Cinta Pertama Yang Tak Tergapai

Cinta Pertama Yang Tak Tergapai
hujan dan matahari


__ADS_3

"bun, kay langsung berangkat kerja ya.."


ucap karya sambil mencium tangan bunda nya


"lho, joy gak kerja?"


ucap bunda karya kepada joy yang membantunya merapikan oleh oleh


"oh, gak tante..hari ini joy remote aja dari rumah"


ucap joya kepada bunda karya sambil terseyum


"wah enak ya, sekarang kerja nya bisa pakek remote gitu"


ucap bunda karya


"bukan remote beneran, tante"


ucap joya sambil terseyum


"maksudnya bisa kerja dari rumah, nggak harus di kantor"


ucap joya sambil tertawa


"ooh, maaf ya tante kurang update"


ucap bunda karya sambil tertawa


"kok kay, katanya mau langsung berangkat"


ucap bunda karya yang melihat karya masih berdiri di sebelah nya sambil melihat ponsel nya


"oh ini, bun ada temen chat minta tolong di buatin desain undangan"


ucap karya


°°°°


"kay, tolong ya..."


"gue harus pulang anak gue tiba tiba demam"


"tapi 2kv nya harus selesai hari ini, tadi gue udah bilang mbak dian, kok....jadi kerjaan lo yang kemarin di hold dulu"


ucap senior wanita di kantor karya, yang sedang meminta tolong karya untuk menggantikan perkejaan nya


"ooh..."


ucap karya yang baru sampai di kantor dengan wajah bingung


"hahaha mbak, kay aja belum duduk"


ucap ria sambil tertawa


"oke mbak.."


ucap karya


"huaaa kay, lo emang yang paling bisa di andelin, thank youu~"


ucap senior wanita itu sambil memeluk karya


"iya mbak"


ucap karya sambil tertawa


"makasih ya kay..."


ucap senior wanita itu sambil berjalan pergi


"hari ini bukanya lagi ada ibu lo, kay?"


ucap ria


"nggak apa apa"


ucap karya sambil terseyum


("hmm.. ada lagi ")


ucap karya yang melihat minuman dan roti di atas meja kerja nya


°°°°


"ri, kamu pernah edit foto yang ini, nggak?"


ucap karya


"hm? ooh"


"katanya kemarin di foto ulang, coba tanya ben...masih di dia harusnya"


ucap ria


"oh gitu"


ucap karya sambil melihat ke arah ben yang tidak ada di meja nya


("kak ben kemana ya, aku buat teh dulu deh sekalian nunguh kak ben ")


ucap karya sambil berjalan ke dapur kantor


"wa!"

__ADS_1


"ini dia!"


"dari tadi aku cariin"


ucap karya yang kaget melihat ben yang berdiri di depan kulkas dapur dengan wajah lemas dan murung


"kenapa kay?"


ucap ben dengan lemas


"kak ben yang kenapa...sakit?"


ucap karya


"nggak"


"itu tadi gue di panggil sama pak bos, gue di tegur soal kejadian kemarin"


ucap ben kepada karya


"yaa,"


"emang salah gue sih,hahaha"


"tadi kenapa nyari gue?"


ucap ben


"oh aku mau minta foto yang untuk KV bumbu instan katanya kemarin di foto ulang"


ucap karya kepada ben


"hmm....yang mana sih?"


ucap ben dengan wajah bingung


"foto yang lama ada di laptop kak"


ucap karya sambil berjalan ke meja nya


"hmm.."


ucap ben sambil berjalan mengikuti karya


"yang ini lo kak"


ucap karya sambil menujukan gambar di laptop nya


"ooh, ya ya"


"ya udah nanti aku email, deh"


ucap ben sambil melihat roti di meja karya


ucap ben sambil mengambil roti di atas meja karya


"eh?"


ucap karya


"mau martabak, kay?"


ucap seorang laki laki teman sekantor karya sambil menyodorkan sekotak martabak


"thanks!"


ucap kay sambil mengambil martabak


"mm, kay, nanti pas pulang mau aku anterin nggak"


ucap laki laki itu dengan malu malu


"oh..nggak usah, aku udah pesen taxi...makasih ya"


ucap karya kepada laki laki itu


°°°°


"haa~h akhir nya selesai"


ucap karya sambil meregangkan badan nya


"lho, kay?"


"...tumben lembur"


ucap ben kepada karya


"kak ben bukanya udah pulang dari tadi"


ucap karya sambil melihat ke arah ben


"ooh, pas mau terusin kerjaan di rumah,"


"teryata USB nya ketinggalan"


"pelupa banget gue hahahah"


ucap ben sambil tertawa


"pulang bareng aja yuk, kay!"


ucap ben

__ADS_1


"jangan! nanti kak cita marah lagi"


ucap kay


"nggak apa apa, semuah nya udah bener bener clear kok, ya udah gue jalan di belakang lo jalan di depan"


ucap ben yang berjalan di belakang karya sambil mendorong sepedanya


"beneran nggak apa apa?"


ucap kay sambil menoleh ke arah ben


"beneran! lagian udah malem, lho!"


ucap ben sambil terseyum


"soal kemarin....maaf ya kay, lo jadi kebawa bawa


salah gue memang seharusnya kasih tau cita dulu"


ucap ben


"nggak apa apa"


ucap karya


"oh! kemaren temen temen kak ben bilang..."


ucap karya


"iya, sebenernya gue juga ajak mereka,"


"tapi mereka gak bisa ikut"


ucap ben


"kenapa kak ben gak bilang juga ke kak cita?"


ucap karya


"hahaha, paling dia bilang cuma alesan, gue cuma cerita apa yang mau cita denger aja, kadang lebih baik begitu, biar semuah nya cepat selesai"


"lagian perempuan itu selalu benar"


ucap ben


"EH?!"


ucap ben dan karya secara bersamaan yang kaget melihat hujan tiba tiba turun deras


"lo gak bawa payung, kay?"


ucap ben


"nggak!"


ucap karya sambil berlari ke halte bus yang berada tidak jauh


zraaash


suara hujan yang turun dengan deras


"mau pesen taxi tapi hp ku mati"


"pake hp kak ben aja deh!"


ucap karya yang berteduh di halte dengan ben


"lupa bawa XC"


"tadi buru buru soal nya"


ucap ben sambil terseyum


"ya udah, tunggu sampai agak reda aja ya"


ucap ben


zraash


zraash


suara hujan yang makin deras


"kalau lagi hujan deras begini, jadi inget omongan ayah gue, "


"setelah hujan sebesar apapun, matahari pasti akan kembali bersinar terang"


ucap ben sambil terseyum melihat hujan


("matahari ya? ")...


ucap karya dalam hati sambil menatap hujan


"gue harap setelah `hujan` lo berhenti, lo bisa kayak matahari kay...bisa bersinar lagi"


ucap ben yang terseyum sambil meninju pelan tangan kanan karya


"mangkanya senyum dong, kay!"


"jangan murung terus, cepet tua lo!"


"hahahah XD"

__ADS_1


ucap ben sambil tertawa


__ADS_2