Cinta Pertama (Ku Relakan Dia Untuk Bahagia)

Cinta Pertama (Ku Relakan Dia Untuk Bahagia)
Episode 3 Akhirnya kami jatuh cinta


__ADS_3

"Kelima (Getaran)"


Fahris


Hari minggu ini, aku hanya diam dikamar. Aku tidak ingin melakukan aktifitas apa pun. Aku masih merasakan debaran hari itu, rasanya jantungku berdetak sangat kencang, paru-paruku terasak sesak, aku membutuhkan oksigen yang lebih banyak.


Sampai hari ini, aku masih merasakan getarannya, aku sudah berkali-berkali mengusap dadaku, tapi tetap saja tidak mau menghilang.


Apakah, aku jatuh cinta?


Bibirnya yang tipis tanpa polesan lipstik, matanya yang berbinar, pinggangnya yang kecil, wajahnya yang imut tanpa polesan menambah kecantikan kealamian wajahnya.


Aku suka melihat dirinya, tertunduk tersipu malu. Suaranya yang lirih, manja, inginku miliki semuanya. "Nina",panggilku di dalam hati.


"Tok, tok, tok!"


Ketukan suara pintu kamarku membuyarkan lamunanku?


"Fahris...!".


Fahris, apa loh, masih tidur.


"Udah siang, nih?.


Berisik, loh Raska.


Ada apa, sih?,tanyaku pada Raska.


Kamu laper, ngak!,tanya Raska pada Fahris.


Kita makan bubur, diwarung Pak Harun!.


"Oke,tetapi aku mandi dulu.


Jadi dari tadi, kamu belum mandi tanya Raska


"Iya, jawabku!".


Luar biasa sahut,Wildan.


Masuk dulu tungguin gue.


Gila, tuh orang pukul 09.00 wib,belum mandi,ujar Heru.


Aku rasa,waktunya ada pada Nina,timpalĀ  Raksa lagi, lalu mereka tertawa geli.


Kalian mentertawakan gue,yah.


"Ngaklah?"


"Ayo, nanti buburnya keburu habis.


Mereka berempat berjalan menuju kewarungnya pak Harun,ternyata sudah ramei. Bukan hanya anggota polisi,warga biasa pun ada.


"Kita duduk dimana, nih?"


Meja didekat pohon saja.Disini, kalau weekend,bukan hanya pak Harun yang berjualan tetapi banyak pedagang lain,yang berjualan.


Fahris, sedang memperhatikan pengunjung yang datang. Fahris tidak melihat ada Nina diwarungnya pak Harun.


Fahris tidak mengetahui gerak geriknya diperhatikan oleh teman-temannya.Cara ia menarik nafas dan menghembuskannya, menarik perhatian teman-temannya.


"Ada apa Fahris!".


Beban loh berat banget sih?.


Cari siapa?,tanya Heru.


Fahris jadi salah tingkah.


Udah,gue mau pesan minuman dulu, kering nih kerongkongan gue,ucap Fahris berdiri untuk membeli minuman.


Baru saja melangkah, tiba-tiba ada seseorang yang menabrak tubuhnya,cepat-cepat ia melihat siapa orang itu, dengan cepat ditariknya pergelangan tangan perempuan itu. Karena tidak seimbang Fahris pun jatuh ketanah dan perempuan yang ditolong, juga menindih tubuhnya.


"Aaah, kepala gue?"


"Nina..!",teriak Fahris kaget,karena tubuh Nina berada tepat diatas tubuhnya.


"Mas Fahris, teriak Nina?",tak kala paniknya kaget karena ia berada diatas tubuh Fahris.


Fahris refleks memeluk Nina.Mereka tidak menyadari kalau semua orang memperhatikannya.


Dengan rasa gugup,Nina minta Fahris untuk melepaskan pelukannya.Suara Nina, tidak bisa di dengar oleh Fahris.


"Mas Fahris,tolong lepaskan pelukkannya?',hembusan nafas Nina menerpa wajah Fahris,membuat Fahris terbuai cukup lama. Ia tidak mendengar apa yang dikatakan Nina,karena matanya tidak bisa lepas memperhatikan wajah Nina yang sudah memerah.


"Ya, Allah!, orang ini dengar apa ngak, sih. Aku malu dilihatin banyak orang.


"Mau tidak mau Nina, membisikkannya ketelinga Fahris,dengan memejamkan mata.


"Mas Fahris, tolong lepaskan pelukkannya?",karena kaget, Fahris refleks mencium pipi Nina. Membuat ia cepat melepaskan pegangan tangannya dipinggang mungil Nina.


"Ooh my good, kepala gue?".


Tubuh sekecil ini berat juga,makan apa, sih? omel Fahris.


"Nina cepat-cepat,bangun dan berdiri tegak?".


"Maaf, mas!"


Nina ngak sengaja.

__ADS_1


Adit kehausan, jadi Nina berlari untuk mengambil minuman.


"Mas Fahris,ada yang sakit?


Kepala gue,teriak Fahris memegang kepala bagian belakang.


"Cepat bangun mas, biar saya usap?".


Fahris menunjukkan dibagian kepala paling belakang.Karena masih panik, Nina tidak sadar kalau ia sedang mengusap kepala Fahris dan meniup-niupnya dengan lembut.


"Sayang masih sakit, yah?"


"Nanti ngak diulangi lagi, ucap Nina tidak sadar, menganggap Fahris adalah Adit.


"Hei, gue bukan anak kecil".


"Kak ngapain sama oom?",tanya Adit Kepadanya.


"Maaf mas Fahris?" jawab Nina gugup.


"Kebiasaan, deh! lupa kalau itu bukan, Adit.


Nina menepuk dahinya dan berkata"mati aku", saya besok diolokin.


Dari sinilah benih-benih cinta mereka tumbuh.


"Keenam (Meyakinkan Perasaan)"


Dikantor


Walaupun kejadiannya sudah beberapa hari. Karena peristiwa itu, Fahris, menjadi bahan candaan teman-temannya.


"Fahris\, kepala loh masih sakit? masih pusing\, gue panggilin Nina**\,**yah?".


Kalian memang gila,ujar Fahris?.


Pipinya lembut ngak,tanya Raska?.


Gue rasa, Nina ngak bisa tidur!, ucap Wildan


"Kenapa tanya Heru?".


Karena pipinya sudah tidak perawan lagi.


"Aahaaak....mereka pun tertawa?"


Fahris kesel, sehingga melemperkan kertas kearah teman-temannya.


"Dirumah"


Nina,terus menyesali perbuatannya, Mas Fahris masih sakit ngak yah kepalanya?


Saat melihat kaca, Nina meraba pipinya? baru kali ini pipinya,dicium oleh seorang pria,Nina tersenyum sendiri.


"Apakah aku menyukai mas Fahris"?


"Apakah mas Fahris,memiliki perasaan yang sama denganku?",aku bertanya dalam hati, pantaskah aku disisinya, layakkah diriku, tanyaku lagi.


Aahk, masak bodoh.


"Disekolah"


"Nina! kesini kamu?".


Aku mencari orang yang memangil namaku dan melihat Kayla melambaikan tangannya padaku.


Kayla memberikan aku kode untuk berdiri saja, aku melihat Kayla berlari untuk mendekati diriku.


"Aku mau ngomong sama kamu, Nin?".


Aku sedikit bingung nih!


"Emangnya,penting banget?".


"Mengapa ngak dirumah aja, sih!".


Kamu, tuh cerewet banget, sih!. Kesel, aku mendengarnya, ucap Kayla.


"Kamu mau ngomong apa, Kay?,tanyaku pada Kayla.


"Ayo, kita duduk ditaman aja, agar lebih enak ngomongnya!".


"Okelah,balasku?".


Sebenarnya Kayla mau ngomong apa sih,pentingkah?gumamku dalam hati.


"Baik, sekarang kita udah ditaman.


"Sekarang, silahkan kamu mau bicara apa?".


"Baiklah!.


Ini tentang Rafi.


"Yah,terus?",tanyaku bingung karena Kayla ngomongnya sepotong-sepotong.


Rafi meminta pertolongan gue, untuk menanyakan perasaanmu kepadanya.


Aku hanya tersenyum,mendengarnya,"Mengapa loh tersenyum?".


"Lucu aja, jawabku?".

__ADS_1


"Rafi,itu bukan tipeku,kay?",aku hanya menganggapnya sebagai teman ngak lebih!


"Kita masih SMP, Kay?"


Aku ingin melanjutkan pendidikanku, untuk apa juga menyia-yiakan masa depanku hanya untuk cinta, ucapku dengan penuh keyakinan. Karena aku sudah berjanji kepada kedua orangtuaku,untuk belajar lebih giat.


Aku tidak ingin merusak kepercayaan mereka,Kay.


Aku berusaha untuk tidak menangis, tetapi tetap saja air mata ini jatuh tanpa permisi. Kayla memeluk dan meminta maaf, karena telah menyakiti hatiku.


"Ngak, Kay!


"Loh ngak salah, kok?",Untung kamu bertanya,kalau ngak aku pasti dikejar-kejar sama Rafi.


"Terima kasih?".


"Tolonglah,katakan pada Rafi!


"Carilah perempuan lain?".


"Oke! yes.


Nina,tidak mengetahui,kalau beberapa hari yang lalu,Rafi dan Kayla telah membuat perjanjian,apabila Nina menerima cintanya Rafi,maka Kayla siap mundur, tetapi kalau Nina tidak menerima cintanya Rafi, maka Rafi harus mau berpacaran sama Kayla.


"Ketujuh (Kami menyatakan cinta)"


Hari ini tanggal tujuh belas Agustus.


Aku terpilih menjadi Paskibra untuk tahun ini. Kami para paskibra merasa bangga telah menyelesaikan tugas.Berlatih selama dua bulan menguras tenaga dan waktu. Kami berteriak gembira.


Aku kaget, tiba-tiba Pergelangan tanganku ditarik,oleh seseorang,aku terdiam,karena yang menarik tanganku adalah mas Fahris.Dia, membawaku keruangan yang sepertinya sudah dipersiapkan.


"Mas kita dimana,nih?".


"Mas Fahris meletakkan telunjuknya dibibirku!".


Diam,aku pun menganggukan kepalaku?,Anak pintar, aku melebarkan mataku,tanda aku sangat jengkel padanya.


Dalam diam, dengan lembut mas Fahris mengecup bibirku dengan lembut, darah ditubuhku mengalir terasa panas.


Mas Fahris menarik tubuh kedalam pelukannya,ia terus ******* bibirku,ia mengabsen semuany.


"Aku mencintaimu,sayang?"Jangan pernah tinggalkan diriku.


Sungguh, aku sangat kaget mendengar mas Fahris mencintaiku.


"Apakah mas memang benar-benar mencintaiku?", tanyaku tidak percaya.


"Kalau mas,memang mencintaiku?",aku mohon jangan kau nodai aku.


Karena Nina sudah berjanji kepada kedua orangtua Nina,kalau akan selalu menjaga kehormatan keluarga.


"Mas tahu sayang?",kehidupanmu sangat sulit.Maka dari itu,mas tidak mau membuat hidupmu lebih sulit lagi.


"Aku, memeluk mas Fahris dengan mesra?", karean bahagia dia mengerti dengan keadaanku.


Mas Fahris,mengambil sesuatu disaku celananya,ia memberikan kotak merah muda kepadaku.


"Apa ini mas!", tanyaku bingung melihat kotak ungu ditangannya.


Bukalah,perintah mas Fahris.


Gelang!, tanyaku bingung.


Ini hadiah untuk hari jadi kita,ucap mas Fahris.


Ini sebagai pengingat,kalau kita jadian di tanggal 17 Agustus,ucap mas Fahris.


"Faham!"


"Iya mas jawabku".


"Bagus,anak mas pinter?",aku hanya tertawa melihat kelucuan mas Fahris.


"Tok, tok, tok!".


Udah selesai,kami laper.


"Itu,siapa mas?", tanyaku panik.


Itu Wildan, Heru dan Raska, ucap mas Fahris tanpa beban.


"Mereka sudah tahu?",tanyaku binung.


"Iya,sayang".


"Mereka mendekor ini?",tanyaku lagi


"Iyah!,jawab mas Fahris".


Aku keluar, lebih dulu dan memarahi mereka. Biarkan saja kalian laper. Mereka hanya tertawa melihat tingkahku.


Aku berbalik kearah mereka lagi.


"Mas,Nina juga laper dengan memegang perutnya.


"Ya,Allah?",gemesin banget, ucap Fahris melihat tingkah Nina.


"Cepat jalannya?".


Kami berkumpul diruangan makan yang telah dipersiapkan untuk kami peserta paskibra dan pelatih.

__ADS_1


"Aku bahagia".


__ADS_2