Cinta Sederhana Orang Kaya

Cinta Sederhana Orang Kaya
Salah Sasaran


__ADS_3

"Kira mau jalan-jalan?" Tanya Jackson.


Akira terdiam sejenak dan mengingat jika dirinya dan sang Ayah memang sudah cukup lama tidak menghabiskan waktu bersama.


"Atau hari ini kamu masih ada acara lain?" Tanya Jackson lagi.


"Tidak Ayah."


"Hari dan tiga hari kedepan aku free, rasanya ingin istirahat dari kegiatan yang membuat ku lelah." Kata Akira.


"Jadi kamu mau jalan-jalan dengan Ayah?"


"Tentu saja, tapi apa urusan kantor gimana? memang nya gak ada meeting penting hari ini?"


"Ayah kan boss nya kenapa harus repot sih, Nak." Ucap Jackson menyombongkan diri.


"Lagi pula ada asisten terbaik Ayah yang bisa di andelin."


"Diihhh Ayah sombong deh."


Setelah selesai membahas projects bisnis hingga makan siang bersama dengan klien nya kini Jackson berniat untuk menghabiskan waktu bersama dengan putri nya.


Hanya berdua.


Yang awalnya datang dengan mobil masing-masing kini Akira pergi dengan menggunakan mobil sang Ayah tanpa supir.


"Ayah yakin mau nyetir sendiri? biasa nya kan sama supir, atau mau Kira aja yang nyetir?"


"Kamu tuh apaan sih sayang sebelum kamu bisa nyetir mobil ya Ayah dulu yang bisa nyetir."


Akira tertawa kecil.


"Tuan Putri duduk manis pakai set belt nya, oke jangan banyak protes."


"Baiklah Paduka Raja."


Entah hal apa yang membuat Jackson merasa sangat bahagia hari ini.


Hanya ditemani makan siang oleh sang putri tercintanya tapi rasanya ia sangat bahagia karena putri kecilnya serasa telah kembali.


Sosok putri kecil yang ceria, cerewet dan manja kini kembali ada di sampingnya.

__ADS_1


"Yah aku pengen shopping." Ucap Akira tiba-tiba.


"Shopping? Tumben mau shopping bareng Ayah biasanya kamu lebih suka bareng Bunda, sayang."


"Lagian kamu yakin mau ke mall bareng Ayah nanti ketemu orang yang kenal sama kamu." Sambung Jackson.


Seperti yang kita tahu jika Akira masih enggan untuk mengekspos siapa dirinya.


Jadi tidak heran jika sekarang Jackson pun sedikit heran saat putri nya meminta untuk berbelanja.


Ya karena sebelumnya Akira selalu berbelanja dengan sang Bunda di luar Negeri dengan demi kenyamanan.


"Gak selamanya aku harus menutupi identitas ku yang sebenarnya, Yah."


"Lagi pula bukankah usia ku sudah cukup matang untuk memiliki yang seharusnya aku miliki, Yah?" Kata Akira menatap wajah Jackson dengan penuh arti.


Jackson terdiam lalu tersenyum sembari mengusap lembut rambut Akira.


"Putri Ayah udah besar ternyata."


Akira tersenyum manis memunculkan isyarat jika dirinya sudah siap untuk menjadi anak tunggal pewaris kerajaan bisnis Rudolf Family.


"Jadi anak Ayah mau belanja apa?"


"Banyak boleh gak, Yah?" Kata Akira tersenyum manja.


"Boleh."


"Oke aku pengen gaun pesta,"


"Sepatu,"


"Perhiasan,"


"Umm apa lagi ya, itu aja deh Yah cukup."


"Cuman segitu? 3 macam? Sedikit sekali." Kata Jackson mengejek Akira.


"Sementara segitu dulu Ayah ya jikalau ada partai tambahan Ayah harus siap bayarin, Oke."


"Hehe siap laksanakan Tuan Putri."

__ADS_1


Dengan waktu yang tidak terlalu lama akhirnya Akira dan Jackson pun tiba di salah satu mall terbesar di sana.


Setelah memarkirkan mobil Jackson pun jalan berbarengan dengan Akira sambil menggandeng tangan putri kesayangannya.


Untuk beberapa staf sudah cukup mengenal siapa sosok laki-laki tua berwajah tampan itu jadi tidak heran mereka pun menyambut Jackson dengan sangat ramah.


Sementara Akira dengan santainya berjalan memasuki mall menggandeng tangan sang Ayah dengan sangat manja.


"Selamat datang Tuan Rudolf."


"Senang sekali rasanya anda berkenan untuk datang ke toko kecil kami."


Seorang staf dari toko perhiasan dengan sangat ramah menyapa Jackson tapi sayang tatapan staf wanita itu pada Akira tidak ramah.


Mungkin dalam pikirannya jika Akira ini adalah wanita tidak baik.


Jackson yang sangat peka langsung memasang badan melindungi putri kesayangannya.


"Sayang kita cara toko perhiasan lain." Ucap Jackson hendak keluar dari toko.


"Anda belum melihat koleksi terbaru dari toko kami, mungkin anda akan suka Tuan Rudolf." Tahan si staf berusaha mencegah Jackson tidak pergi.


"Anda menyambut saya dengan sangat ramah tapi kenapa anda tidak memperlakukan orang yang saya bawa dengan sama setidak jangan memberikan tatapan seperti tadi !!" Tegas Jackson.


"Ayah,"


"Kok malah gitu ngomong nya ya mungkin Mbak ini gak tau kalo aku itu anak Ayah."


"Mbak nya pasti ngira kalo saya ini wanita 'gitu' ya?"


"Perkenalan saya anak dari Jackson Rudolf."


"Zea Akira Rudolf." Ucap Akira tersenyum tipis.


Sejak pertama memasuki area mall Akira sudah bisa merasakan jika orang-orang menatap nya dengan tatapan tidak suka.


Mungkin karena mereka mengira jika Akira adalah seorang wanita yang tidak baik.


"Maafkan saya, Nona."


"Tidak masalah karena sebelumnya saya lebih sering berbelanja di luar Negeri bersama Bunda saya tapi lain kali bersikaplah lebih ramah pada semua pengunjung."

__ADS_1


"Sekali pun mereka datang dengan pakaian yang tidak pantas!!"


__ADS_2