
Akira yang baru mendengar kabar kurang enak nampak sedikit murung dan banyak melamun.
meskipun dirinya sudah berusaha untuk tidak terlalu memperlihatkan beban pikirannya tapi tetap saja ada orang yang sadar jika Akira sedang tidak baik-baik saja.
"Zee,,"
"Why?"
"Are you okey?"
Moana cukup paham dengan semua gerak gerik Akira sehingga dirinya bisa tahu sahabat nya sedang tidak baik-baik saja.
"Zea !!!"
"Jangan banyak ngelamun dong entar kesambet baru nyaho loh."
"Kenapa sih?"
"Beres Lu ngomong sama si cewek jadi-jadian itu langsung banyak bengong!!"
"Tuh orang ngomong apaan, cerita ke gue !?"
Akira memposisikan kepala menatap wajah Moana lalu Akira kembali membuang muka.
"Apaan sih Lu, Zee !?"
"Raut wajah Lu tuh gak enak banget."
"Tell me please !!"
Huhhhhh,,
Akira menghela nafas berat seolah menggambarkan ada beban yang sangat besar hingga membuatnya terasa sesak.
"Suasana hati gue tiba-tiba kacau, Mo." Ucap Akira lemah.
"Apa pasal hati Lu tiba-tiba kacau?" Tanya Moana bingung.
"Pokoknya kacau sekacau nya, Mo !!"
Arghhhhh
"Diiihh ni bocah kenapa sih!"
__ADS_1
Akira sangat ingin membagi beban pikirannya pada sahabat nya tapi melihat banyak nya orang disana membuat Akira memilih bungkam.
Menyimpan rapat-rapat kegelisahan nya.
Akira yang seharusnya bisa menghirup udara segar dan menikmati keindahan alam puncak malah dibuat pusing dengan kabar mengenai kekasih nya.
Berbeda dengan Akira yang sedang gelisah di tempat lain ada sepasang kekasih yang sedang berduaan.
Bermesraan,,
Bermanja-manjaan.
Nampak sempurna hubungan mereka berdua.
"Kamu selalu bisa bikin aku gak mau pergi dari apartemen kita."
"Ya udah jangan pergi temenin aku sampe aku berangkat syuting nanti." Kata Seilena manja.
"Gak gitu dong sayang."
"Jangan lupa pil nya di minum jangan sampe nanti disini ada hal yang belum kita inginkan, paham?" Kata Rexa lembut.
"Kamu gak mau kita punya baby?" Tanya Seilena tiba-tiba.
Deg
"Jangan membuat sesuatu yang akan buat kita berdua pusing nantinya." Sambung Rexa
Rexa yang tengah terbaring di atas ranjang sambil memeluk tubuh polos Seilena merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.
Entah apa yang membuat hati nya merasa asing.
Hati dan logika nya kini terasa bertentangan.
Hati kecil yang mengatakan ada Akira dalam hidup Rexa tapi logikanya terus menekan kan jika Seilena lah yang dirinya cinta.
"Sebentar lagi aku ulang tahun, sayang." Kata Seilena mencoba mengingat kan.
"Ya aku tau kamu gak perlu main kode-kode kayak gini, mau hadiah apa?"
"Umm gimana kalo kita liburan berdua ke Swiss."
"Swiss? Again?"
__ADS_1
"Sekalian kita ngulang masa awal-awal kita pacaran, sayang."
"Oke aku siapin semua nya."
Seilena tersenyum lebar nampak sangat bahagia karena memiliki kekasih yang sangat menyayangi dirinya.
Sementara perlakuan Rexa terhadap Akira sangat jauh berbeda.
Sudah dua kali melewati ulang tahun Akira tidak pernah sekalipun Rexa memberikan kejutan apalagi hadiah istimewa untuk Akira.
Bahkan Rexa selalu lupa dengan ulang tahun Akira.
"Aku mandi dulu ya." Kata Seilena beranjak dari tempat tidur dengan tubuh yang dibalut gaun tidur transparan.
Rexa tersenyum manis melihat wanita yang selalu memanjakan dirinya diatas ranjang.
Seilena masuk ke dalam kamar mandi dan tak lama terdengar gemericik air.
Sesaat setelah Rexa tidak melihat lagi Seilena di pandangan nya tiba-tiba bayangan Akira tersenyum manis muncul.
Terasa menjengkelkan.
Bayangan Akira yang tengah tersenyum manis muncul itu karena perlakuan Samuel yang seolah sedang mencoba mencuri perhatian Akira.
"Kenapa rasanya gak enak gini inget tadi Samuel bikin Zea ketawa, keliatan nya happy banget."
"Samuel suka sama Zea?"
Rexa benar-benar dibuat penat memikirkan perlakuan Samuel pada Akira.
Andai jika hubungan dengan Akira tidak back street pasti Rexa akan sangat tegas mengatakan jika Akira milik nya.
Tapi sesaat kemudian dirinya kembali sadar jika Akira bukan prioritas nya melainkan hanya seorang manager yang sedang dimanfaatkan demi karier nya.
Karena Seilena lah yang di cintai dan akan menjadi pendamping hidup nya kelak.
Ting
"Xa sorry gue gak bisa nemenin Lu ke hotel buat reservasi malem ini, gue mau makan malam di apartment Zea katanya dia lagi mau buat masakan baru dia minta gue nyobain masakan nya."
Ting
"Kayak biasa Lu lewat belakang gue udah hubungin manager hotel nya."
__ADS_1
Rexa mengepalkan tangannya kuat dan gigi nya saling beradu menahan amarah dalam hatinya.
"**** !!!"