
"Tapi pernikahan kita tidakl bisa dilaksanakan segera Ayy, kamu tahu aku meu pendidikan dulu, tapi aku janji, 2 tahun lagi kita bisa menikah."
Ayu tersenyum, melihat keseriusan di wajah Yayan, secinta itukah Yayan dengannya? Sepandai itukah Yayan selama ini menyembunyikan perasaannya, seolah hanya teman baik? Atau Ayu yang tidak pernah peka dengan orang lain karena masa lalu?
"Aku bisa menunggu Yan, aku juga minta waktu agar bisa jatuh cinta sama kamu. Justru kalo kamu ngajak nikah segera aku yang enggak siap. Seenggaknya aku punya waktu 2 tahun untuk berusaha mencintaimu. Meski waktu yang akan kita habiskan 2 tahun kedepan gak banyak. Selalu kabari aku ketika ada kesempatan."
Yayan mendekat dan menggenggam tangan mungil Ayu, membawanya ke bibir dan menciumya. Yayan sudah tidak bisa lagi menahan rasa dihatinya, ia sungguh mencintai gadis mungil di hadapannya ini.
"Aku mencintaimu Ayy, selalu, dari awal sampe sekarang. Aku akan selalu mencari kesempatan untuk menghubungimu. Kamu jangan nakal ya ayy selama aku jauh. Oh ya, kita perlu lamaran resmi di rumah kamu? Aku minggu depan sudah masuk pendidikan dasar militer."
"Kamu sudah memasang cincin di depan orang tuaku, enggak usah ke rumah lagi, orangtuaku juga pasti akan mengerti. Nanti aja bikin acara lagi kalo nikah."
Hati Yayan menghangat mendengar kata kata Ayu. Ayu mau menikah dengannya.
"Yaudah, kamu istirahat dulu di kamarku Ayy, aku keluar sebentar, nanti sore ke rumah Niluh. Ayah sama ibu pulang nanti sore dianter sama mama papa, sekalian jalan jalan nginep di kotamu. Nanti malem kamu nginep disini aja, gak enak sama Niluh, kan disana sibuk ada acara."
"Kamu mau kemana Yan?"
__ADS_1
"Beli kado buat Niluh, sekalian ambil barang barang kamu di rumah Niluh. Istirahat dulu Ayy, aku tinggal ya."
Yayan mengantar Ayu ke kamarnya, kemudian pamit dan mencium puncak kepala Ayu. Tinggal selangkah lagi, selangkah lagi untuk memiliki Ayu seutuhnya.
Ayu melangkah menuju tempat tidur Yayan, berencana untuk mengistirahatkan tubuhnya, namun tertunda karena melihat deretan album foto di meja belajar Yayan. Ayu penasaran dan membuka satu persatu album foto tersebut. Album foto pertama adalah album fotonya dan keluarganya. Sepertinya Yayan selalu mencetak foto peristiwa penting, albu foto tersebut belum penuh, masih ada tempat untuk foto baru. Album kedua yang Ayu buka ada judul di sampul albumnya, "My Angel 1". Ketika dibuka, album foto tersebut berisi fotonya sewaktu SMK, kebanyakan foto foto candid yang Ayu sendiri tidak menyadari, dan diberikan tanggal serta keterangan tentang foto itu.
Ada foto candidnya sedang belajar, sedang berjalan, bahkan tidur di kelas. Ayu tersenyum membaca setiap keterangan fotonya, Ayu merasa ia sangat penting bagi Yayan.
Ayu membuka album foto yang lain, judul Album "My Angel 2" berisi foto fotonya juga, namun sepertinya foto kelas 3, bahkan ada fotonya berjalan dengan Dodi, namun foto itu diambil dari belakang. Keterangan foto itu membuatnya tersenyum kecut. "Ayy, demi kebahagiaanmu aku akan mengalah sesaat, namun aku akan memperjuangkanmu lagi ketika aku sudah lebih pantas untukmu. Aku akan melindungimu dari jauh dan akan selalu mencintaimu."
Ayu meneteskan air mata, seandainya sejak dulu Ayu membuka hati untuk Yayan, tanpa perlu mengenal Dodi, mungkin ia tidak akan pernah merasakan patah hati hingga trauma memulai hubungan seperti saat ini. Namun ia percaya ini sudah jalannya, pasti akan ada hikmah dibalik semua kejadian yang ia alami.
"Assalamualaikum. Dengan siapa?"
"Walaikum salam, ini kakak dek."
Deg, jantung Ayu serasa jatuh ke rongga perut. Ia sangat terkejut mendengar suara orang yang sedang berusaha ia lupakan. Setelah bertahun tahun akhirnya, Dodi menghubunginya diwaktu yang sangat tidak tepat. Disaat Ayu sedang mencoba melupakannya.
__ADS_1
"Adek, kok diem. Kakak kangen."
"Kakak enggak salah minum obat kan? ngomongnya nglantur banget. Please kak, jangan ngomong yang enggak enggak."
"Kakak masih sayang kamu dek, kakak salah memilih. Harusnya kamu yang kakak pilih, kakak menyesal."
"Sadar kak, ingat istri. Jangan jadi bangs*t kedua kalinya."
"Maafin kakak ya dek, maafin kakak."
Hati Ayu hancur lebur mendengar suara Dodi yang terisak. Ayu berusaha menguatkan hati, meskipun air matanya juga luruh tak terkendali.
"Apa mau kakak?"
"Tunggu kakak dek, kakak janji kembali sama adek. Biarkan kakak menyelesaikan keruwetan yang kakak ciptakan ini."
"Kakak kemana aja? Kakak kemana aja selama ini? Aku nunggu kakak mengucapkan itu ke aku. Aku berharap kakak bisa kembali sama aku, tapi apa, kakak sekalipun enggak pernah memikirkan bagaimana aku. Disaat aku berusaha membuka hati buat yang lain, kenapa kakak datang lagi? Kenapa kak? Tolong kak, aku minta tolong sekali sama kakak, tolong jangan pernah hubungi aku lagi, aku takut, aku kembali percaya sama kakak."
__ADS_1
Seketika dada Dodi sesak mendengar perempuan yang ia cintai terisak isak.
"Kakak berharap ada disana, kakak ingin memelukmu."