Cinta Pertama Yang Tak Tergapai

Cinta Pertama Yang Tak Tergapai
apa itu cinta


__ADS_3

~di dalam kamar karya~


"sekarang apa keputusan, lo kay?"


ucap sheila


"bener kata joy, aku harus berusaha lebih keras lagi.."


"untuk move-on dari arka"


ucap karya


"....lo nggak mau ketemu arka lagi, kay?"


ucap sheila


"mungkin lebih baik nggak..."


ucap karya


"aku udah cukup bersyukur bisa ngeliat dia kemarin," "yaa..walaupun dia lagi sakit"


ucap karya sambil terseyum


"hahaha"


"lo itu bener bener naif ya, kay"


ucap sheila sambil tertawa kecil


"sebenernya- ,kemaren gue mau atur supaya lo bisa ketemu arka, tapi kalau keputusan lo begitu, ya..."


ucap sheila sambil terseyum


"nggak apa apa, lagi pula semuah masalah ini karena diri ku sendiri"


"bukan arka ataupun kamu, shei"


ucap arka sambil terseyum


"aku sendiri yang harus tanggung konsekuensinya keadaan ku sekarang seperti ini karena teryata.. aku tidak sekuat yang aku kira"


ucap karya yang melihat sheila sambil terseyum


"gue seneng banget akhir nya lo mau terbuka sama gue, mulai sekarang lo bisa cerita ke gue ataupun joy, ya..."


ucap sheila terseyum


"cerita apapun, kay...pasti gue dan joy dengerin"


ucap sheila yang terseyum sambil memeluk karya


"lo jangan mendem semuah nya sendiri lagi ya, kay.."


ucap sheila yang melepas pelukan nya dan memegang tangan karya


"ya, shei!"


ucap karya sambil terseyum dengan wajah lega


"Hiiy, itu tadi tangan bekas buang ingus ya?!"


ucap sheila sambil menarik tangan nya dan melihat karya dengan wajah polos terseyum


~ruang tamu~


"oh, teryata lo lagi kesini shei"


ucap joya yang baru pulang kerja melihat karya dan sheila duduk di atas sofa ruang tamu


"iya, hehe mumpung mama nya fahmi lagi di rumah jadi bisa nitip abi,"


"oh iya, joy! adyan titip salam tuh!"


ucap sheila sambil terseyum

__ADS_1


"he?"


"siapa tuh?"


ucap joya dengan wajah bingung sambil melihat ke arah karya dan sheila yang menghelai nafas


"itu loh, joy...yang aku kenalin pas di restoran turki"


ucap karya sambil terseyum


"ooh.."


ucap joya sambil mengingat- ingat


"wah, joy ada yang naksir ya?"


ucap bunda karya sambil terseyum


"oh iya, kay...kemarin pas bunda di bandara bunda ketemu imam, kalian nggak pernah ketemuan lagi?"


ucap bunda karya


ya, ini bukan pertama kali nya karya mencoba melupakan arka, saat kuliah karya mencoba untuk pacaran dengan orang lain, yang kata orang bisa membantu melupakan orang terdahulu, tapi...semuah tak bertahan lama, tidak pernah lebih dari 3 bulan, dan karya pun tetap tidak bisa melupakan arka


terdengar bodoh memang...


pasti banyak orang yang bilang "apa sih susah nya lupain arka?"


konyol! jadian saja belum tapi nggak bisa melupakan selama bertahun tahun!?


karya sendiri pun gak tau


lalu karya mutuskan untuk mencari dan bertemu arka tapi seperti nya tuhan memang tak mengijinkan...hingga kemarin


walau ahir nya karya lari..lagi


aneh nya saat itu yang di rasakan karya hanya sakit yang karya rasakan


°°°°


~KANTOR~


ucap mbak dian sambil memberi karya lebaran kertas


"Alhamdulilah udah, mbak"


"kemarin makasih ya mbak udah minjemin supir nya buat nganter aku"


ucap karya sambil terseyum


"santai, kay"


ucap mbak dian sambil terseyum


"oh iya, kay..kamu udah baca group chat, kan?"


"acara dinner kantor jadinya tanggal 14 januari"


ucap mbak dian


"udah, mbak"


ucap karya


"kamu tahu restoran lain, nggak? yang di ajuin adrian agak jauh dari kantor"


ucap mbak dian


"hmm...temen ku ada yang punya resto nggak jauh dari sini, sih"


ucap karya


"enak nggak?"


ucap mbak dian

__ADS_1


"enak kok...masakan turki gitu"


ucap karya


"ya udah, ke sana aja!"


ucap mbak dian


"oke kamu yang urus ya, kay! nanti aku minta dewi untuk bantuin kamu"


ucap mbak dian sambil berjalan pergi meninggalkan karya


"EEh?!"


ucap karya dengan wajah panik dan bingung


"makasih looh..."


ucap mbak dian yang berjalan pergi sambil terseyum menoleh ke arah karya


°°°°


PIP!


suara karya menekan tombol lif


Ting!


suara pintu lif terbuka


"lo, kay? kok lo udah di lantai 4 aja?"


ucap ben yang ada di dalam lif


"hah? ini kan lantai 1kak"


"tumben pakek jas, kak?"


ucap karya kepada ben


"Duh, pikun banget sih gue! lupa pencet tombol 4 pantesan nggak sampe- sampe"


ucap ben sambil terseyum


"haha, kakak bener- bener pelupa ya"


ucap karya sambil berjalan masuk ke dalam lif


"mas adrian ngerjain gue lagi?"


"acara dinner kantor katanya di ubah jadi hari ini, tapi nggak apa apalah sekalian ketemu klien"


ucap ben sambil terseyum


"oh, kay gimana udah sembuh?"


ucap ben sambil melihat karya yang berada di sebelah nya


"udah..."


ucap karya


"beneran"


ucap ben sambil menaruh tangan nya di kening karya


"oh iya, bener"


"abis lo suka nggak bilang kalau lagi sakit"


ucap ben yang sambil masih memegang kening karya


"kak ben apaan sih pegang- pegang?!"


ucap karya sambil mendorong ben dengan wajah merah

__ADS_1


"aduuh"


ucap ben


__ADS_2