
535 VVIP Room
Berdiri tepat di depan pintu salah satu kamar VVIP di hotel Moscow kini dalam benak Rexa masih tidak percaya.
Untuk mendapatkan fasilitas VVIP dirinya harus mengeluarkan uang dengan jumlah yang tidak sedikit dan harus memiliki member.
Mungkin masalah uang bukan hal yang sulit untuk Rexa karena mengingat dirinya seorang artis terkenal yang memiliki cukup banyak uang.
Tapi dirinya tidak bisa memiliki member VVIP di hotel itu karena ditolak dengan alasan kuota sudah terlalu banyak.
Dan malam ini Rexa mendapatkan kesempatan untuk berada di area VVIP.
Ceklek
"Silahkan Mas Rexa."
"Jadi ini hadiah yang saya dapat?" Tanya Rexa memastikan.
"Ada di dalam, silahkan anda lihat jika ada yang perlu kami perbaiki maka anda bisa langsung hubungi saya langsung."
Rexa mengangguk paham dan tanpa bertanya lagi langsung masuk.
Pertama dirinya masuk sudah melihat dekorasi yang tertata dengan rapi, ada taburan bunga mawar putih diatas meja yang disana terpajang foto momen kebersamaan dirinya dengan Seilena.
Rexa tersenyum puas.
Semakin melangkah masuk ia semakin berdecak kagum melihat betapa mewahnya kamar hotel itu.
Deg
Langkah Rexa seketika terhenti dan tubuhnya tiba-tiba mematung melihat ada sosok seorang wanita berdiri didepan jendela menatap langit malam dan yang nampak belakang sangat glamor.
"Hai Rexa Axelen."
Deg
"Malam ini terlihat indah dan sempurna."
"Langit malam yang bertabur bintang dan sinar bulan yang hampir sempurna membuat pesta kejutan untuk Seilena sangat sempurna."
Akira menunjukkan senyum terbaik nya dan sedang berusaha keras menutupi luka yang kini membuat dada nya terasa sesak.
"Zea,,"
Rexa yang terkejut melihat kehadiran Akira secara tiba-tiba seketika membuat nya kesulitan untuk berbicara.
"Yes, it's me."
Lagi-lagi Akira menunjukkan senyum terbaik nya sambil membulatkan matanya.
"Apa yang kamu lakukan disini? umm maksud ku kenapa kamu bisa ada disini?"
Akira menggeleng-gelengkan kepalanya seolah tidak percaya dengan pertanyaan yang baru saja dilontarkan oleh Rexa.
"Hah? Rexa Rexa gak tau kamu alasan aku kenapa bisa ada disini?"
"Harusnya aku yang nanya kenapa kamu tega bohongin aku selama ini?"
__ADS_1
"Kamu jadiin aku selingkuhan?"
"Kamu bahkan sering menghabiskan malam dengan banyak wanita."
"Kenapa Rexa?!"
Teriak Akira frustasi.
"Zea aku bisa jelasin semuanya, ini gak seperti yang kamu tau." Kata Rexa perlahan maju mencoba menenangkan Akira.
Akira menggelengkan kepala seolah tidak ingin mendengar apapun.
"Selama ini aku selalu menjadikan kamu prioritas utama dan bahkan aku menomor satukan kamu dibanding talent-talent yang lain."
"Gak bisa Kamu sadar akan hal itu?"
"Gak bisa Kamu ngerasain gimana tulus nya aku sayang dan cinta sama kamu?Hah?!"
Tanpa terasa air mata pun mulai membasahi pipi Akira dan sedetik kemudian Akira langsung menyeka nya.
"Jadi ini alasan kenapa kamu selalu menolak untuk bertemu dengan orang tua ku? Karena Seilena?"
"Begitu berharganya sosok seorang Seilena untuk mu? sejauh mana hubungan mu dengan nya sampai kamu bertahan dengan hubungan seperti ini?"
"Sebegitu sulit kah memiliki satu wanita dalam hidup mu, Rexa?"
"Laki-laki yang memiliki banyak wanita hanyalah laki-laki yang tak berbeda dengan sampah."
Mendengar kata-kata terakhir dari Akira membuat amarah Rexa memuncak tak terima dengan perkataan Akira yang sangat menyudutkan dirinya.
"Cukup Zea !!"
"Apa bedanya aku sama kamu yang ternyata menjadi simpanan om-om, kamu pikir aku gak tau apa-apa tentang kamu?"
Akira diam mencerna kata-kata Rexa yang sangat membuat nya bingung.
Simpanan om-om?
"Kamu yang cuman seorang manager artis bisa tinggal di apartemen mewah, punya barang-barang mewah, dan sekarang pakaian yang kamu pakai ini memiliki harga yang cukup fantastis."
"Dari mana kamu bisa mendapatkan semua ini kalau tidak menjadi seorang wanita simpanan, hah?!"
Deg
Semakin sakit rasanya setelah mengetahui kenyataan tentang hubungan nya kini Akira dibuat sakit karena dituduh menjadi seorang wanita tidak baik.
"Jaga omongan kamu, Rexa !!"
"Disini yang bersalah itu jelas kamu !!"
Suasana semakin panas hingga Rexa tidak lagi bisa mengendalikan emosi nya dan secepat kilat mendaratkan tamparan dipipi Akira.
"Jackson Rudolf"
Deg
"Laki-laki beristri dan sudah memiliki anak itu adalah sumber uang mu bukan? pakaian ini juga dia yang membelikan nya."
__ADS_1
Deg
"Aku melihat kamu menggandeng nya dengan sangat mesra dan bersikap sangat manja pandanya."
Deg
"Bahkan kamu terlihat tidak malu melakukan hal itu didepan banyak orang, dasar wanita sok suci !!"
Hah
Akira yang sempat merasa terhina kini mendapatkan kembali kekuatan.
Akira tersenyum tipis.
"Ternyata kamu melihat ku hari itu."
"Aku tidak akan menyangkal jika Jackson Rudolf memang orang yang sudah memberikan segalanya untukku, segalanya !!"
"Yang perlu kamu tahu aku bukan wanita simpanan!!"
"Aku memang mendapatkan semua dari Jackson Rudolf tapi aku bukan wanita simpanan nya."
"Kamu harus ingat itu !!"
Yang kamu tahu hanyalah informasi seujung kuku, seharusnya kamu juga mencari tahu siapa anak dari Jackson Rudolf.
"Lalu siapa kamu untuk Jackson Rudolf?!"
"Sekarang tidak penting lagi kamu tau untuk hal itu."
TiitTett
Rexa melirik ke arah pintu yang terdengar terbuka.
Siapa yang datang?
"Surprise..."
Seilena??
Rexa mematung melihat kedatangan Seilena sementara Akira yang sudah menghapus air mata nya nampak memamerkan senyum manis nya menyambut kedatangan Seilena.
"Tidak usah kaget ini salah satu dari rangkaian acara malam ini." Kata Akira pada Seilena.
"Tapi manager Ze,"
"It's oke aku sudah tahu jika kalian memiliki hubungan makanya aku memberikan kejutan kecil ini." Kata Akira tersenyum sangat ramah pada Seilena.
Maafkan aku sudah menjadi bagian dalam hubungan mu, tapi aku tidak tahu jika kamu sudah ada sejak lama dalam kehidupan Rexa.
Tidak ada satu alasan pun untuk Akira marah apalagi membenci Seilena yang juga korban dari keegoisan Rexa.
"Happy Birthday."
"Enjoy the party."
"Aku masih ada sedikit urusan jadi harus pergi sekarang."
__ADS_1
Sebelum pergi Akira menghampiri Rexa yang masih diam mematung sambil berbisik.
"Kita putus!!"