebar."Assalamualaikum, itu, mas Wildan."Walaikumsalam"."Sudah ada yang rindu, yah?"."Mas Wildan?",ucap Nina manja.Dengan menyatukan kedua tangannya,Nina memohon."Iya, diem?"Akhirnya, Wildan bisa menghubungi Fahris, melalui video call.Setelah berbasa basi dengan semuanya. Akhirnya gantian Nina yang ingin melihat Fahris.Mereka meninggalkan dua sejoli yang ingin melepas rindu.Kerongkongan Fahris terasa kering, melihat orang yang dicintainya sebentar lagi akan menderita. Wajah itu tetap sama cantik tanpa polesan.Putih dan bersih banget."Apa kabar,gadis kecilku?"."Baik, mas"."Bagaimana keadaan mas disana?"."Baik sayang"."Maaf, kalau mas membohongi Nina?".Nina ngak hamil sayang,mas hanya berbohong takut kehilangan Nina."Mas pernah berkata kepada,Nina?',Butuh waktu tiga tahun, Nina boleh memiliki dedek, bayi.Nina minta maaf,karena membuat mas susah?.Tidak apa-apa,sayang,ucap Fahris mengusap wajah Nina dari jauh."Mendekatlah sayang, mas mau mencium pipi Nina?,pinta Fahris.Nina mendekatkan pipinya kekamera, dengan malu-malu.Mas, mau memperlihatkan sesuatu kepada, Nina."Apa,mas?',jangan membuat Nina penasaran.Lihat ini medali karena mas menjadi lulusan terbaik dan ini piagamnya."Nina pun menangis tersedu-sedu?, selamat mas ucap Nina dengan berurai airmata.Fahris menjadi panik,panggil Fahris panik."Nin! ada apa sayang?,tanya Fahris"."Mas..!".Nina ngak pantes jadi istrinya mas Fahris."Kenapa!"."Nilainya Nina, jelek-jelek semua,mas?"."Nina,tenang yah sayang?,jangan menangis lagi, mas ngak marah kok."Tunggu mas Fahris pulang,yah. Satu minggu lagi mas pulang,ucap Fahris."Oke!".."Iya!".Ah, gadis pinter. Sekarang panggilin mas Wildan,mas mau bicara."Iya,tapi janji."Iya, janji apa.Jaga kesehatan,mas juga disana."Oke!Besok,aku akan menghubungimu lagi.Aku minta yang lain juga mendengarkannya termasuk pak Anton dan istrinya.'Nina tidak boleh tahu? ini rahasia."Oke.Dah, semuanya.Fahris selalu keluar malam,karena rumah tak lagi memberikan kedamaian baginya.Entah berapa botol minuman yang ia habiskan dan entah berapa bungkus rokok yang telah ia habiskan juga.Setelah bertemu Nina ia membuang semua kebiasaan buruknya.Kini ia menggunakannya lagi,untuk menghilangkan stress dan mencari kebahagian sesaat.


"Apa Ina batalin aja, kalau mas ngak suka?'.


Ngak usah,nanti gue jemput.


"Yes, ucap Ina bahagia".


Pukul berapa,gue jemput,loh.


Pukul 05.00 wib, aja mas,jawab seberang sana.


"Oke!".


Fahris sudah berpakaian rapi, karena telah berjanji untuk makan malam bersama Karenina.Ia menuruni tangga untuk menemui orangtuanya.


"Ma, pa?", Fahris pergi dulu,nanti Ina menunggu lama.


"Iya! hati-hati,nak?".


"Assalamualaikum".


"Walaikumsalam".


Didalam mobil perasaannya Fahris tidak enak,ia seperti mendengar suara Nina.


"Ya, Allah?"mengapa gue kangen banget sama tuh anak. Suaranya selalu mengganggu,dia hanya berani membawa mobilnya dengan kecepatan rendah membelah jalan raya.


Akhirnya sampai juga gue,dirumah Karenina.


"Selamat sore,pak?',tuan rumah ada, tanya Fahris kepada satpam.


"Ada, den!' masuk aja?",ucap satpam.


"Hai! mas Fahris.


"Hai, Udah siap. Ngak pamitan sama orangtua, lo?,tanya Fahris kepada Karenina.


Mereka baru aja pergi, kelamaan tunggu mas Fahris, jawab Karenina.


"Ya, Allah?'Ini perempuan ngak punya rasa malu, sih". Ia pikir gue *****,lihat bentuk tubuhnya.


"Ngaklah!"


Jijik sih iya, gumam Fahris. Gue lebih suka sama Nina, kalau sampai Nina berpakaian seperti ini, gue gunting gaunnya.


Pukul tujuh malam kami sampai dipuncak. Disini keluarga Karenina mempunyai hotel dilengkapi dengan restoran.


Mari mas kita masuk,ajak Karenina dengan merangkul pergelangan tangan Fahris


Mas Fahris mau langsung makan atau minum tanya Karenina kepada Fahris.


Saya mau minum teh hangat aja, dulu. Jawab Fahris sambil melihat-lihat enterior rungan.


"Ina!".


pukul berapa kita pulang nanti.


"Mas...!",kita baru aja nyampe,mas udah kepikiran mau pulang.


Kalau gitu pulang aja, deh!


"Iya, gue ngalah.

__ADS_1


"Nah, gitu dong.


Mas Fahris,Ina keatas dulu. Pesan apa saja yang mas suka,nanti Ina nyusul.


"Oke.


Setelah selesai makan malam,mereka ngobrol disofa tamu.Tiba-tiba,Fahris merasa tubuhnya sangat panas setelah menghabiskan minuman yang ada dimeja.


Sekarang ia tahu mengapa,Ina membawanya kemari. Ina, apa yang kau berikan padaku?,tanya Fahris geram.


"Mengapa kau mencampurkan obat dalam minumanku,Ina?',teriak Fahris.


Karenina tersenyum sinis kepada Fahris dan berkata:"maaf mas,?". bukan hanya minuman tetapi makanan yang telah kau makan semuanya ku tambahkan dengan obat. Karenina sudah mendapatkan izin dari kedua orangtua kita untuk bermalaman bersama,ucap Karenina berbisik ditelinga Fahris.


"Ina menempelkan tubuhnya kepada Fahris. Fahris mendorong tubuh Ina hingga terjatuh.


"Security,teriak Ina.


"Bawa kekamar,perintah karenina. Fahris mencoba menolak tapi karena pengaruh obat membuat ia tidak berdaya, ia menitikkan airmata melihat wajah sedih Nina.


Didalam kamar, Fahris sudah hilang kesadarannya, ia hanya mengikuti hawa nafsunya saja.


Dia melihat Ina seperti Nina yang datang padanya.


"Mengapa kau ada disini, sayang?".


"Apakah kau merindukanku?".


"Kemarilah sayang?,ucap Fahris.


**//**//**//


"Mas....!",tolong Nina.


"Nina.... jangan pergi,teriak Fahris dalam mimipinya.


"Mas Fahris?".


"Bangun sayang?".


"Ina,mengapa lo ada dikamar gue?,tanya Fahris.


Mas ini kamar hotel, bukan rumahmu. Ujar Karenina.


Dasar pelacur, kau Ina? teriak Fahris. Kau memang perempuan hina,Karenina.


Aku dan kamu melakukan semua ini, karena sudah mendapatkan persetujuan dari kedua orangtua kita.


"Apa yang saat ini kau peroleh dan nikmati, adalah hasil kedua orangtua Ina?'.


"Kamu itu ngak punya apa-apa,mas?",ucap Karenia menghina Fahris. Jabatan saja pemberian dari orang tua,Karenina.


Fahris merasa tidak mempunyai harga diri lagi,ia sudah tidak punya tenaga untuk berdebat dengan Karenina. Ia keluar dari kamar dan berlalu meninggalkan Karenina.


**//**//**//**//**


"Lulus Akademisi"


Hari ini, kami dinyatakan lulus.


Aku adalah lulusan terbaik,semua orang memberikan selamat padaku.Aku tidak tahu, kalau ini sudah direncanakan."Papa, mama, karenina dan orangtuanya telah merencanakan ini.


Papa, mama tega sama Fahris?, bentak Fahris dengan penuh emosi.


"Mengapa papa sama mama tegak menjebak Fahris untuk tidur bersama Karenina?".


"Kamu fikir jadi lulusan terbaik itu dari mana?",teriak sang papa tidak mau kalah.


Itu semua, hasil dari orangtuanya Karenina. "Apakah kalian bangga?',tanyaku kepada mama dan papa.


Tidak masalah, yang penting Karenina sepadan dengan keluarga kita.


Aku turuti keinginan kalian. Fahris mengambil pot di meja dan melemparnya kedinding, semua kaget melihatnya.


Aku hanya dikasih waktu satu bulan untuk mengurus kepindahanku,tetapi aku tidak mau,karena aku mau melihat Ninaku lulus ujian.Tetapi, dengan syarat aku harus menikahi karenina secara sirih.


**//**//**//


"Malam Minggu"


Saat ini, Nina sudah dirumah pak Anton.


"Nina!".


"Iya,pak?".


"Siap?", bu Anton tersenyum melihat perilaku Nina.


Kalau dikasih kesempatan memiliki anak, ia ingin anaknya seperti Nina.


"Ayo, duduk?".


Sebentar lagi mas Wildan datang.


"Iya?"jawabku berdebar.


"Assalamualaikum, itu, mas Wildan.


"Walaikumsalam".


"Sudah ada yang rindu, yah?".


"Mas Wildan?",ucap Nina manja.


Dengan menyatukan kedua tangannya,Nina memohon.


"Iya, diem?"


Akhirnya, Wildan bisa menghubungi Fahris, melalui video call.


Setelah berbasa basi dengan semuanya. Akhirnya gantian Nina yang ingin melihat Fahris.Mereka meninggalkan dua sejoli yang ingin melepas rindu.


Kerongkongan Fahris terasa kering, melihat orang yang dicintainya sebentar lagi akan menderita. Wajah itu tetap sama cantik tanpa polesan.Putih dan bersih banget.


"Apa kabar,gadis kecilku?".


"Baik, mas".


"Bagaimana keadaan mas disana?".


"Baik sayang".


"Maaf, kalau mas membohongi Nina?".


Nina ngak hamil sayang,mas hanya berbohong takut kehilangan Nina.


"Mas pernah berkata kepada,Nina?',Butuh waktu tiga tahun, Nina boleh memiliki dedek, bayi.


Nina minta maaf,karena membuat mas susah?.


Tidak apa-apa,sayang,ucap Fahris mengusap wajah Nina dari jauh.


"Mendekatlah sayang, mas mau mencium pipi Nina?,pinta Fahris.


Nina mendekatkan pipinya kekamera, dengan malu-malu.


Mas, mau memperlihatkan sesuatu kepada, Nina.


"Apa,mas?',jangan membuat Nina penasaran.


Lihat ini medali karena mas menjadi lulusan terbaik dan ini piagamnya.


"Nina pun menangis tersedu-sedu?, selamat mas ucap Nina dengan berurai airmata.


Fahris menjadi panik,panggil Fahris panik.


"Nin! ada apa sayang?,tanya Fahris".


"Mas..!".Nina ngak pantes jadi istrinya mas Fahris.


"Kenapa!".


"Nilainya Nina, jelek-jelek semua,mas?".


"Nina,tenang yah sayang?,jangan menangis lagi, mas ngak marah kok.


"Tunggu mas Fahris pulang,yah. Satu minggu lagi mas pulang,ucap Fahris.


"Oke!"..


"Iya!".


Ah, gadis pinter. Sekarang panggilin mas Wildan,mas mau bicara.


"Iya,tapi janji.


"Iya, janji apa.Jaga kesehatan,mas juga disana.


"Oke!


Besok,aku akan menghubungimu lagi.


Aku minta yang lain juga mendengarkannya termasuk pak Anton dan istrinya.


'Nina tidak boleh tahu? ini rahasia.


"Oke.


Dah, semuanya.

__ADS_1


Fahris selalu keluar malam,karena rumah tak lagi memberikan kedamaian baginya.Entah berapa botol minuman yang ia habiskan dan entah berapa bungkus rokok yang telah ia habiskan juga.


Setelah bertemu Nina ia membuang semua kebiasaan buruknya.Kini ia menggunakannya lagi,untuk menghilangkan stress dan mencari kebahagian sesaat.


__ADS_2