
saat itu karya hanya diam mendengar misha berbicara setelah membuka email yang di kirim misha
MAHA SUCI ALLAH SWT YANG TELAH MENCIPTAKAN MAKLUK-NYA BERPASANG PASANGAN
YA ALLAH, PERKENANKANLAH KAMI MENIKAH KAN PUTRA PUTRI KAMI
MISHA AYU SUKADJAJA
(PUTRI BPK, PROF, DR, AKBAR SUKMADJAJA DAN IBU DR, AIDA HANDAYANI)
DAN ARKA ELRAMDAN
(PUTRA BPK, DRS, BISMO NUGRONO DAN IBU RINI RASYID M, H)
yang tertulis di email itu
rasanya....
hidup seperti mempermain kan diri mu
saat kamu bertekad untuk melupakan nya dia datang tanpa di duga
rasanya...
seperti ada yang menekan tombol reset di dalam ingatan mu
dan kamu seakan tenggelam dalam semuah ingatan mu akan diri nya seakan yang kamu lakukan selama ini adalah sia sia
"oh! "
"kira kira besok lusa kita bisa ketemuan nggak?" "mumpung saya lagi di jakarta"
ucap misha
°°°°
"assalamu'alaikum"
ucap joya, sheila, adyan dan ben yang mesuk ke dalam apartemen
"waalaikum salam"
ucap karya langsung menutup laptop nya dengan wajah kaget
"gue bawa makanan ya, kay!"
ucap adyan sambil melihat kan makanan yang di bawa nya
"gue siapin piring deh!"
ucap joya sambil berjalan ke dapur
"loh kok ada kak ben juga?"
ucap karya sambil melihat ke arah ben
"yow!"
ucap ben dengan terseyum
"gue cuma mau anter titipan oleh oleh dari mas adrian, kata nya harus langsung di makan, takut nggak enak"
ucap ben dengan terseyum sambil memberikan bingkisan
__ADS_1
"ooh, makasih ya kak"
ucap karya dengan terseyum sambil menerima bikisan yang di bawa ben
"ya udah, gue balik ya"
ucap ben sambil menunjuk ke arah pintu
"di sini aja ben kita makan bareng"
ucap adyan dengan terseyum
"oh?"
"nggak apa apa?"
ucap ben dengan sungkan
"abi numpang tidur di kamar lo ya, joy"
ucap sheila sambil mendekat ke arah joy yang duduk di atas sofa
"sip"
ucap joy
"oh iya!"
"tadi kan gue bilang mau liatin foto pas kita wisuda!"
ucap joy
"emang ada apa sih?"
"kay, lo masih nyimpen foto wisuda pas kita sma, kan?"
ucap joya kepada karya yang saat itu sedang mencuci piring di dapur
"e, eh?"
ucap karya dengan wajah panik yang melihat joya saat itu membuka laptop nya
"!! kay...kok lo...."
ucap joya yang saat itu kaget setelah melihat laptop karya
"apaan sih?"
ucap sheila sambil ikut melihat laptop karya
"kay, lo dapet dari mana foto ini"
ucap joya yang melihat foto arka dan calon nya di laptop karya
"ada apa sih?"
ucap adyan yang saat itu ada di beranda dengan ben
"kay?!"
teriak joya sambil melihat ke arah karya yang saat itu hanya diam
"c, calon nya arka....saudara temen di kantor dia minta aku, untuk desain udangan nya"
__ADS_1
ucap karya
"oh my!"
ucap sheila dengan wajah kaget sambil melihat ke arah karya
"aku sadar kok suatu hari ini akan terjadi arka akan menikah dengan orang lain"
ucap karya
"cepat atau lambat"
ucap karya dengan senyum kecil
"aku seneng tau kalau arka mau menikah itu arti nya dia bahagia kan?"
ucap karya dengan terseyum kecil sambil melihat ke arah joya dan sheila
"tenang aja, aku nggak apa apa kok aku kan udah lupain arka, aku juga udah bahagia..."
ucap karya sambil terseyum dan mata yang berkaca kaca
"ya kan, joy?"
ucap karya yang menatap ke arah joya dan sheila saat itu air mata karya yang dia tahan selama ini terasa sangat berat, rasa nya sudah tidak bisa di tahan lagi, air mata nya pun jatuh
"shei?"
ucap karya dengan terseyum dan menangis
"Eh?!"
ucap adyan dan ben secara bersamaan dengan wajah kaget melihat karya menangis
sontak saat itu sheila langsung berlari kearah karya dan memeluk karya
"maafin gue, kay... gue nggak tau kalau arka beneran mau nikah, maaf!"
ucap sheila memeluk karya dengan erat sambil menangis, saat itu karya sangat kaget dengan sheila yang tiba tiba memeluk nya sambil menangis dan meminta maaf
"lo boleh marah sama gue, lo juga boleh benci gue!"
ucap sheila sambil menagis
"lo boleh nangis sekeras yang lo mau nggak apa apa"
"keluarin semuah rasa sakit yang lo pendam kay"
"keluarin semuah air mata yang lo tahan selama ini"
ucap sheila yang masih menangis dan memeluk karya dengan erat, saat itu seolah semuah yang di kata kan sheila itu membuat air mata nya tidak bisa di tahan lagi, karya menangis dengan keras di pelukan sheila, sheila pun ikut menangis melihat sahabat nya
"CUKUP KAY!"
teriak joya
"LO NGGAK BOLEH BEGINI TERUS!"
teriak joya dengan wajah marah
"lo nggak boleh bikin udangan ini!"
ucap joya dengan wajah marah sambil berjalan mendekat ke arah karya dan sheila
__ADS_1