
Jauh dari pulau Jawa, seorang lelaki berbadan tegap dan berkulit gelap tengah kebingungan, setelah menerima pesan dari istrinya. Istrinya meminta uang (lagi) untuk membayar angsuran mobil. Padahal awal bulan lalu semua gaji dan pendapatan lainnya sudah diserahkan semua.
Fatma meminta mobil sebulan setelah menikah, dan Dodi meng-iyakan meskipun dengan mencicil. Gaji tentara tidak terlalu besar untuk membeli subuah mobil, meskipun bukan mobil mewah.
Dodi berdinas di pulau Tarakan 4,5 tahun ini. Pernikahannya sudah berjalan 6 bulan, namun ia harus tega meninggalkan istrinya di pulau Jawa karena tidak memungkinkan membawanya ke Tarakan. Dodi sebisa mungkin pulang ke Jawa 3 bulan sekali, bulan ini jadwalnya pulang, namun tak seperti bulan bulan lalu, bulan ini ia tidak memiliki sisa uang untuk pulang. Karena tiap bulannya, gaji beserta pendapatan lain telah dikirim ke istrinya, di pertengahan bulan istrinya pasti akan minta uang tambahan dengan berbagai alasan.
Seperti bulan ini pun demikian, sang istri meminta uang lagi untuk membayar cicilan mobil. Dodi hanya bisa bersabar. Dia sudah berubah, tidak seperti Fatma-nya yang dulu.
Kadang terasa penyesalan dalam dadanya, namun segera ia tepis. Bagaimanapun inilah pilihannya.
Dodi berjalan menuju mess Abdul, berharap bisa menenangkan rasa gundahnya. Sahabatnya itu selalu bisa menghiburnya meskipun mereka sempat bertengkar hebat setelah Abdul membongkar rahasianya kepada Yayan. Kini persahabatan mereka sudah membaik.
Abdul yang sedang tengkurap memainkan ponselnya sejenak menatap Dodi dengan heran. Wajah Dodi terlihat menyeramkan, seperti memendam amarah, namun Abdul tidak mau ambil pusing dan melanjutkan memainkan ponselnya.
"Ting, gimana kabarnya Ayu? Kamu kapan terakhir ngubungin Ayu?"
"Ngapain nanyain Ayu, urus aja istrimu! Ingat, jangan menduakannya lagi."
"Aku cuma rindu."
Sejenak Dodi terdiam, tak seharusnya ia merindukan Ayu.
__ADS_1
"Ting, vidcallin dong! Perasaanku gak nyaman. Takut Ayu kenapa kenapa."
"Dasar pengganggu. Sebentar."
Abdul menghubungi Ayu menggunakan vidio call, setelah berdering beberapa kali Ayu mengangkat, pertama terlihat adalah wajah cantik Ayu dengan make up tipis dan hijab. Ayu terlihat sedang mengunyah makanan, sambil sesekali tersenyum melihat lawan bicaranya.
Dodi dan Abdul terdiam melihat background nya, tulisan Will you marry me, dan hiasan bunga mawar merah. Bunga kesukaan Ayu.
Ayu melangkah keluar ruangan keluarga rumah Yayan untuk menyapa Abdul, Ia duduk di teras samping rumah yang berhadapan dengan taman bunga.
"Assalamualaikum kak. Tumben telpon, kirain udah lupa."
Abdul belum bisa merespon, lidahnya kelu melihat cantiknya Ayu menggunakan hijab.
"Ehh... iya dek, maaf sampe gak bisa berkata kata melihat adek. Cantik sekali. Walaikum salam."
"Alah, gombal. Tiap cewek pasti dibilang cantik."
"Beneran deh... suerr. Dek, kok rame rame ada acara apa?"
Ayu tersenyum mendengar pertanyaan Abdul, lantas ia menunjukkan cincin emas putih sederhana di jari manisnya, dan kalung dengan liontin bentuk hati bermata biru serta gelang yang terdapat huruf AY.
__ADS_1
"Aku dilamar seseorang kak. Rasanya masih kayak mimpi."
Tak lama Yayan menghampiri Ayu dan mengecup puncak kepalanya yang tertutup hijab. Ayu tersenyum kemudian mematikan sambungan vidio callnya, tak lupa mengirim pesan jika ia masih sibuk.
Hati Dodi memanas, mood nya semakin hancur. Tak bisa lagi ia ungkapkan bagaimana rasanya. Dodi juga sempat melihat sekilas lelaki yang melamar Ayu ketika mengecup puncak kepala Ayu, meskipun gambarnya tidak terlalu jelas. Lelaki itu tampan dan berkulit putih.
"Argghh..."
Teriaknya beserta meninju dinding kamar.
Sementara di Rumah Yayan, Ayu dan keluarganya beserta Yayan dan keluarganya sedang duduk di ruang tamu, sedangkan Niluh sudah pulang bersiap untuk acaranya nanti malam. Yayan masih nemiliki kejutan lain untuk Ayu, namun juga berat mengatakannya, setelah ini ia akan masuk pendidikan. Artinya ia tidak akan bisa menghubungi Ayu selama beberapa waktu.
"Ehemm Ayy, ada berita lainnya. Ada berita baik dan berita buruk. Ayy mau denger yang mana dulu?"
"Buruk nya dulu Yan."
"Jadi Ayy, setahun kedepan sepertinya kita akan susah berkomunikasi. Berkomunikasi aja susah, apalagi bertemu. Apa itu jadi masalah?"
"Enggak apa apa, biasanya juga begitu kan Yan? Lalu berita baiknya?"
"Berita baiknya, aku lolos seleksi PK Angkatan Laut, jadi aku masuk pendidikan selama beberapa bulan ke depan."
__ADS_1
"Masya Allah, selamat Yan. Double selamat, buat Profesi sama Calon Perwira Lautnya. Semoga Amanah."
"Tapi pernikahan kita..."