
Aku Ayu Permatasari, seorang gadis desa yang baru saja merantau di kota untuk melanjutkan sekolah menengah kejuruan kesehatan, jurusan farmasi. kata orang aku lugu, cantik dan imut, tinggiku hanya 155 cm. Orang tuaku tinggal di Desa yang jauh dari tempatku menuntut ilmu. Ayahku seorang pensiunan Tentara, beliau pensiun karena cidera sewaktu latihan, sedangkan ibuku ibu rumah tangga biasa. Aku anak tunggal yang selalu manja kepada orang tuaku, tiba tiba aku harus hidup sendiri di kota orang dan tinggal di asrama putri dengan begitu banyak aturan.
Berbulan bulan dia rasakan begitu sulit. karena aku memanglah orang yang begitu sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. nilai nilai yang kudapat juga terbilang jelek imbas dari keterpaksaannya bersekolah di tempat itu. Sebenarnya dia ingin masuk SMA Negeri di kota kelahirannya karena tak ingin jauh dari orang tuanya.Tapi kala itu ayahnya memaksa dia bersekolah di sekolah menegah kejuruan farmasi milik Angkatan Laut, sekolah disiplin dan semi militer.
__ADS_1
Pagi itu ada teman dekatnya yg menyapa, " Hai Ayu, gimana nilaimu semester ini?" tanya dia. dia adalah Niluh, teman sekelas Ayu yang berasal dari Bali, mereka cukup dekat karena sama sama dari rantauan dan 1 Asrama. Dengan malu Ayu menjawab, " Ssttt, nilaiku jelek. Gak pengen lanjut sekolah disini. Nilaimu pasti bagus ya, kamu kan anak terpandai sekelas?", jawab Ayu dengan kesal. Niluh memeluk sahabatnya itu sambil berbisik, "Carilah sesuatu yang membuatmu betah di kota ini, cinta misalnya. Nilaiku bagus karena aku punya pacar, meskipun kita pacaran jarak jauh". Pacar Niluh bernama Andreas anak pelayaran yang lebih sering di laut dari pada di darat. Mereka hanya berkomunikasi melalui telpon bila kekasih Niluh sudah mendekati daratan dan ponselnya ada sinyal.
Sebenarnya ada yang menyukai Ayu, teman sekelasnya, namun Ayu tidak menerima laki laki itu karena belum siap. Senyum Ayu menggambarkan bahwa dia setuju dengan pendapat Niluh. Ayu memang belum pernah mengenal cinta, ibu dan ayahnya tidak pernah menyetujui Ayu berpacaran sebelum lulus sekolah.
__ADS_1
"Pagi Ayy, jangan cemberut, nanti aku tambah cinta." goda Yayan. Ayu meringis memperlihatkan giginya sambil berjalan melewati Yayan. Beberapa saat kemudian, instruktur masuk dan praktikum dimulai. Setiap mata pelajaran dan praktikum, Ayu sering dibantu Yayan. Yayan bisa dibilang pandai di semua mata pelajaran. Yayan anak yang baik dan Yayan selalu memahami Ayu dan mengerti bahwa Ayu dilarang pacaran sampai Ayu lulus sekolah, Yayan bersedia menunggu dan berusaha membuat Ayu melihatnya sebagai laki laki, bukan hanyansekedar teman sekolah.
Yah, inilah yang Ayu lalui setiap hari. Nilainya tetap dibawah rata rata dan tidak semangat sekolah. sampai suatu hari ketika Ayu sudah Kelas 3. ada seseorang yang membuatnya penasaran dari awal melihat. seseorang yang membuat Ayu bersemangat berangkat sekolah. Diam diam Ayu sering memperhatikan lelaki itu, hanya memperhatikan dari jauh. Setiap pagi, mata Ayu selalu mencari cari dimana lelaki itu. Namun Ayu tidak pernah menceritakan kepada siapapun dan bertanya kepada siapapun siapa orang itu.
__ADS_1