
~APARTEMEN~
"loh, kay...."
ucap bunda karya
"kok udah pulang?"
ucap bunda karya yang melihat karya berjalan cepat masuk ke dalam kamar
BLAM!
suara karya menutup pintu kamar nya dengan keras
saat itu ibu karya hanya menatap ke arah kamar karya dengan wajah bingung tidak tau apa yang terjadi dengan karya
"tadi kay di suruh atasan nya ke dokter, tante.."
"aku ketemu kay di rumah sakit mangkanya pulang bareng"
ucap joya yang baru masuk ke dalam rumah menjelaskan kepada bunda karya
"tuh, kan..."
ucap bunda karya dengan wajah kawatir menatap ke arah kamar karya
"padahal tadi pagi tante udah bilang untuk izin aja"
ucap bunda karya dengan wajah kawatir
"ya udah tante bikin rebus serei dan jahe dulu buat, kay biar cepet sembuh"
ucap bunda karya dengan wajah kawatir sambil bergegas ke dapur
"iya, tante"
ucap joya sambil terseyum
("teryata..lo memang belum siap, kay!")
ucap joya sambil melihat ke arah kamar karya
°°°°
~di dalam kamar karya~
("BENER- BENER PENGECUT
KAMU KAY! ")
("MAU SAMPAI KAPAN KAMU BEGINI? ")
ucap karya dalam hati sambil duduk meringkuk di sebelah ranjang nya
__ADS_1
("LUPAIN ARKA, KAY!!")
ucap karya dalam hati yang mengingat kenangan kenangan tetang arka dengan wajah merah dan mata yang berkaca kaca
("lupain!")
ucap karya dalam hati sambil menangis
("LUPAIN!!")
ucap karya dalam hati yang mengingat apa yang terjadi di rumah sakit sambil menutup kedua telinga nya dengan tangan sambil menangis
°°°°°°
°°°°
~pagi hari~
"hai kay!"
ucap sheila yang melihat karya membuka matanya
"shei?"
ucap karya dengan wajah bingung karna baru bangun tidur dan melihat sheila duduk di sebelah ranjang nya sambil membaca buku
"syukurlah, demam lo udah turun, kay"
"iya, tapi hidung ku masih mampet banget sih"
ucap karya sambil duduk
"kamu ke sini untuk jenguk aku shei?"
ucap karya
"iya, dong!"
ucap sheila sambil terseyum lebar
"makasih ya, tapi aku kan cuma sakit flu aja"
ucap karya sambil terseyum
"gue udah denger semuah dari joy "
"kemaren joy nelpon gue"
ucap sheila sambil meletakan buku di meja kecil sebelah ranjang karya
"mungkin kata kata joy kemarin agak keras ke lo, kay"
"tapi gue yakin.."
__ADS_1
ucap sheila
"aku ngerti kok"
"kalian ingin aku hidup lebih bahagia, kan?"
"nggak seperti sekarang, hidup ku seakan berhenti di masa lalu"
ucap karya
"tapi....."
"kadang aku berpikir apa aku bisa bahagia tanpa arka?
haha konyol ya"
ucap karya yang menunduk sambil terseyum sedih
"isi kepala ku hanya ada arka"
ucap karya
"kay, bahagia itu nggak punya patokan, bahagia menurut orang pasti berbeda"
ucap sheila
"nggak ada yang menjamin lo bahagia dengan arka ataupun sebalik nya"
ucap sheila kepada karya dengan wajah serius
"ada yang bilang bahagia itu sederhana"
ucap sheila dengan wajah serius
"karena cuma kita yang bisa menentukan kebahagiaan itu bukan orang lain"
ucap sheila sambil memegang tangan karya dengan terseyum
saat itu karya hanya terdiam menatap sheila yang menasihatinya
"aku sok bijak,ya "
"hahaha.."
ucap sheila yang masih memegang tangan karya sambil tertawa kecil
"jadi, kay.. sekarang apa yang mau lo lakuin?"
"apa keputusan lo?"
ucap sheila kepada karya dengan terseyum
"bener kata joy aku harus berusaha lebih keras lagi untuk move - on dari arka"
__ADS_1