
"ma, maaf joy...tapi tadi aku denger kalau arka di rawat"
ucap karya sambil meremas lengan tangan kanan nya dengan wajah takut sambil menatap joya
"d,dia..."
ucap karya dengan tangan nya yang gemetar
"lo nggak usah khawatir, kay"
"arka gak apa apa dia cuma sakit tifus, kok"
ucap joya kepada karya
"huft"
joya yang menghelai nafas karna melihat karya gemetar dan tatapan karya yang sedih
"kay lo mau ketemu arka"
ucap joya
"kalau mau ketemu arka..."
"dia ada di kamar 1106"
ucap joya
"gue tunggu lo di lobby"
ucap joya sambil berjalan meninggal kan karya
°°°°°
saat itu perasaan karya sangat bingung atara senang dan takut untuk bertemu arka
arka adalah orang yang sangat dia ingin temui dari dulu
tapi dia takut kalau arka akan menujukan wajah yang jijik dan benci, karya tidak tahu wajah seperti apa yang akan di tujukan arka nanti saat melihat nya
wajahnya ketika terseyum atau wajah marah dan benci
seperti dulu
dengan detak jantung yang berdetak sangat kencang karya berjalan menuju ke ruangan arka,
saat sampai di depan ruangan arka, karya
__ADS_1
menghentikan langkah nya karya takut untuk membuka pintu ruangan itu detak jantung nya semakin kencang dia berdiri di depan pintu, saat karya membuka pintu ini akan kah karya akan melihat orang yang sangat ingin dia temui atau dia orang yang sangat membenci nya
KLEK
suara pintu yang terbuka
DEG!
suara detak jantung karya yang kaget melihat orang yang sedang tertidur pulas terbaring di atas ranjang ruangan itu
tap tap tap
suara langkah kaki karya
dia berjalan mendekat ke arah arka yang sedang terbaring di atas rajang, dengan wajah yang gugup dan mata yang berkaca kaca,
melihat orang yang dari dulu ingin di temui sekarang berada di dapan nya, tangan karya gemetar air mata nya serasa tidak bisa di tahan lagi ingin jatuh dari mata dengan wajah yang memerah di menjulurkan tangan nya ke arah pipi arka
"ng..."
suara arka yang hendak terbangun dari tidur nya membuat karya kaget
karya yang terkejut langsung berjalan dengan cepat keluar ruangan arka
brak
suara karya menutup pintu ruangan arka
ucap arka sambil melihat ke arah pintu
°°°
~di dalam mobil joya~
"jadi gimana tadi?"
"lo jadi ketemu sama arka?"
"padahal gue yang banyak jajan tapi dia yang kena tifus"
"suka ngeledek in gue sih haha"
ucap joya yang duduk di dalan mobil dengan canggung
"....aku bener bener pengecut ya, joy"
ucap karya yang duduk di sebelah joya sambil menunduk
__ADS_1
"bertahun tahun aku gak pernah punya keberanian
untuk nanya tentang arka ke kamu walaupun aku" "pengen banget ketemu sama arka"
ucap karya
"aku terlalu takut untuk mengakui kalau aku suka sama dia, sekarang pun aku tetap gak punya keberanian untuk tatap muka sama arka"
ucap karya
"gak heran arka dulu lebih milih karin di banding pengecut kayak aku"
ucap karya sambil terseyum
"STOP, KAY!!!"
ucap joya sambil memukul setir mobil nya
"STOP NYALAIN DIRI LO SENDIRI!"
"ARKA YANG PENGECUT!! DIA YANG LARI, DIA YANG JAHAT SAMA LO!"
ucap joya dengan wajah marah
"DIA JADIIN KARIN CUMA JADI PELARIAN DAN TAMENG, BUAT APA?"
"BUAT LO MARAH?!"
"BUAT LO SEDIH?!"
"BUAT LO TERPURUK KAYAK SEKARANG, LO NGGAK BISA KAYAK BEGINI TERUS KAY"
ucap joya dengan wajah marah
"ARKA GAK PANTES BUAT LO"
"LO HARUS MOVE ON, KAY LUPAIN ARKA"
ucap joya sambil memegang pundak karya
"udah lebih dari 10 tahun lo begini"
"ini nggak normal, kay"
ucap joya
"please, kay ini demi kebaikan lo sendiri"
__ADS_1
"karena lo berhak bahagia..."
ucap joya