Cinta Sederhana Orang Kaya

Cinta Sederhana Orang Kaya
Pembicaraan Bisnis


__ADS_3

"Xa ?!"


Rexa mencari sumber suara yang tiba-tiba saja memanggil nama nya di saat dirinya sedang mengumpat kesal.


Samuel!!


"Lu kenapa sama Zea? Kalian berantem tapi berantem kenapa?" Tanya Samuel penuh curiga.


"Enggak."


"Tadi gue cuman nanya kenapa dia buru-buru banget tapi kayaknya mood dia lagi kacau jadi sedikit kesel pas gue kepoin." Jelas Rexa berbohong.


"Oh ternyata gue kira Lu sama Zea punya hubungan spesial." Ucap Samuel asal.


Deg


"Inget Seilena, Xa."


"Dia kayaknya udah sayang banget sama Lu ya apalagi kalian udah lewatin banyak hal sampe Seilena hampir kehilangan karier nya."


"Pertahanin Seilena, Bro." Kata Samuel menepuk pundak Rexa.


Rexa tiba-tiba mematung mengingat semua memori yang sudah dilalui oleh nya dan Seilena selama ini.


Terlebih lagi tiga tahun lalu menjadi tahun yang terasa sangat berat untuk nya dan Seilena.


Sangat berat.


Restoran Suite


"Ayah,,"


"Ya ampun anak Ayah cantik banget sih, kamu sempet ganti baju dulu?"


"Sempet dong Yah masa iya mau nemenin Ayah makan siang sama klien aku muncul dengan penampilan yang gak seharusnya, aku kan anaknya Tuan Rudolf."


"Dasar kamu, ayo."


Jackson Rudolf pengusaha sukses yang menjadi orang kaya nomor satu di negara nya.


Memiliki banyak aset yang tersebar di berbagai negara yang salah satu nya berada di Singapura dan Swiss.


Jackson Rudolf hanya memiliki satu anak yaitu seorang putri yang bukan hanya cantik tapi juga pintar.


Selain seorang putri tunggal Jackson Rudolf juga memiliki dua anak angkat yang saat ini sedang menjalankan bisnis milik nya.

__ADS_1


"Klien sekarang penting banget, Yah?" Tanya Akira sambil bergelayut manja.


Akira sangat dekat dengan kedua orang tua nya jadi tidak heran jika Akira bersikap manja pada sang Ayah.


"Klien lama, Nak."


"Oh ya ya."


Setiap kali berpergian Akira akan selalu menggandeng tangan sang Ayah.


Sama seperti sekarang.


"Selamat datang Tuan Rudolf, Nona Akira."


Jackson Rudolf hanya tersenyum kecil sambil sedikit mengangguk kepala sementara Akira dengan ramah tersenyum manis sembari menerima buket bunga.


"Terima kasih."


"Saat kami mendengar anda akan datang untuk makan siang kami sengaja menyiapkan buket bunga ini, semoga anda menyukai nya."


"Tidak ada satu bunga pun yang tidak aku suka." Ucap Akira ramah


"Mari saya antar."


Restoran Suite yang terkenal sangat private menjadi salah satu restoran yang hanya bisa dimasuki oleh member saja.


Tidak banyak orang yang bisa masuk dan menikmati hidangan disana.


"Om Bayu?" Sapa Akira spontan.


"Pak Bayu, Sayang." Bisik Jackson.


"Ups sorry Ayah." Jawab Akira berbisik.


"Selamat siang Pak Bayu senang bisa kembali bertemu dan menghabiskan waktu makan siang bersama dengan anda, terima kasih sudah berkenan meluangkan waktu anda untuk undangan makan siang yang sederhana ini." Kata Akira menjabat tangan klien bisnis sang Ayah.


Ikut hadir dalam jamuan makan dengan para klien bisnis Ayah sudah membuat Akira terbiasa menyapa dan memperlakukan klien itu dengan semestinya.


Akira yang sudah kenal dengan klien sang Ayah tidak jarang spontan berlaku layaknya pada orang terdekat.


"Jackson jangan terlalu formal."


"Akira ini sudah aku anggap sebagai putri ku."


"Ya kamu tau sendiri jika anak ku tidak memiliki kekasih saat itu sudah pasti aku akan datang melamar tuan putri yang cantik ini." Kata Laki-laki tua bernama Bayu.

__ADS_1


"Ya ya aku tau itu Bayu. Tapi sepertinya pesona tuan putri ku kurang memancar jadi anak mu lebih tertarik pada wanita lain." Ucap Jackson sembari menggoda putri nya.


"Ayah mulai deh !!" Kata Akira tersipu.


"Kamu akan mulai bergabung dengan kami, Nak? Bukankah sudah saatnya kamu mulai masuk kedalam dunia bisnis ini." Kata Bayu menatap wajah Akira.


"Entahlah Om tapi aku usahakan secepatnya." Jawab Akira tersenyum sembari sekilas menatap wajah sang Ayah.


Jackson pun ikut tersenyum senang karena jawaban yang sudah lama ingin didengar nya akhirnya keluar dari mulut putri nya.


Dulu setiap kali ada orang mengajukan pertanyaan itu maka Akira akan menjawab belum saatnya dan mungkin masih lama.


Tapi sekarang Jackson sangat lega dan bahagia akhirnya anak tunggal nya mau bergabung dalam kerajaan bisnis milik nya.


"Sebagai kado karena kamu udah mau mulai bergabung dengan bisnis ini, Om kasih kamu project pertama."


Bayu menyodorkan berkas pada Akira.


"Beach Club?"


"Ya itu salah satu aset yang akan Ayah bangun khusus untuk anak Ayah dan tempat ini sudah atas nama kamu, Nak." Singkat Jackson.


"Jadi Om Bayu yang buat sketsa ini?"


"Iya dan kedepannya kita bisa sering bertemu seperti apa konsep yang sekiranya pengen kamu ubah atau tetap seperti ini." Ucap Bayu.


"Ya ampun Ayah makasih banget." Ucap Akira memeluk Jackson.


"Om makasih ya."


"Sama-sama, Nak."


"Tapi bentar lahan buat bangun beach Club dengan luas segini apa ada, Yah?" Tanya Akira.


"Astaga Akira kamu pikir Ayah kamu ini siapa masalah kecil kayak gitu masih kamu khawatirin." Seru Bayu.


Jackson tertawa kecil mendengar pertanyaan konyol dari putri nya.


"Oh iya kan Ayah aku Jackson Rudolf jadi gak akan susah masalah ginian."


"Kamu tuh ada-ada aja, pembicaraan bisnis sudah selesai sekarang waktunya kita makan." Ucap Jackson.


"Cuman gini doang Yah? ini mah bukan pembicaraan bisnis, tak patutlah." Akira terheran-heran.


Hahaha,,,

__ADS_1


__ADS_2