Cinta Pertama (Ku Relakan Dia Untuk Bahagia)

Cinta Pertama (Ku Relakan Dia Untuk Bahagia)
Kembali Bersamamu


__ADS_3

Selama dua puluh tahun hidupku, aku tidak tahu kalau ayah menderita penyakit jantung. Demi menyelamatkan nyawaku, timah mentah itu hampir mengenai jantung ayah.


Walaupun ayah selamat, ia tetap pergi menemui kekasih hatinya yang telah menunggunya.


Bunda adalah cinta sejati ayah. Berpisah selama sepuluh tahun, kembali bertemu dan lahirlah aku sebagai buah cinta mereka berdua.


Ayah menjaga kesetiaan cintanya hanya untuk bunda, sama seperti yang bunda lakukan menjaga kesetiaan cintanya hanya untuk ayah.


Mereka dipertemukan lagi setelah sepuluh tahun berpisah.Sungguh aku tidak bisa mempercayainya, demi menunggu restu dari mbah kakung dan mbah putri.


Bunda menjaga kesetiaannya.Demi pria yang telah mengambil kecupan pertama dibibir munculnya.


Aku bersandar dipundak ayah, bertanya mengapa suka melihat purnama.


Ayah..!


panggil Artami saat memperhatikan ayahnya yang sedang asyik melihat purnama.


Hemh..!


Fahris beralih melihat kearah putrinya Artami.


"Apa indahnya purnama, sampai ayah tak berkedip melihatnya?"tanya Artami dengan bergelayut manja dipundak sang ayah.


Bundamu menyukainya. Sinarnya yang terang bisa menyampaikan pesan rindu bunda pada ayah.

__ADS_1


Kalau ia masih menanti, cerita bunda pada ayah saat pertama ayah menemani bunda melihat purnama dibalkon kamar.


Pada saat bunda bercerita tentang ia suka melihat sinar bulan purnama, mengingatkan ayah pertama kali merasakan jatuh cinta sesungguhnya dengan bundamu.


Ia mengajak ayah melihat sinar bulan purnama disebuah jembatan dan berkata, "Jika kita terpisah sinar bulan purnama akan menyampaikan rindu padamu".


Ternyata ayah benar-benar berpisah dari bunda,terpisah jarak dan juga waktu.


Purnama selanjutnya bunda dan ayah sudah bersama.


Bunda bersandar ditubuh ayah dibawah terang purnama.


Saat itu kamu baru berumur lima bulan dalam kandungan bunda.


Bunda berterima kasih kepada purnama karena telah menyampaikan rindunya pada ayah dan sekarang bisa bersama.


Setiap purnama jantung ayah selalu berdebar, seperti ada yang memanggil ayah.


Ayah meresapi debaran dijantung sampai rasa itu menghangatkan hati ayah.


Gadis mungil ayah tidak berubah saat pertama kali bertemu dengannya dibibir pantai disaksikan bulan purnama.


Bunda pikir dirinya berkhayal atau behalusinasi karena terlalu merindukan ayah. Dan ayah juga berpikir karena efek dari minuman yang berakohol melihat bundamu berdiri dibibir pantai.


Semua ternyata adalah nyata dan ayah mengurung bunda dikamar dan mengancam akan menidurinya.

__ADS_1


Ahk....!


Aku membulatkan mataku tidak percaya kalau ayah bisa senekat itu. Dibalik sosoknya yang gagah, ayah bisa juga bersifat kekanak-kanakan.


Itu cerita ayah tentang mengapa ia menyukai sinar bulan purnama.


Bunda adalah alasannya mengapa ayah menyukai purnama. Dan meminta purnama menyampaikan rindu ayah kepada bunda.


Ayah pergi setelah satu minggu pulang dari rumah sakit. Selama dirumah ia melihat foto bunda dengan melantunkan ayat-ayay suci dalam Al-Quran.


Ia pergi saat kedua tangannya, masih memegang Al-Quran dalam pangkuannya dan foto bunda yang berseragam putih biru.


Selamat jalan ayah, temuilah kekasih hati yang telah menantimu.Gadis mungilmu, yang selalu bertahta dihatimu.


Sekarang kalian sudah bersama tak ada lagi yang memisahkan.


Ayah... Bunda...


Artami dan kak Keenan membawa serta cucu kembar kalian.


Ayah tahu menurut papa Heru kedua putri kembar kami mewarisi wajah bunda.


Aku dan kak Keenan hanya kebagian tinggi,hidung dan matanya, kalau wajah milik oma Nina.


Berbahagialah kalian berdua disana, kami selalu mendo'akan kalian berdua.

__ADS_1


"Tamat".


__ADS_2