Cinta Pertama Yang Tak Tergapai

Cinta Pertama Yang Tak Tergapai
sepesial arka `keputusan bodoh`


__ADS_3

~RUMAH SAKIT~


ruang rawat arka


zaash


*suara hujan deras


("hujan nya langsung deras, ya..")


ucap arka dalam hati yang duduk di atas rajang ruang rawat nya sambil melihat ke arah jendela


("ah..hari itu")


("kalau tidak salah juga hujan seperti ini, kan")


ucap arka dalam hati masih melihat ke arah jendela itu dengan wajah yang sedih


°°°°


2004


hari itu...hari terakhir karya terseyum pada arka


saat itu arka berpikir


karya sedih karena sebagian besar dekorasinya yang karya buat rusak karena hujan


tapi...teryata surat cinta yang di dapat arka ini lah peyebab nya


8 oktober 2004


`Dear arka


`aku mau jujur langsung aja sama kamu,


`aku suka sama kamu, ka.


`aku tunggu jawaban kamu setelah pensi, di belakang panggung deket kantin:)


`From


`shei..


yang tertulis di surat itu


"nggak boleh!"


"shei itu punya gue!"


ucap anak laki laki yang bernama fahmi sambil merebut surat itu yang ada di tangan arka


"huh! tau kalau itu dari shei gak bakal gue "cie"- in!"


ucap fahmi dengan wajah marah sambil memasukan surat itu ke dalam kantong jaket nya


"gue kan juga gak minta, mi"


"lo aja yang bikin heboh"


ucap arka dengan wajah datar sambil mengeluarkan surat yang ada di dalam kantong celana nya


"berarti pas lo nembak kay-"


ucap fahmi


"ya, di tolak kay pasti tau kalau shei kasih surat cinta ke gue"


ucap arka sambil memandangi surat yang ada di tangan nya

__ADS_1


"wah?! itu surat cinta juga?!"


"jadi lo dapet dua, ka? dari siapa?"


ucap fahmi dengan heboh


"nggak tau, gue nggak niat buat buka"


ucap arka sambil memasukan surat itu ke dalam tas


°°°°


~pulang sekolah~


"arka!"


ucap shei yang berlari ke arah arka yang sedang berjalan


"sini, surat cinta yang gue kasih balikin aja!"


"gue cuma bercanda sama lo!"


ucap sheila yang ada di depan arka dengan napas yang tak beraturan sambil menyodorkan tangan nya kepada arka


"udah gak ada di gue"


ucap arka dengan wajah dingin


"Eh? ya udah, sekarang lo ikut gue!"


ucap sheila sambil menarik tangan arka


"lo harus ngomong lagi ke kay!"


ucap sheila dengan terburu buru


ucap arka


"lo bilang surat cinta itu cuma bercanda"


"apa iya? kalau begitu mau sampai kapan lo mainin perasaan sahabat lo?"


"lo pikir kay bakal terima gue walaupun lo nyeret gue ke depan dia?"


"Tck! gue muak sama persahabatan kalian"


ucap arka dengan wajah kesal dan marah sambil menarik tangan nya di di pegang sheila dengan kencang dan berjalan pergi meningal kan shei yang masih terdiam


arka benar bener nggak ngerti persahabatan anak perempuan


mereka bisa memahami perasaan sahabat nya mereka bisa mengalah demi sahabat nya,


dan mengalah karena perasaan sahabat


tapi bagaimana dengan perasaan arka?


lalu arka mengambil keputusan bodoh yang arka sesali... sampai sekarang


°°°


"Ciee arkaa!"


"arka jadian lo sama adek kelas! cie cie cieee"


teriak brian sahabat arka sambil berjalan masuk ke dalam kelas


"adek kelas? wah, siapa?"


ucap anak anak yang ada di dalam kelas

__ADS_1


"karin, anak x-9!"


teriak brian


"PJ* dong, kaa! mie yamin kantin, deh!"


ucap anak anak di kelas dengan kompak


note:PJ - pajak jadian


"yang mana sih orang nya?"


ucap anak anak di kelas


"wah! gue keduluan arka! padahal gue udah ngincer dari MOS*"


teriak salah satu laki laki


Bruk


suara barang yang di lempar


"BERISIK LO, BRI!!"


teriak joya dengan wajah marah


"apaan si joy?"


"kok gue di lempar tas?! sakit tau!"


ucap brian kepalanya yang terkena tas yang di lempar joya


"BIAR LO DIEM!"


teriak joya dengan wajah marah


"emang gue salah apa?! gue kan cuma seneng temen gue jadian"


teriak brian


"gue gak peduli, pokok nya gue gak suka lo teriak"


teriak joya dengan wajah marah


"lah, lo sendiri juga teriak!"


teriak brian dengan wajah jengkel


"gue teriak karna gue marah!"


teriak joya


saat itu melihat karya yang terpuruk dan menyedihkan, sheila yang memeluk karya dengan wajah sedih dan joya yang marah,


seolah olah membuat arka menjadi senang dengan keadaan itu,


saat arka hanya terseyum sambil melihat ke arah mereka


karya, joya dan shei yang melihat arka saat itu hanya menujukan wajah kaget


entah apa yang merasuki pikiran arka tapi saat itu arka inggin karya juga merasakan sakit...lebih dari yang arka rasakan


2016


~rumah sakit~


ruangan rawat arka


"maaf kan aku, kay..."

__ADS_1


__ADS_2