Cinta Pertama Yang Tak Tergapai

Cinta Pertama Yang Tak Tergapai
pertama kali


__ADS_3

tuuut..tuut


tuuut..


tuut..


suara hp


"halo, assalamualaikum, mi..."


jawab seseorang yang di telpon sheila


"waalaikum-salam,"


"sorry ka..ini gue shei"


ucap sheila


"oh, hai shei..apa-"


ucap arka yang belum meyelesaikan kata kata nya


"ka!"


ucap sheila


"mmm...lo mau kan ketemu lagi sama kay"


ucap shei


"... ..maaf, shei...gue gak bisa"


ucap arka


...


"gimana, mih?"


tanya suami sheila


"nggak bisa, arka nolak...kayaknya"


ucap sheila yang sudah selesai menelfon dengan wajah kecewa


"aku nggak tahu, dia cuma bilang `nggak bisa`," "memang sih seperti yang joy bilang besok ada acara keluarga, tapi kan..."


ucap sheila kepada suami nya dengan wajah sedih


"kita tunggu aja, mih..."


"semoga arka berubah pikiran dan ngabarin kita nanti"


ucap suami sheila sambil menepuk pundak sheila


..


("dia")


ucap arka yang saat itu ada di dalam toko buku sambil memegang buku yang membuat nya mengingat kan nya pada karya


2004, ~3 bulan sebelum pensi


"asalam-mualaikum nini*, joy di mana?"


ucap arka sambil memasuki rumah bercat putih


nini; nenek


"eh, arka waalaikum-salam joy lagi nonton tv"


ucap wanita paru baya itu sambil membuka pintu rumah nya


..


"joy!"


ucap arka sambil berjalan ke arah ruang tamu


"apa!?"


ucap joya yang sedang menonton tv sambil memeluk bantal dan mengenakan selimut


"lo sakit joy?"


"makan sembarangan lagi ya?"


ucap arka sambil berjalan ke arah joya yang duduk di sofa depan tv


"P,M,S kenapa?"


ucap joya dengan wajah ketus


"katanya mau ikut ke toko buku"


ucap arka


"udah sana!"


"gw galak kalau lagi pms tau!"


ucap joya dengan muka jengkel dan galak


"lo gak pms aja galak.."


ucap arka

__ADS_1


"udah sana!"


ucap joya


"ya udah pergi sendiri aja deh!"


ucap arka sambil berjalan menjauh dari joya


"heh salim dulu sama tante!"


ucap joya sambil menyodorkan tangan nya kepada arka


..


.....


~toko buku~


"nah, ini dia buku nya!~"


ucap arka sambil memegang buku


("eh, kay!")


ucap arka dalam hati dengan wajah senang


"hai, kay!"


"kirain tadi siapa.."


ucap arka sambil berjalan ke arah karya yang tidak jauh darinya


"ha, hai..."


ucap karya yang kaget sambil memegang dua buku di tangan nya


"masih inget nama ku kan?"


ucap arka sambil terseyum


"y, ya"


"arka kan?"


ucap karya sambil mengingat-ngingat


"yap!"


"lagi cari komik apa?"


ucap arka


"oh komik detektif, aku ketinggalan 2 nomer"


ucap karya sambil melihat buku yang di pegang nya


ucap arka sambil mendekat kepada karya


"sama ada edisi komik terakhir yang aku...cari"


ucap karya sambil menatap muka arka yang ada di dekat nya dengan muka merah dan gugup


"ma, maaf!"


ucap arka dengan muka merah sambil menjauhkan wajah nya yang dekat dengan wajah karya


"aku mau cari buku dulu"


ucap arka dengan canggung


"i,iya"


ucap karya dengan wajah yang masih merah


..


"dua buku komik jadi 20,000 ya mba"


ucap pelayan yang ada di meja kasir


"terima kasih"


ucap karya sambil memberikan uang 20,000


..


"kamu langsung pulang, kay?"


ucap arka yang tiba tiba ada di belakang karya


"i, iya"


ucap karya dengan wajah kaget


"eh, tapi ayah baru jemput jam 2 nanti"


ucap karya sambil melihat jam tangan nya yang masih menunjuk kan pukul 11:00


"jadi mungkin aku jalan jalan di mall dulu sekalian nunggu dzuhur"


ucap karya sambil berjalan keluar toko buku


"ooh..."


"mau makan es krim dulu gak, kay?"

__ADS_1


ucap arka dengan tersipu sambil berjalan di sebelah karya


"ya kalo nggak juga gapapa, kok!"


ucap arka sambil terseyum dan malu malu


"....boleh deh, aku juga mau es krim kok"


ucap karya dengan wajah terseyum dan tersipu


..


"kay, kamu pesen yang coklat kan?"


ucap arka sambil membawa dua es krim di tangan nya


"berapa harganya?"


ucap arka sambil menerima es krim yang di beri arka sambil menyodorkan uang kepada arka yang duduk di depan nya


"udah nggak usah, aku yang traktir `kan aku yang ajak"


ucap arka sambil memakan es krim nya


"eh?"


"thank you ya, lain kali aku yang traktir"


ucap karya


"nggak apa apa, nggak usah"


ucap arka sambil terseyum


"tadi ketemu gak komik yang kamu cari?"


ucap arka


"nggak, udah abis katanya"


ucap karya sambil memakan es krim


"komik jepang juga?"


"komik nya bagus banget ya? sampai sold out gitu"


ucap arka sambil memakan es krim


"iya tetang klub basket sma, aku baca nya telat, sih"


"nomor 29 ini udah keluar dari 2 tahun yang lalu"


ucap karya


"oh iya, kamu mau coba jadi komikus kay?"


ucap arka


"mau sih, tapi aku gak tau"


"harus kemana dan bagaimana cara nya"


ucap karya


"aku pernah lihat suka ada lomba komik setahun sekali di majalah"


ucap arka


"gambar kamu kan bagus,"


"aku yakin banyak yang bakal suka dan kamu bisa menang"


ucap arka sambil terseyum


"nanti kalau kamu udah bisa nerbitin komik, aku pasti" "beli komik kamu, jadi fans kamu..."


ucap arka sambil terseyum lebar kepada karya


"dan aku bisa pamerin gambar ini..."


ucap arka sambil mengambil selembar kertas yang ada di sela sela bukunya yang di simpan dalam tas


"jreeng~"


ucap arka sambil terseyum dan menunjukan gambar di kertas itu kepada karya


"EH, i,itu kan aku..aku nggak maksud.."


ucap karya yang panik dan kaget dengan muka yang memerah


"thank you ya, kay!"


"udah gambar aku, aku keliatan lebih keren di sini"


ucap arka sambil terseyum lebar


"aku tunggu ya komik nya kay"


ucap arka dengan seyum


"makasih ya, arka!"


"aku akan coba lomba yang kamu bilang itu, aku akan berusaha buat cerita dan gambar yang bagus!"


ucap karya sambil terseyum

__ADS_1


saat itu arka yang melihat karya terseyum dengan ceriah dan bahagia kepadanya, itu juga sangat membahagia kan bagi arka `semuah tentang karya adalah saat terbahagia bagi arka`..


__ADS_2