Cinta Pertama Terluka

Cinta Pertama Terluka
Saling Cinta...


__ADS_3

Sesaat sampai asrama putri, HP Ayu bergetar, terlihat nomer Dodi memanggil. Ayu mengangkat telpon dengan cepat.


"Halo Kak, ada apa?"


"Kakak tunggu jawaban Adek, kebetulan besok hari jumat, besok sore kakak pesiar, kakak jemput adek kesini. Kita jalan ya! Gak boleh bilang gak mau jalan loh."


Ayu hanya terdiam, dalam hatinya perang batin. Ayu sudah berjanji kepada orang tuanya bahwa Ayu tidak berpacaran sebelum menyelesaikan sekolah nya, tapi dia juga terlanjur suka dengan pria yang baru saja mengantarnya pulang.


"Halo adek, masih disana kah? kok gak ada suaranya?" tanya dodi gak sabar mendengar jawaban iya dari Ayu.


"Iya kak, baik besok sore kakak sms aja. Aku tutup dulu ya telpon nya. aku mau mandi dulu."


"oh.. oke baiklah. see you adek." tuut tuut tuut, telpon dimatikan.


Dalam hati Ayu kebingungan, dia belum punya jawaban apapu. "gawat jawabannya apa ya? ternyata jawab yang kaya gini lebih sulit dari ngerjakan sial soal kimia tersulit"


Ayu berlari menuju kamar Niluh, dicarinya Niluh. Banyak yang ingin dia ceritakan ke Niluh. Sesampainya Ayu di kamar Niluh, Ayu langsung memeluk Niluh.


"Luh, aku seneng tapi juga sedih. Aku bingung."


"Coba aku tebak, pasti soal Kak Dodi kan? Apalagi yang dibingungkan, tinggal bilang iya apa sulitnya. Atau kamu mau gantungin dia kaya kamu gantung Yayan. Jangan kasih harapan kalo gak suka, kasian nanti gak bisa move on kaya Yayan."

__ADS_1


Niluh menepuk nepuk punggung sahabatnya dan menyeka air matanya.


"Niluh aku..."


Niluh menyela," yang tau hatimu ya kamu sendiri, jawaban nya ada dihatimu. jangan tanya orang lain. udah tau kan besok kasih jawaban apa?"


Ayu pun mengangguk kemudian pamit kembali ke kamarnya.


Keesokan paginya, Ayu berangkat sekolah dengan langkah kaki yang berat. Ayu memikirkan kata kata Niluh semalam, Ayu merasa bersalah pada Yayan karena tidak konsisten dengan jawabannya. Mulutnya menolak tapi perlakuaanya setiap hari seolah menyetujui Yayan untuk selalu ada disampingnya.


"gimana caranya aku bilang ke Yayan ya, apa dia nanti marah sama aku. padahal dia bilang mau nunggu aku sampe lulus sekolah." dalam


hatinya berbisik.


"Yan, boleh bicara sebentar, tak tunggu di ruang OSIS ya."


"ada apa Ayy, ada masalah kah? oke, sebentar, kamu duluan aja nanti aku susul."


Yayan penasaran apa yang akan dibicarakan, sebelum ke ruang OSIS, Yayan mampir ke Kantin dulu membelikan susu coklat kesukaan Ayu. Dengan semangat Yayan menuju ruang OSIS.


Di dalam ruangan, Ayu sudah menunggu duduk di kursi sambil melihat keluar jendela. kemudian pintu terbuka dan Yayan masuk ke dalam ruangan. kebetulan ruangan sedang kosong.

__ADS_1


"Ayy, kamu kenapa? kok murung terus?"


Ayu menangis, sambil terbata bata mengatakan, "Yan, aku minta maaf, maafkan aku yang selama ini gantungin kamu. aku kepengen memperjelas hubungan kita. maafkan aku, aku mencintai orang lain, seseorang yang selalu membuatku mecarinya, membuatku penasaran semua tentangnya. aku mohon kamu cari orang lain yang jauh lebih baik dari aku. aku jahat sama kamu."


Yayan mendekat, dengan reflek tangannya memegang kedua pipi Ayu kemudian tanpa meminta ijin, mencium bibir Ayu dengan paksaan.


"ahh... apa yang kamu lakuin Yan, gak sopan sekali" Ayu mengelak.


Yayan yang bertubuh tinggi besar memeluk Ayu dengan erat. sambil berbisik di telinga ayu, "aku mencintaimu, aku akan tetap mencintaimu. aku tunggu kamu sampai kamu menghampiri aku. aku pasti akan membuatmu mencintai aku kalau sudah saatnya. tunggu aku berjuang dulu."


kemudian Yayan melepaskan pelukannya dan mecium kening Ayu.


"Aku gak pernah marah Ayy, aku menikmati setiap waktu bersama kamu. lakukan apapun yang kamu mau, kamu hanya perlu menjaga dirimu saja."


Yayan beranjak pergi dan meninggalkan susu coklat yang dia beli.


Ayu menangis, "Harusnya aku marah Yan, kamu mencuri ciuman pertamaku."


Di dalam kelas, Ayu hanya berdiam diri, sedangkan Yayan bertingkah seperti tidak terjadi apa apa sebelumnya.


Waktu yang dijanjikan datang. Ayu bersiap menunggu Dodi datang dan sudah menyiapkan jawaban. sudah 1 jam namun Dodi belum juga ada kabar. Ayu gelisah, nomer hp Dodi juga tidak bisa dihubungi. padahal waktu pesiar hanya sampai pukul 21.00.

__ADS_1


Sampai pukul 21.00 Dodi tidak menampakkan diri dan Ayu kembali ke kamar dengan kecewa. Ayu berfikir Dodi hanya main main. Tidak ada kesungguhan seperti yang selalu Dodi katakan.


__ADS_2