Cinta Pertama Terluka

Cinta Pertama Terluka
Kencan Pertama


__ADS_3

Alarm HP berdering tepat pukul 04.30, sepagi itu anak asrama putri harus bangun. Baru 3,5 jam Ayu memejamkan mata, namun tetap harus bangun dini hari. Niluh menghampiri kamar Ayu dan mengajak Ayu memulai kegiatan. Ayu seakan enggan beranjak dari tempat tidur. Matanya terasa lengket dan tubuhnya lemas.


Niluh menarik tangan Ayu sambil berkata, "Ayu, ayo bangun. kita jam 6 ada senam pagi sama kakak kakak caba loh. emang kamu gak mau ketemu Kak Dodi yang manis kaya gula tebu itu."


secara reflek Ayu langsung beranjak dari tempat tidur. Badannya yang tadinya tidak mau diajak bangun menjadi fresh.


"Iya, makasih diingetin ya Luh, aku siap siap dulu."


mereka bergegas bersiap dan berangkat menuju lapangan depan sekolah. jarak Asrama putri dengan sekolah memang tidak jauh, sedangkan mess untuk putra berada 1 gedung dengan sekolah Ayu.


Senam pagi dimulai. sejak sampai di lapangan, mata Ayu sudah tertuju pada Dodi, begitupun Dodi yang tak pernah melepaskan pandangannya dari Ayu. Dodi yang semalaman tidak bisa memejamkan mata terlihat sangat antusias mengikuti gerakan senam. Berbeda dengan Ayu yang malas malasan.


Senam pagi selesai, Ayu kembali ke asrama putri dengan semangat, berharap hari itu bisa bertemu dengan Dodi.


Jam menunjukkan tepat pukul 10 pagi, HP Ayu berdering, terlihat nomer Dodi memanggil di layar HP Ayu. Ayu dengan semangat menjawab, "halo kakak."


Dodi ternyata sudah siap menunggu Ayu di samping Asrama Putri.


"Adek, kakak udah di aspi ya. cepet turun. nanti keburu kakak dilirik temennya adek loh."

__ADS_1


Seperti biasa, Dodi memang orang yang narsis. Dodi memang memiliki wajah yang manis namun juga wajah garang, kulitnya agak gelap karena masih pendidikan, dan badannya besar.


"siap kakak. aku turun." jawab Ayu dengan berbunga bunga.


Ayu menuruni anak tangga asrama dengan semangat sambil berlari lari kecil. setelah ijin keluar ke penjagaan asrama, Ayu bergegas menemui Dodi yang sudah menunggunya.


"Maaf kak, agak lama, ijin keluarnya antri."


Ayu terpesona melihat Dodi, memakai baju bebas dan bertopi, membuat Dodi terlihat lebih menarik. kaosnya yang ketat memperlihatkan bentuk badan Dodi yang atletis, kemudian memakai kemeja dengan kancing terbuka dan celana jeans. Ayu menatap Dodi lama, kemudian tersadar dan malu malu karena ketahuan melihat Dodi seperti itu.


"Kenapa dek, kakak cakep ya?" goda Dodi, Ayu hanya tersenyum malu.


Ayu bingung namun akhirnya mengajak ke kebun binatang saja.


"jalan ke kebun binatang aja ya kak."


Dodi meraih tangan Ayu dan menggandengnya keluar kawasan Asrama putri. Mendadak tangan Ayu dingin, sedingin es. Jantung Ayu berdebar debar serasa mau meledak.


Jarak Asrama ke kebun binatang tidak jauh, Ayu dan Dodi memutuskan pergi dengan berjalan kaki dan ngobrol untuk lebih saling mengenal. Ayu menceritakan tentang orang tuanya yang tidak menyetujui anaknya pacaran sekarang.

__ADS_1


"Jadi kalo kakak ke rumah adek, bakal gak disambut sama bapak ya? padahal kakak kepengen serius sama adek, kakak harus nemuin Bapak sebelum kakak pindah dinas ke kesatuan nanti."


Ayu sudah terlalu sering mendengar kata kata seperti itu, karena hampir setiap hari dihombalin sm Yayan. Ayu menaggapi dengan santai, "kalo niat serius, gak ketemu bapak dulu juga gak papa kali kak, yang penting kakak gak main main. udah itu aja cukup. Aku anak tunggal, bapak pasti gak gampang nglepasin aku buat serius sama orang. nanti kalo kita sudah sama sama sukses baru dibicarakan lagi. toh kita pacaran baru sehari."


Pernyataan Ayu yang seperti itu membuat Dodi semakin ragu akan perasaan Ayu yang sebenarnya. seolah olah Ayu tudak menginginkan hubungan yang serius.


Sesampainya di kebun binatang, Dodi membeli tiket dan kemudian masuk bersama Ayu. Tangan Ayu tetap diganggam oleh Dodi, namun Ayu sudah tidak grogi seperti sebelumnya.


Dodi penasaran akan sesuatu dan mencoba bertanya kepada Ayu, "Adek sebenernya udah pernah pacaran belum sih?".


Ayu terdiam enggan menjawab. Ayu bingung memberi jawaban apa karena hubungan nya dengan Yayan yang gak jelas kemarin.


"Yang resmi cuma sama kakak. kakak pacar pertamaku. kalo yang deket aja ada. tapi aku gak pernah mau jadi pacarnya karena kita sekelas, nanti kalo putus kan gak nyaman." jawab Ayu.


Mereka menyusuri jalanan kebun binatang dengan bahagia, sesekali bercanda dan tertawa lepas. hingga ada pemberitahuan bahwa kebun binatang sudah akan tutup. Mereka merasa waktu begitu cepat berlalu, beberapa jam hanya terasa beberpa menit. Sebelun keluar dari kebun binatang, ayu mengatakan, "kak, Aku sayang kakak, dari pertama aku lihat kakak waktu itu. aku berharap kakak gak pernah nyakitin aku."


Dodi menjawab dengan sebuah ciuman di kening Ayu, "Kakak juga sayang adek, sayaaaaang banget. kakak rasa gak ada orang lain dihatinya kakak kecuali adek."


Dodi dan Ayu beranjak kembali ke Asrama. Dodi mengantar Ayu ke asrama putri kemuadian pamit kembali ke mess.

__ADS_1


__ADS_2