Cinta Pertama Terluka

Cinta Pertama Terluka
Hari Yang Indah


__ADS_3

Matahari bersinar menerobos jendela kaca di ruang kelas Farmasi 3, hari ini adalah hari terakhir sebelum ujian akhir semester ganjil. Semua siswa sibuk mempersiapkan materi ujian, belajar soal soal dan menghafal beberapa materi yabg perlu dihafalkan.


Ayu duduk di dekat jendela, sedangkan Yayan duduk tepat di depan Ayu. Dalam hati Ayu bersedih, biasanya Yayan yang selalu menjadi mentor belajar Ayu. Yayan dengan cerewet akan mengajari Ayu sampai bisa.


Hari ini yang Ayu lihat, Yayan duduk di sebelah Nia, mengajari Nia beberapa soal kimia.


Ayu tidak ingin belajar hari itu. Ayu ingin berlama lama melihat keluar jendela. Siang hari jam makan siang Kakak kakak caba.


Setelah beberapa saat, ponsel Ayu hergetar ada pesan dari Dodi.


"Adek sayang, kakak tunggu di dekat toilet ya. Ada yang mau kakak titipin sama Adek."


Jantung Ayu seolah melompat keluar membaca pesan Dodi. Segera Ayu keluar menuju toilet.


sesampainya depan toilet, tubuh Ayu ditarik masuk ke dalam salah satu kamar mandi pria. Ayu hampir teriak, namun kembali tenang setelah melihat Dodi yang menariknya.


"Astaga, kakak... bikin jantungan aja." Ayu kesal sambil melepas tangannya dari genggaman Dodi.

__ADS_1


Dodi dengan sigap menutup mulut Ayu dengan menggunakan tangannya. Takut jikalau ada yang mendengar. Karena bertemu dengan Ayu hari ini sudah menjadi pelanggaran berat.


"jangan bersuara dek, nanti ketauan." bisik dodi di telinga Ayu.


Ayu memerah mendengar bisikan dari Dodi. kemudian Dodi reflek memeluk tubuh mungil Ayu sambil berbisik, "kakak rasa, kakak bisa mati karena merindukanmu dek. kita 1 gedung tapi mau ketemu harus kaya gini."


Ayu membeku tanpa bisa mengatakan apa apa. Ayu bingung memberikan respon apa, kemudian Ayu mengambil inisiatif mencium pipi Dodi dengan lembut.


Dodi semakin erat memeluk Ayu, kemudian Ayu melingkarkan tangannya di leher Dodi.


Dodi 3 tahun lebih tua dari Ayu. Di masa SMA nya, Dodi pernah berpacaran hingga berhubungan intim. Tentu bukan hal yang baru untuk Dodi melakukan ciuman itu.


Ketika tangan Dodi mulai meraba Pinggang ke bawah, Ayu berusaha melepaskan Tangannya dari leher Dodi. kemudian melepaskan ciuman nya sambil berbisik, "Stop kak, jangan dilanjutin. Atau suatu saat salah satu dari kita akan menyesalinya."


Dodi melepaskan pelukannya dengan canggung. Ayu tidaklah mudah ditakhlukkan sseperti yang Dodi bayangkan.


"hmm... maaf Adek kakak tidak bisa mengendalikan diri." bisik Dodi sambil mencium kening Ayu.

__ADS_1


"kakak minta tolong sama Adek, tolong kirimkan paket ini ke alamat orang tua kakak di kota P. Ini alamatnya, untuk pengirimnya kasih nama adek aja. Biar bapak sama Ibu mulai mengenal Adek. Ini isinya baju sepasang, karena bapak sama ibu ulang tahun di bulan yang sama. Maaf kakak ngrepotin adek, kakak janji setelah pendidikan kakak selesai, kakak akan lebih baik lagi sama adek, kakak yang akan lindungi adek dan kakak akan terus disamping adek." bisik Dodi.


Ayu terdiam mendengarkan Dodi. Ayu bingung memberikan respon. Tetapi diwajahnya terlihat bahagia mendengarkan kata kata orang yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama itu.


Dodi mengakhiri pertemuannya dengan Ayu setelah 20 menit di dalam ruangan sempit berdua. Dodi membuka pintu kamar mandi sambil menolh ke kanan dan kiri, yakin tidak ada orang sama sekali, Dodi menarik Ayu keluar kamar mandi sambil berkata, "sampai jumpa lagi sayang."


Ayu tersipu sambil memegang kresek hitam berisi baju, kemudian berlari menuju kelasnya.


Di dalam kelas, Instruktur belum masuk. tetapi sudah ada tanda bahwa kelas hari itu kosong. Para instruktur sedang rapat persiapan ujian akhir semester.


Jam kosong benar benar hari yanh indah untuk semua siswa.


Ayu penasaran membuka kresek hitam itu, kemudian dibuka baju titipan dari Dodi. Benar, baju itu berupa gaun pesta laki laki dan perempuan dengan warna senada, warna safir. Baju itu terlihat sudah dibeli lama, karena labelnya memudar tetapi masih terlihat bagus.


Kemudian ketika baju dikeluarkan ada amplop terjatuh, disitu tertulis alamat Dodi di kota P dan didalamnya ada uang 500 ribu. Uang yang cukup banyak hanya untuk mengirim baju ke kota P yang mungkin hanya 10 ribu saja.


Ayu begitu serius sampai tidak sadar diperhatikan oleh Yayan dari awal membuka amplop.

__ADS_1


__ADS_2