
"Kakak, bisakah diperjelas maksud dari berjuang. apakah aku masih harus bejuang untuk memiliki kakak?"
Dalam hati Dodi, kita harus berjuang untuk mendapatkan restu Bapak Ibuku. kemudian Dodi mengganti topik.
"Adek rencana menikah usia berapa?"
"Lebih cepat lebih baik. Tentu tidak sekarang. Aku perlu lulus dulu dari sini, kemudian baru memikirkan yang lain."
"..." Dodi bingung bagaimana menanggapi kata kata Ayu.
"oh ya kak, tadi ada telpon nomernya belum tersimpan di ponselku. Aku angkat ternyata temen kakak, katanya namanya Abdul. Dia minta ketemu mau ngomong katanya. Apa aku perlu ketemu dia atau gak?"
Dodi mendadak emosi mendengar kata kata Ayu, jelas Abdul akan membocorkan rahasia tentang Dodi dan Fatma.
Abdul mengetahui status Dodi ketika main ke rumah Dodi. Waktu itu Fatma disana dan memperkenalkan diri sebagai calon istri Dodi. Waktu itu Dodi tidak mengelak, bahkan mereka saling berpegangan tangan dan tertawa tawa seperti sepasang kekasih yang sedang berbahagia.
"Adek milik kakak, gak boleh ketemu dengan siapapun. Blokir nonernya dari ponsel Adek. Mulai sekarang, jangan angkat telpon apapun dari nomer tidak dikenal.oke?"
__ADS_1
Ayu adalah gadis penurut, Ayu meng iyakan perintah Dodi tanpa curiga apapun.
Tak terasa sudah 2 jam mereka berbicara memalui telpon. Ayu beberapa kali menguap dan Dodi menutup pembicaraannya.
"Sayang, bobok ya... udah malem... sampe ketemu besok. meskipun jarak jauh. mmuaach."
Ayu kembali memerah mendengarkan kecupan dari Dodi. Tanpa sadar Ayu membalas kecupan Dodi, "Muuach".
Dodi tidak bisa memejamkan mata. Fikirannya jauh kedepan. Bagaimana cara Dodi membawa kekasih yang dia cintai kepada orang tuanya. Pasti orangtuanya tidak akan merestuinya dengan Ayu.
Fatma begitu mencintai Dodi, usia mereka terpaut 2 tahun lebih tua Dodi. Sedari kecil mereka sering menghabiskan waktu bersama. Bahkan Dodi sudah mengambil keperawanan Fatma karena yakin bahwa mereka pasti akan menikah.
Dodi berfikir mungkin hanya karena terbiasa dengan Fatma, tetapi bukan mencintai Fatma.
Dodi mencoba menghubungi Fatma karena belum juga merasa ingin tidur. waktu itu menunjukkan pukul 02.00 dini hari.
"Halo Mas Dodi, jam berapa ini kok sudah bangun" Terdengar Fatma suaranya sangat jelas, seperti belum tertidur.
__ADS_1
"Belum tidur Sayang?" Dodi terbiasa memanggil Fatma dengan kata Sayang.
"Belum, lagi mengerjakan tugas Mas. Mas kangen ya?" Tanya Fatma dengan semangat.
Fatma adalah mahasiswi semester 1 akademi kebidanan. Meskipun Dodi dan Fatma telah bertunangan, tetapi Dodi jarang sekali menghubungi Fatma selama pendidikan militernya. Biasanya jika ada hal penting baru Dodi menghubungi Fatma.
"Hmm." Jawab Dodi singkat.
"Mas kapan boleh pulang? biar aku pulang juga, kita bisa menghabiskan waktu berdua."
Dodi bingung apa yang akan dia jawab. Meskipun mendapat ijin pesiar 2 hari, rasanya dia tidak ingin meninggalkan kota yang sekarang dia tempati.
Biasanya ketika ada ijin pulang, dia langsung menghubungi Fatma dan neminta Fatma menemaninya sepanjang hari di hotel. Tentu juga memuaskan nafsu birahinya.
"Iya, nanti kalo ada. Sudah dulu ya sayang, aku mau istirahat. bye"
Dodi menutup telpon dan menyadari, lebih menarik berbicara dengan Ayu daripada Fatma. Hatinya sudah sepenuhnya untuk Ayu.
__ADS_1
Lantas, Dodi berfikir bagaimana restu dari orangtuanya bisa dia dapatkan. karena Dodi menyadari bahwa Dodi semakin dakam mencintai Ayu.