
Malam itu, Ayu sulit tidur terfikirkan betapa kejamnya Dodi yang membuatnya menunggu hingga 3 jam. di tengah lamunanya, Hp Ayu berdering, ternyata Dodi telpon. Ayu bimbang apakah sanggup dia mengangkat telpon tersebut.
Ayu penasaran mengapa Dodi tidak datang malam ini, akhirnya Ayu menahan emosi dan mengangkat telponnya. "Halo Kak. Sudah puas kakak buat aku menunggu selama 3 jam. Kalo gak bisa kabari dulu lah."
Dodi dengan memelas, "Maafkan kakak dek, kakak salah. hari ini ijin pesiar dicabut karena teman kakak ketauan bawa HP, jadi HP kakak juga disembunyiin biar tidak ketauan bingsis. Adek jangan marah ya. sebagai gantinya kita ngobrol aja lewat HP dulu."
Ayu beranjak keluar kamar menuju ruang makan, karena takut mengganggu yang lain. jam menunjukkan pukul 00, teman teman sekamarnya semua sudah istirahat.
"Kakak sekarang bisa pegang hp kah?"
"Bisa dek, kalo malam asal gak ketauan, kakak sebenernya kangen sama adek. tadi di sekolah gak bisa ketemu adek, kebetulan kakak pas jadwalnya full. adek gimana, sudah ada jawaban buat kakak?"
Dodi gak sabar menunggu jawaban Ayu.
__ADS_1
dengan gugup Ayu menjawab," Kakak, aku sebenernya juga punya perasaan sama kakak, hanya aku gak tau perasaan apa ini. aku butuh waktu untuk memahami perasaanku sama kakak. tapi karena kakak gak mau menunggu lagi, aku memutuskan mau jadi pacarnya kakak. dengan begitu, aku bisa tau bagaimana perasaanku sama kakak. semoga jawabanku gak mengecewakan kakak."
"Yess, kakak diterima ya. berarti adek milik kakak dan kakak milik adek. besok hari sabtu kakak jemput ke Asrama, adek libur kan? kita jalan ya."
Dodi sangat bahagia malam itu. begitupun Ayu.
"gak mau, kakak gak usah janji lagi, nanti aku kecewa lagi. kalo mau dateng ya dateng aja. gak usah pake janji janji."
"Iya sayang, maafkan kakak. besok kalo kakak bisa, kakak langsung dateng ke Asrama."
Mendengar kata sayang keluar dari mulut Dodi, perasaan Ayu bahagia tak terlukiskan. Raut muka Ayu berseri seri, sampai tanpa sadar senyum senyum sendiri. tanpa sadar, Ayu dan Dodi berbicara lewat telpon hampir 1 jam.
"Udah ya kak, udah hampir sejam kita ngobrol. aku ngantuk mau tidur. tadi kan capek nungguin kakak 3 jam." sindir Ayu.
__ADS_1
"Iya iya kakak salah. kakak harus gimana biar adek lupain kesalahan kakak tadi."
"Besok aja hukumannya. hahaha." Ayu tertawa karena berhasil membuat Dodi kerasa bersalah.
"yaudah, kakak tutup telpon nya ya, met bobok, mimpiin kakak ya. I love you"
"Iya, makasih kak"
Ayu menutup telpon dan kembali ke kamar bersiap tidur, sedangkan Dodi berbaring tidak bisa memejamkan mata memikirkan Ayu, apakah Ayu mencintai Dodi atau tidak. Bahkan Ayu tidak mau mengucapkan I love you too di telpon. kemudian Dodi mengirimkan pesan, "I love you but You can't say You love me. and just saying thank you. Sad."
Ayu tidak ingin membalas sms Dodi meskipun sudah membacanya. Dodi adalah orang pertama yang membuat Ayu berdebar, tidak kungkin kalau Ayu tidak mencintainya. Hanya saja, Ayu memang tidak suka mengatakan hal hal seperti itu.
Ayu tidur dengan bahagia dan berharap malam segera berlalu. Ayu ingin segera bertemu dengan Dodi. begitupun Dodi, Dodi berharap besok bisa bertemu dengan Ayu dan memperjelas perasaan Ayu.
__ADS_1