Cinta Sederhana Orang Kaya

Cinta Sederhana Orang Kaya
Tidak Lagi


__ADS_3

"Pertemuan kali ini bakal jadi pertemuan terakhir." Kata Akira.


Deg


Semua orang yang ada di dalam ruangan langsung menatap Akira mencari jawaban atas kata-katanya.


"Apaan?!" Seru Malvin.


"Tau nih tiba-tiba ngomong pertemuan terakhir kayak mau pergi jauh aja !" Sambung Samuel.


"Tau nih." Timpa Ray.


Tidak ada yang rela kehilangan sosok seperti Akira.


Baik dalam hal pekerjaan ataupun dalam hal pertemanan.


"3 hari kedepan gue ada acara jadi gak ngurusin ataupun nemenin kegiatan kalian." Jelas Akira.


"Tapi semua agenda kalian udah gue atur dan bakal diurus sama asisten manager." Sambung Akira.


Akira tersenyum penuh arti sambil menatap satu persatu wajah talent-talent nya.


Sesaat tatapan Akira berhenti pada Rexa dan cukup lama menatap wajah tampan yang hampir 2 tahun membuat nya selalu terpesona.


Kenapa Xa?


Permainan yang kamu mainkan sangat sempurna sehingga aku tidak pernah melihat ada sedikit saja celah kebohongan dalam hubungan kita.


Dia tahun aku berusaha menjadi pacar seperti yang kamu inginkan dan dua tahun aku berusaha memberikan space untuk mu mau bertemu dengan orang tua ku.


Sekarang aku sudah tau semua nya !


"Emang Lu ada acara apa sampe seolah-olah bener-bener full gak akan ketemu kita semua 3 hari?!" Tanya Samuel.


"Acara keluarga." Jawab Akira singkat.


Dreettttt


Akira menatap layar ponsel dan memberi kode pada artis nya untuk pergi menjawab telepon.

__ADS_1


"Hallo Bunda,"


"Bunda mau terbang bentar lagi kamu yakin gak mau nitip apa-apa?"


"Take care Bunda, sorry gak bisa nemenin Bunda."


"Gak masalah sayang kan kamu ada undangan pesta ulang tahun lagian kamu mau gantiin Bunda nemenin Ayah di jamuan makan malam ini."


"Iyah Bunda, Ummm tawaran buat beli sesuatu tadi kayaknya masih belum ada deh tapi kalo ada nanti aku berkabar."


"Oke sayang. buat gaun kamu udah Bunda siapin yah jadi sore ini kamu bisa fitting dulu sekiranya kurang cocok kamu pilih yang lain."


"Pilihan Bunda selalu sesuai selera aku jadi sekarang juga pasti cocok pas sama selera aku."


"Kamu tuh bisa aja, oke udah waktunya Bunda masuk pesawat kamu keep healthy and keep happy."


"Bunda juga keep healthy and keep happy di sana, bye Bunda."


Akira sedikit Manarik nafas dalam-dalam lalu kembali masuk ke dalam ruangan.


Setiap kali beradu pandang dengan Rexa rasanya ada busur panah yang menghujami hatinya.


Sakit sekali rasanya.


"Kamu sibuk Nak? Kalo gak sibuk bisa temani Ayah makan siang di restoran biasa, ada pertemuan dengan klien disana."


Akira yang baru mau duduk kembali mendapatkan notifikasi dari ponsel pribadi nya.


Sebuah pesan dari sang Ayah.


Dan semua orang yang ada di sana tidak menyadari jika Akira memakai ponsel lain bukan ponsel biasa nya di pakai.


"Guys have fun buat weekend sekarang see you next week okey." Kata Akira sambil mengemasi barang-barang nya.


"Mau kemana buru-buru banget?!" Tanya Malvin.


"Ada yang harus gue urus dulu." Jawab Akira melemparkan senyum manisnya.


"Mau makan siang bareng?" Ajak Rexa tiba-tiba.

__ADS_1


Deg


Akira terdiam sejenak dengan fokus nya hanya terfokus pada Rexa.


Rexa yang tidak peka tidak menyadari jika Akira sedang menatap nya dengan tatapan penuh kebencian dan amarah.


"Gue udah ada janji makan siang sama orang lain, sorry." Ucap Akira tersenyum tipis.


"Kalo gitu gue pamit ya guys bye.."


Akira pergi menenteng tas nya tanpa menatap Rexa seperti biasa dan saat itu Rexa mulai sadar jika Akira sedang tidak baik-baik saja padanya.


Setelah mengetahui kenyataan tentang kekasih nya Akira memutuskan untuk mengekspos siapa dirinya.


Pertama-tama Akira mulai memakai barang-barang mewah milik nya yang salah satu nya adalah mobil.


Dan hari ini Akira juga tampil dengan dandanan yang sangat mahal karena dirinya memakai perhiasan berhiaskan batu-batu mulia nan indah.


"Zee !?" Panggil Rexa.


"Ya?"


"Hei kamu kenapa sih? aku ajak makan siang kok nolak, aku buat salah?" Tanya Rexa.


"Aku kamu? jijik gue denger kata-kata itu keluar dari mulut Lu!!" Batin Akira.


Mengetahui fakta jika dirinya menjadi selingkuhan selama 2 tahun berpacaran membuat Akira sangat murka pada Rexa.


Ingin rasanya mencaci maki saat itu juga tapi Akira terus mencoba untuk bertahan dan tidak ingin terlihat bar-bar.


"Kamu buat salah sama aku? Kamu merasa seperti itu? Katakan kesalahan apa yang sudah kamu buat?" Ucap Akira.


Rexa diam.


"Kenapa jawab dong ?!"


"Gak ada jawaban buat pertanyaan tadi? oke kalo gitu aku harus pergi !"


Tidak ada lagi sosok Akira yang ramah dan tenang seperti biasa nya.

__ADS_1


Dari sudut lain ternyata ada sosok yang tidak sengaja melihat interaksi antara Akira dan Rexa.


Interaksi yang tidak biasa dan cenderung cukup sensitif.


__ADS_2